Virus corona menjadi pandemi di berbagai belahan dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang sedang berjuang menangkal, membebaskan diri, dan memulihkan kondisi kembali.
Mari kita membahu melengkapi kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis di beberapa rumah sakit atau berkontribusi berbagi logistik kebutuhan para pihak yang membutuhkan di tengah pandemi ini.
Siapapun bisa ikut berdonasi.
Bersama TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation kita lawan ancaman virus corona.
Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening DOMPET AMAL TRANSMEDIA
Bank Mega: 01 074 00 11 111 889
Bank Mega Syariah: 10 000 100 100 100 4
Bank BNI: 70 123 70 321
Bank BCA: 375 0500 888
Bank Mandiri: 127 0000 2 7777 0
Bank BRI: 034 10 100 1617 301
Sekecil apapun bantuan anda, jika dilakukan bersama akan mampu membuat Indonesia kembali pulih.
Berikut jumlah donasi yang sudah masuk per 14 April 2020:
Bank Mega = 52.737.500
Bank BCA = 445.101.552
Bank Mandiri = 245.546.009
Bank BNI = 132.347.182
Bank Mega Syariah = 4.187.124
Bank BRI = 94.908.939
TOTAL PENERIMAAN = 974.828.307
TOTAL PENGELUARAN = 249.003.500
SALDO = 725.824.807
#CTARSAFOUNDATION
#TRANSMEDIA
#BersamaLawanCorona
#MediaLawanCOVID19
#COVID19
#IndonesiaPulih
#DonasiCorona
Kata Dokter Soal Video Viral Diffuser Antiseptik Bisa Cegah Corona
Video selebgram Dinda Shafay yang menunjukkan cara membuat diffuser antiseptik untuk cegah virus Corona viral di media sosial. Dalam video, Dinda mencampurkan air minum dalam kemasan dengan cairan antiseptik.
Diffuser sendiri adalah alat yang umumnya digunakan untuk melembabkan udara sekaligus mengharumkan ruangan. Cara kerjanya yaitu dengan 'menguapkan' air dicampur dengan minyak atsiri atau minyak esensial (essential oil).
Spesialis kulit Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, dari DNI Skin Centre menjelaskan apa yang dilakukan sang selebgram berbahaya. Ini karena cairan antiseptik sebetulnya digunakan untuk luar tubuh.
"Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Korea, penggunaan desinfektan humidifier dapat berbahaya karena uap yang mengandung bahan kimia tersebut bila terhirup dalam waktu lama bisa berisiko menyebabkan acute lung injury atau gangguan saluran napas khususnya paru-paru," kata dr Darma pada detikcom, Selasa (14/4/2020).
"Bisa iritasi juga. Iritasi mukosa saluran pernapasan," lanjutnya.
dr Darma menegaskan tidak ada bukti bahwa diffuser antiseptik bermanfaat untuk cegah virus Corona COVID-19.
Viral Video Warga Mamuju Berikan Semangat pada Pasien Diduga Positif Corona
Terpaksa menjalani karantina dan harus dirawat di rumah sakit karena menjadi pasien positif virus Corona membuat banyak orang menjadi khawatir. Terlebih setelah beberapa waktu lalu heboh penolakan dan diskriminasi baik pada pasien bahkan tenaga kesehatan yang menangani COVID-19.
Namun, tentu penolakan tersebut tidak dilakukan oleh semua masyarakat. Video viral yang diunggah oleh akun Twitter @black__valley1 misalnya, menunjukkan masyarakat memberikan dukungan pada pasien virus Corona.
"Salut saya dengan kebersamaan Warga Mamuju, Pasien positif COVID diberikan semangat & dukungan untuk sembuh dan Tidak di kucilkan. HEBAT," tulisnya seperti yang dilihat detikcom, Selasa (14/4/2020).
Dalam video tersebut nampak seorang pasien dibawa oleh ambulans berplat DC, yang tercatat sebagai kode plat kendaraan di wilayah Sulawesi Barat, menuju ke tempat perawatan COVID-19. Terlihat juga segelintir orang yang bersorak-sorai menyemangati pasien.
"Saya minta tolong diberikan motivasi semua. Semangat, cepat sembuh," kata beberapa orang sambil bertepuk tangan.
Video tersebut telah ditonton oleh lebih dari 75 ribu pengguna dan mendapat respon positif dari warganet. Sebagian besar merasa terharu dan berharap perilaku tersebut bisa dicontoh daerah lain.
"Pasien COVID-19 bukanlah aib, mereka sakit dan harus diberi support, dukungan, agar lekas pulih," tulis pengguna lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar