Video selebgram Dinda Shafay yang menunjukkan cara membuat diffuser antiseptik untuk cegah virus Corona viral di media sosial. Dalam video, Dinda mencampurkan air minum dalam kemasan dengan cairan antiseptik.
Diffuser sendiri adalah alat yang umumnya digunakan untuk melembabkan udara sekaligus mengharumkan ruangan. Cara kerjanya yaitu dengan 'menguapkan' air dicampur dengan minyak atsiri atau minyak esensial (essential oil).
Spesialis kulit Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, dari DNI Skin Centre menjelaskan apa yang dilakukan sang selebgram berbahaya. Ini karena cairan antiseptik sebetulnya digunakan untuk luar tubuh.
"Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Korea, penggunaan desinfektan humidifier dapat berbahaya karena uap yang mengandung bahan kimia tersebut bila terhirup dalam waktu lama bisa berisiko menyebabkan acute lung injury atau gangguan saluran napas khususnya paru-paru," kata dr Darma pada detikcom, Selasa (14/4/2020).
"Bisa iritasi juga. Iritasi mukosa saluran pernapasan," lanjutnya.
dr Darma menegaskan tidak ada bukti bahwa diffuser antiseptik bermanfaat untuk cegah virus Corona COVID-19.
Viral Video Warga Mamuju Berikan Semangat pada Pasien Diduga Positif Corona
Terpaksa menjalani karantina dan harus dirawat di rumah sakit karena menjadi pasien positif virus Corona membuat banyak orang menjadi khawatir. Terlebih setelah beberapa waktu lalu heboh penolakan dan diskriminasi baik pada pasien bahkan tenaga kesehatan yang menangani COVID-19.
Namun, tentu penolakan tersebut tidak dilakukan oleh semua masyarakat. Video viral yang diunggah oleh akun Twitter @black__valley1 misalnya, menunjukkan masyarakat memberikan dukungan pada pasien virus Corona.
"Salut saya dengan kebersamaan Warga Mamuju, Pasien positif COVID diberikan semangat & dukungan untuk sembuh dan Tidak di kucilkan. HEBAT," tulisnya seperti yang dilihat detikcom, Selasa (14/4/2020).
Dalam video tersebut nampak seorang pasien dibawa oleh ambulans berplat DC, yang tercatat sebagai kode plat kendaraan di wilayah Sulawesi Barat, menuju ke tempat perawatan COVID-19. Terlihat juga segelintir orang yang bersorak-sorai menyemangati pasien.
"Saya minta tolong diberikan motivasi semua. Semangat, cepat sembuh," kata beberapa orang sambil bertepuk tangan.
Video tersebut telah ditonton oleh lebih dari 75 ribu pengguna dan mendapat respon positif dari warganet. Sebagian besar merasa terharu dan berharap perilaku tersebut bisa dicontoh daerah lain.
"Pasien COVID-19 bukanlah aib, mereka sakit dan harus diberi support, dukungan, agar lekas pulih," tulis pengguna lainnya.
Dokter di New York Gunakan Obat Stroke untuk Pasien Virus Corona
Seorang dokter di Rumah Sakit Mount Sinai, New York, hampir putus asa saat mengobati salah satu pasien virus Corona COVID-19. Pasien tersebut mengalami penggumpalan darah hingga menyumbat paru-parunya.
Dokter bernama Hooman Poor akhirnya memutuskan memberikan obat stroke. Obat ini diberikan untuk menghancurkan gumpalan darah yang terjadi pada paru-paru pasien.
"Saat itulah aku memutuskan untuk tidak hanya memberikan obat pengencer darah, tapi juga penghancur gumpalan darah," ujar Dr Poor yang dikutip dari Daily Star.
Dr Poor menggunakan obat bernama tPA (tissue Plasminogen Activator) untuk memecah atau melarutkan gumpalan-gumpalan darah. Obat ini biasanya digunakan untuk penderita stroke.
Ia mencampurkan tPA dengan dosis yang kecil bersama pengencer darah selama 24 jam. Setelah 20 menit injeksi dilakukan, kadar oksigen pada pasien naik tapi itu tidak berlangsung lama.
"Dia sempat membaik. Tapi, kemungkinan setelah dipecahkan, gumpalan (darah) itu terbentuk lagi," kata Dr Poor.
Beberapa hari kemudian pasien meninggal karena adanya komplikasi lain. Keputusan yang diambil Dr Poor cukup ekstrim, mengingat sudah tidak ada waktu lagi untuk menolong pasien yang sakit parah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar