Selasa, 14 April 2020

Catatkan 108 Kasus Baru, China Waspadai Gelombang Kedua Pandemi Corona

 China melaporkan lonjakan kasus positif virus Corona COVID-19 pada Minggu (12/4/2020) dengan 108 kasus baru. Lebih dari 90 persen dari mereka yang terinfeksi datang dari luar China setelah negara-negara mulai mencabut kebijakan lockdown dan pembatasan perjalanan.
Komisi Kesehatan Nasional China, pada Senin (13/4/2020) mengatakan bahwa 98 dari 108 kasus baru tersebut merupakan kasus impor dan merupakan rekor tertinggi seperti dilansir The Sun. Sekitar 61 persen kasus baru tersebut tidak menunjukkan gejala.

Puncak penularan virus Corona di China diketahui terjadi pada 12 Februari lalu yang mencatatkan 15.000 kasus baru setelah ikut memasukkan pasien dengan gejala klinis sebagai kasus terkonfirmasi. Jumlah ini terbesar sejak wabah dimulai Di Wuhan pada akhir Desember tahun lalu.

Setelah itu jumlah infeksi harian di seluruh China menurun drastis. Namun pada Minggu (12/4/2020) terjadi peningkatan signifikan dengan 108 kasus baru, tertinggi sejak 5 Maret.

Bulan ini, China mulai membuka lockdown dan meredakan pembatasan untuk mengembalikan ekonominya. Tetapi sekarang ada kekhawatiran bahwa peningkatan kasus impor yang dapat memicu gelombang kedua virus Corona COVID-19 di China dan kembali membuat keadaan lumpuh seperti sebelumnya.

Dari 108 kasus baru, hampir setengahnya melibatkan warga China yang kembali dari sebuah Distrik Federal Timur Rusia. Saat ini daerah tersebut menjadi pusat penularan virus Corona baru di China.

TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation Galang Donasi Lawan Corona

Virus corona menjadi pandemi di berbagai belahan dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang sedang berjuang menangkal, membebaskan diri, dan memulihkan kondisi kembali.
Mari kita membahu melengkapi kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis di beberapa rumah sakit atau berkontribusi berbagi logistik kebutuhan para pihak yang membutuhkan di tengah pandemi ini.

Siapapun bisa ikut berdonasi.

Bersama TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation kita lawan ancaman virus corona.

Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening DOMPET AMAL TRANSMEDIA
Bank Mega: 01 074 00 11 111 889
Bank Mega Syariah: 10 000 100 100 100 4
Bank BNI: 70 123 70 321
Bank BCA: 375 0500 888
Bank Mandiri: 127 0000 2 7777 0
Bank BRI: 034 10 100 1617 301

Sekecil apapun bantuan anda, jika dilakukan bersama akan mampu membuat Indonesia kembali pulih.

Berikut jumlah donasi yang sudah masuk per 14 April 2020:

Bank Mega = 52.737.500
Bank BCA = 445.101.552
Bank Mandiri = 245.546.009
Bank BNI = 132.347.182
Bank Mega Syariah = 4.187.124
Bank BRI = 94.908.939
TOTAL PENERIMAAN = 974.828.307
TOTAL PENGELUARAN = 249.003.500
SALDO = 725.824.807




#CTARSAFOUNDATION
#TRANSMEDIA
#BersamaLawanCorona
#MediaLawanCOVID19
#COVID19
#IndonesiaPulih
#DonasiCorona

Kata Dokter Soal Video Viral Diffuser Antiseptik Bisa Cegah Corona

Video selebgram Dinda Shafay yang menunjukkan cara membuat diffuser antiseptik untuk cegah virus Corona viral di media sosial. Dalam video, Dinda mencampurkan air minum dalam kemasan dengan cairan antiseptik.
Diffuser sendiri adalah alat yang umumnya digunakan untuk melembabkan udara sekaligus mengharumkan ruangan. Cara kerjanya yaitu dengan 'menguapkan' air dicampur dengan minyak atsiri atau minyak esensial (essential oil).

Spesialis kulit Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, dari DNI Skin Centre menjelaskan apa yang dilakukan sang selebgram berbahaya. Ini karena cairan antiseptik sebetulnya digunakan untuk luar tubuh.

"Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Korea, penggunaan desinfektan humidifier dapat berbahaya karena uap yang mengandung bahan kimia tersebut bila terhirup dalam waktu lama bisa berisiko menyebabkan acute lung injury atau gangguan saluran napas khususnya paru-paru," kata dr Darma pada detikcom, Selasa (14/4/2020).

"Bisa iritasi juga. Iritasi mukosa saluran pernapasan," lanjutnya.

dr Darma menegaskan tidak ada bukti bahwa diffuser antiseptik bermanfaat untuk cegah virus Corona COVID-19.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar