Kepulauan Hawaii tak cuma indah tapi juga unik. Salah satunya adalah Molokini, pulau yang bentuknya huruf U.
Pulau Molokini berada di antara Maui dan Kaho'owale. Pulau ini jadi salah satu surga bawah laut Hawaii.
Jarak Pulau Molokini dengan Maui hanya 3 km saja. Ada banyak operator tur di Hawaii seperti Molokini Creater atau Pride of Maui, yang menjual paket diving, snorkeling atau wisata cruise ke Molokini.
Di bawah lautnya ada tebing setinggi 91 meter yang dipenuhi terumbu karang. Keanekaragaman ikan, paus, anjing laut dan penyu di bawah lautnya benar-benar surga.
Namun yang membuat pulau ini begitu tersohor adalah keunikan bentuknya. Pulau ini melengkung bagaikan huruf U. Pulau ini berwarna coklat sehingga terlihat kontras dengan birunya lautan.
Luas pulau Molokini yaitu sekitar 31 hektar. Meski sebagai destinasi, Pulau Molokini tak berpenghuni dan tak memiliki penginapan.
Rupanya Molokini merupakan pulau vulkanik. Sehingga tidak cocok untuk ditinggali. Karakteristik pulaunya pun tak rata alias tebing curam.
Meski terkenal dengan bentuknya seperti huruf U, dari sisi lain Molokini terlihat seperti bulan sabit atau huruf C. Molokini sungguhlah indah dari ketinggian.
Untuk saat ini, Hawaii menutup semua jalur untuk wisatawan. Wisatawan yang datang akan terlebih dahulu dikarantina 14 hari untuk mencegah pandemi Corona.
Kamu yang berencana untuk menikmati Molokini sehabis Corona bisa menyewa perahu atau cruise. Beberapa perusahaan perahu seperti Kai Anela dan Redline Rafting yang berangkat dari Kihei Boat Ramp, serta Trilogy dan Four Winds II dari Maalela Harbour.
Mengenal Masjid Maria Bunda Yesus di Abu Dhabi
Sebuah masjid di Abu Dhabi mengundang banyak perhatian. Masjid ini mengubah namanya menjadi Maria Bunda Yesus.
Kota Abu Dhabi menjadi salah satu yang berpengaruh di UEA. Sebagai salah kota negara islam, Abu Dhabi memiliki rasa toleransi yang tinggi.
Hal ini terwujud dari kebijakan HH Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA mengganti nama sebuah masjid.
Putra Mahkota memutuskan untuk mengganti nama Mohammed Bin Zayed Mosque menjadi Mariam Umm Eisa atau Maria Bunda Yesus.
Mohammed Bin Zayed Mosque sendiri dikenal luas karena keindahannya. Walau tak semegah Masjid Sheikh Zayed, namun Mohammed Bin Zayed Mosque pun tak kalah indah.
Melihat banyaknya kunjungan umat agama lain ke masjid ini, Putra Mahkota pun mengganti nama masjid tersebut sebagai wujud toleransi.
Nama Mariam Umm Eisa dipilih untuk mempererat hubungan sosial antara pemeluk Islam dan kristen. Nama Maryam sendiri disebutkan dalam Al Quran, yang mana ada Surat Maryam.
Umm Eisa sendiri dalam Islam merujuk pada Siti Maryam ibunya Nabi Isa. Sedangkan dalam ajaran Nasrani, Isa diyakini sebagai Yesus.
Hal ini pun menuai banyak pujian oleh pihak gereja-gereja Kristen di Abu Dhabi. Disebut, sebagai suatu bukti keharmonisan.
Tak sekedar mengganti nama masjid, UEA juga menujuk Menteri Toleransi Negara. Ini sebagai promosi keharmonisan antar umat beragama di UEA.
Penggantian nama masjid ini untuk memerangi kefanatikan, ekstremisme, dan rasisme dengan menyebarkan nilai-nilai toleransi, perdamaian dan koeksistensi.
Tak sampai di situ, HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden UEA dan Penguasa Dubai, menulis surat terbuka yang kuat yang menyatakan bahwa diskriminasi tidak akan terjadi di UEA.
"Kami tidak membedakan satu sama lain di UEA, kami juga tidak menggunakan ras atau kebangsaan untuk saling mendiskriminasi; kita melihat semua orang sama, seperti Tuhan menciptakan kita. Tidak ada preferensi atau prestasi yang diberikan kepada siapa pun kecuali mereka yang bekerja dengan rajin, menghormati undang-undang dan konstitusi kita dan berkontribusi pada bangsa kita," tulis HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar