Sabtu, 11 April 2020

Mengenal Masjid Maria Bunda Yesus di Abu Dhabi

Sebuah masjid di Abu Dhabi mengundang banyak perhatian. Masjid ini mengubah namanya menjadi Maria Bunda Yesus.

Kota Abu Dhabi menjadi salah satu yang berpengaruh di UEA. Sebagai salah kota negara islam, Abu Dhabi memiliki rasa toleransi yang tinggi.

Hal ini terwujud dari kebijakan HH Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA mengganti nama sebuah masjid.

Putra Mahkota memutuskan untuk mengganti nama Mohammed Bin Zayed Mosque menjadi Mariam Umm Eisa atau Maria Bunda Yesus.

Mohammed Bin Zayed Mosque sendiri dikenal luas karena keindahannya. Walau tak semegah Masjid Sheikh Zayed, namun Mohammed Bin Zayed Mosque pun tak kalah indah.

Melihat banyaknya kunjungan umat agama lain ke masjid ini, Putra Mahkota pun mengganti nama masjid tersebut sebagai wujud toleransi.

Nama Mariam Umm Eisa dipilih untuk mempererat hubungan sosial antara pemeluk Islam dan kristen. Nama Maryam sendiri disebutkan dalam Al Quran, yang mana ada Surat Maryam.

Umm Eisa sendiri dalam Islam merujuk pada Siti Maryam ibunya Nabi Isa. Sedangkan dalam ajaran Nasrani, Isa diyakini sebagai Yesus.

Hal ini pun menuai banyak pujian oleh pihak gereja-gereja Kristen di Abu Dhabi. Disebut, sebagai suatu bukti keharmonisan.

Tak sekedar mengganti nama masjid, UEA juga menujuk Menteri Toleransi Negara. Ini sebagai promosi keharmonisan antar umat beragama di UEA.

Penggantian nama masjid ini untuk memerangi kefanatikan, ekstremisme, dan rasisme dengan menyebarkan nilai-nilai toleransi, perdamaian dan koeksistensi.

Tak sampai di situ, HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden UEA dan Penguasa Dubai, menulis surat terbuka yang kuat yang menyatakan bahwa diskriminasi tidak akan terjadi di UEA.

"Kami tidak membedakan satu sama lain di UEA, kami juga tidak menggunakan ras atau kebangsaan untuk saling mendiskriminasi; kita melihat semua orang sama, seperti Tuhan menciptakan kita. Tidak ada preferensi atau prestasi yang diberikan kepada siapa pun kecuali mereka yang bekerja dengan rajin, menghormati undang-undang dan konstitusi kita dan berkontribusi pada bangsa kita," tulis HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Kebun Bunga Ini di Mana ya?

 Jepang punya banyak kebun bunga indah. Salah satunya di Ibaraki, Hitachi Seaside Park.

Negara yang terkenal dengan kesibukannya tidak hanya menyimpan kemoderenan gedung-gedung yang tinggi, terdapat juga wisata alam yang tidak boleh dilewatkan. Liburan ke Tokyo saat pandemi Corona berakhir nanti, sempatkanlah untuk mengunjungi lautan bunga di Hitachi Seaside Park.

Di tempuh dengan waktu kurang lebih sekitar dua jam dari pusat kota Tokyo, kita akan sampai di Hitachi Seaside Park yang berada di Prefektur Ibaraki.

Taman dengan luas kurang lebih 200 hektar ini dibangun sejah tahun 1991. Sebelum dibangun taman ini, Prefektur Ibaraki merupakan pusat pelatihan militer. Untuk mengubah image tersebut, maka tercetuslah ide untuk mendirikan taman ditempat ini.

Terdapat jutaan bunga yang ditanam di taman ini salah satu bunga yang sangan terkenal adalah nemophila. Selain menikmati hamparan bunga yang luas, Hitachi Seaside Park juga dilengkapi dengan taman hiburan mini, lintasan sepeda bagi mereka yang ingin menikmati keindahan taman dengan bersepeda dan yang pasti jalur pejalan kaki.

Semua waktu untuk mengunjungi tempat ini adalah waktu yang terbaik. Karena bunga disini akan selalu bermekaran dan setiap musim taman ini menyuguhkan jenis bunga yang berbeda-beda.

Salah satu yang terkenal adalah Nemophila yang biasanya bermekaran di bulan April akhir hingga pertengahan Mei (awal musim panas). Beberapa jenis bunga ini bermekaran di musim-musim yang berbeda.

Pada musim semi pengunjung akan disuguhkan dengan hamparan bunga tulip, pada musim panas pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan bunga zinnia, dan pada musim gugur pengunjung akan disuguhkan dengan keindahan bunga kochia dan juga bunga cosmos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar