Sabtu, 11 April 2020

Kisah Peternakan Mayat Manusia

Peternakan hewan itu biasa. Tapi di Amerika Serikat ada tempat yang ngeri bernama peternakan mayat.

Inilah Freeman Center, sebuah wilayah di Freeman Center, di Freeman Ranch, San Marcos dan Wimberly di Texas, Amerika Serikat. Freeman Center adalah peternakan milik Harorld M 'Harry' Freeman dan saudaranya Joe.

Peternakan ini sangat hijau dan dialiri oleh sungai. Bisa dibilang peternakan ini negeri impian bagi para hewan.

Namun tahun 2008, peternakan ini muncul ke publik. Rupanya pihak pengelola peternakannya meminjamkan tanah seluas 26 hektar kepada Texas State University, suatu universitas di San Marcos.

Tanah tersebut diurus oleh The Forensic Anthropology Research Facility (FARF), tanah seluas 26 hektar kemudian diberi nama Freeman Center. Freeman Center dijadikan peternakan mayat.

Di peternakan ini, mayat-mayat dari hewan hingga manusia diletakkan di tanah. Semua bangkai akan diteliti soal dekomposisi atau pembusukkan bakteri dan lainnya.

Freeman Center telah menerima lebih dari 50 mayat manusia yang disumbangkan dan diteliti. Puluhan bangkai binatang seperti burung, kuda sampai banteng juga ada sini.

Penelitian ini nantinya bakal berguna bagi para ahli forensik dan ilmuwan-ilmuwan biologi. Khusus bagi ahli forensik, penelitian di Freeman Center akan lebih memudahkan kerja mereka ketika mengurus suatu jenazah korban pembunuhan. Sehingga, jenazah mudah teridentifikasi dan pelaku cepat tertangkap.

Dalam foto-foto yang beredar, terlihat berbagai mayat tergeletak di atas tanah. Mayat manusia pun tampak terlihat menyeramkan, ada yang kulitnya terlihat hitam bahkan sudah ada yang hanya berupa tulang belulang.

Menariknya, beberapa kali rusa-rusa sering masuk ke wilayah penelitian tersebut. Bahkan para peneliti dibuat kaget, beberapa rusa memakan sisa-sisa jasad manusia atau hewan lainnya. Itu pun bakal jadi bahan penelitian lebih lanjut.

Beberapa jenazah pun ditutupi kerangkeng besi supaya tidak dirusak binatang lain. Kebanyakan peneliti yang datang ke sana, pasti pernah merasakan mual hingga muntah-muntah.

Namun ingat, Freeman Center tidak dibuka untuk umum. Para pengunjung yang mau datang harus menghubungi Freeman Center Office dan Texas State University terlebih dulu. Setelahnya, barulah diputuskan apakah boleh masuk ke dalamnya atau tidak. Pun ketika di dalam, harus ditemani pihak pemandu.

Freeman Center sudah terkenal sebagai peternakan mayat dan masuk dalam daftar tempat-tempat paling seram di dunia. Namun mayat-mayat di sana bukanlah untuk hal mistis, tetapi untuk ilmu pengetahuan.

Pulau Unik yang Berbentuk Huruf U

Kepulauan Hawaii tak cuma indah tapi juga unik. Salah satunya adalah Molokini, pulau yang bentuknya huruf U.

Pulau Molokini berada di antara Maui dan Kaho'owale. Pulau ini jadi salah satu surga bawah laut Hawaii.

Jarak Pulau Molokini dengan Maui hanya 3 km saja. Ada banyak operator tur di Hawaii seperti Molokini Creater atau Pride of Maui, yang menjual paket diving, snorkeling atau wisata cruise ke Molokini.

Di bawah lautnya ada tebing setinggi 91 meter yang dipenuhi terumbu karang. Keanekaragaman ikan, paus, anjing laut dan penyu di bawah lautnya benar-benar surga.

Namun yang membuat pulau ini begitu tersohor adalah keunikan bentuknya. Pulau ini melengkung bagaikan huruf U. Pulau ini berwarna coklat sehingga terlihat kontras dengan birunya lautan.

Luas pulau Molokini yaitu sekitar 31 hektar. Meski sebagai destinasi, Pulau Molokini tak berpenghuni dan tak memiliki penginapan.

Rupanya Molokini merupakan pulau vulkanik. Sehingga tidak cocok untuk ditinggali. Karakteristik pulaunya pun tak rata alias tebing curam.

Meski terkenal dengan bentuknya seperti huruf U, dari sisi lain Molokini terlihat seperti bulan sabit atau huruf C. Molokini sungguhlah indah dari ketinggian.

Untuk saat ini, Hawaii menutup semua jalur untuk wisatawan. Wisatawan yang datang akan terlebih dahulu dikarantina 14 hari untuk mencegah pandemi Corona.

Kamu yang berencana untuk menikmati Molokini sehabis Corona bisa menyewa perahu atau cruise. Beberapa perusahaan perahu seperti Kai Anela dan Redline Rafting yang berangkat dari Kihei Boat Ramp, serta Trilogy dan Four Winds II dari Maalela Harbour.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar