Senin, 13 April 2020

PPNI Kecam Penolakan Pemakaman Jenazah Perawat di Semarang

 Hingga kemarin (9/4/2020), total sudah ada sepuluh perawat di Indonesia yang dilaporkan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) meninggal dunia dalam menjalankan tugas kemanusiaan menghadapi pandemi virus Corona COVID-19 di Indonesia. Salah satu yang dilaporkan adalah perawat berinisial NK dari RS Kariadi Semarang.
Dalam siaran pers yang diterima detikcom disebutkan bahwa perawat NK yang wafat pada Jumat (10/4/2020) pagi hari ditolak warga setempat untuk dimakamkan di Ungaran, Jawa Tengah.

"Terpaksa jenazah perawat NK dikembalikan ke kamar jenazah RS Kariadi Semarang, dan baru selesai dimakamkan malamnya di tempat pemakaman yang ketiga yaitu pemakaman keluarga pegawai RS Kariadi Semarang," tulis siaran pers PPNI.

PPNI mengecam keras penolakan jenazah yang dilakukan oleh oknum-oknum warga yang disebut tidak memiliki rasa kemanusiaan. Menurut PPNI, warga cenderung melawan hukum dengan memberi stigma negatif dan diskriminasi terhadap almarhumah perawat NK yang gugur dalam tugas kemanusiaan.

"Kami TEGASKAN bahwa jenazah almarhum NK dipastikan telah dilakukan perawatan dan pemulasaran jenazah sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditentukan, jadi TIDAK BERALASAN untuk MENOLAK, MEMBERIKAN STIGMA NEGATIF yang berlebihan kepada almarhum sejawat kami yang gugur sebagai pahlawan kemanusiaan," tegas PPNI melalui siaran persnya.

Dalam siaran pers tersebut, PPNI mendesak aparat dapat menjami keselamatan dan kamanan para perawat yang bertugas. PPNI juga mendesak penegak hukum untuk mengusut penolakan, stigmatisasi, kriminalisasi yang menimpa almarhum perawat NK.

Meningitis atau Radang Selaput Otak, Bisa Disebabkan oleh Makanan?

 Meningitis menjadi penyakit yang diderita oleh Glenn Fredly sebelum akhirnya berpulang pada Rabu (08/04). Lalu apa itu penyakit meningitis? Dan apakah makanan bisa jadi salah satu penyebabnya?
Meningitis atau radang selaput otak merupakan infeksi cairan otak yang disertai dengan peradangan. Penyakit meningitis bisa disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan tertentu atau perawatan medis. Penyakit radang seperti lupus, beberapa jenis kanker atau cedera traumatis pada kepala atau tulang belakang. Namun penyebab yang paling sering terjadi adalah infeksi oleh virus, bakteri, parasit atau jamur.

Gejala meningitis:
- Demam tinggi secara tiba-tiba
- Sakit kepala parah
- Leher kaku
- Kejang
- Gangguan tidur, ingin tidur terus dan sulit bangun
- Sensitif terhadap cahaya

Bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis dapat menyebar melalui batuk, bersin, ciuman atau berbagi peralatan makan, sikat gigi dan rokok.

Vaksin untuk pencegahan meningitis untuk anak hingga dewasa

1. Vaksin Haemophilus influenzae tipe b (HiB)


Hib adalah vaksin yang direkomendasikan untuk anak berusia sekitar dua bulan. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk beberapa orang dewasa, termasuk orang dengan HIV/AIDS dan yang tidak memiliki limpa.

Di Indonesia, HiB diberikan sebanyak empat kali berturut-turut pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan dosis terakhir pada usia 18 bulan. Konsultasikan dengan dokter, Posyandu, Puskesmas, atau layanan kesehatan lainnya.

2. Vaksin pneumokokus (PCV13)


PCV13 juga merupakan vaksin yang diberikan untuk mencegah infeksi kuman pneumokokus yang menyebabkan pneumonia, radang telinga, dan meningitis.

PCV13 diberikan pada anak-anak antara usia 2-5 tahun.

3. Vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23)


Vaksin PPSV23 diberikan pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa yang membutuhkan perlindungan dari bakteri pneumokokus.

Makanan Penyebab Meningitis
Meningitis bakterial bisa saja menyerang ketika kita mengonsumsi makanan yang mengandung Listeria monocytogenes.

Sumber penularannya bisa melalui susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang sempurna, sayuran mentah, daging ayam olahan, ikan mentah hingga ikan asap.

Dikutip dalam Winona Daily News, konsumsi makanan yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes awalnya akan menyebabkan keracunan makanan.

Akan tetapi berbeda dengan keracunan akibat Salmonella atau bakteri lainnya yang umumnya hanya menimbulkan sakit pencernaan selama beberapa jam atau hari. Infeksi Listeria monocytogenes lebih berbahaya karena bisa terjadi selama beberapa minggu sebelum gejalanya muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar