Seorang wanita asal Inggris menjalani karantina di sebuah hotel mewah berbintang lima di Malaysia. Namun bukannya merasa nyaman, ia menceritakan dirinya seperti merasa depresi.
Menurut laporan Free Malaysia Today, wanita bernama Alice ini tiba di Malaysia pada Minggu (5/4/2020) pagi. Setibanya di Malaysia, ia segera disemprot disinfektan dan diwawancarai oleh petugas kesehatan setempat.
Wanita berusia 36 tahun ini lalu diantar sebuah bus dari bandara yang menjemput 25 penumpang lainnya ke hotel bintang lima di Petaling Jaya, Malaysia. Kemudian mereka ditugaskan untuk mengisolasi diri di kamar masing-masing.
Dalam wawancaranya dengan FMT, ia mengatakan kamarnya seolah seperti penjara tanpa kartu kunci. "Aku berharap mereka akan membiarkan kita berjalan menyusuri koridor dari waktu ke waktu, supaya kita bisa berolahraga," ungkapnya.
Menurutnya, mereka yang dikarantina di hotel tersebut tidak diizinkan meninggalkan kamar mereka dan tidak ada layanan kamar apapun. Makanan dibiarkan di luar pintu tetapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana setempat mengizinkan mereka memesan makanan di luar waktu makan yang ditetapkan.
Alice pun mengatakan makanan yang diterimanya tidak segar dengan sayuran layu dan buah yang dipotong dadu dari kaleng. Mereka semua diberi tujuh botol air dan diberi tahu bahwa itu akan diisi kembali dalam seminggu.
"Dengan hanya lima saluran di TV, sebagian besar di antaranya adalah saluran berita yang membahas tentang coronavirus, saya pikir saya menjadi depresi," ungkapnya.
Alice mengungkapkan alasan utama dia kembali ke Malaysia adalah karena dia tidak memiliki kerabat di Inggris dan ayahnya khawatir tentang kondisinya di sana seiring dengan meningkatnya jumlah kasus virus Corona COVID-19. Dia juga ingin bersama ayahnya yang berusia 71 tahun.
PPNI Kecam Penolakan Pemakaman Jenazah Perawat di Semarang
Hingga kemarin (9/4/2020), total sudah ada sepuluh perawat di Indonesia yang dilaporkan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) meninggal dunia dalam menjalankan tugas kemanusiaan menghadapi pandemi virus Corona COVID-19 di Indonesia. Salah satu yang dilaporkan adalah perawat berinisial NK dari RS Kariadi Semarang.
Dalam siaran pers yang diterima detikcom disebutkan bahwa perawat NK yang wafat pada Jumat (10/4/2020) pagi hari ditolak warga setempat untuk dimakamkan di Ungaran, Jawa Tengah.
"Terpaksa jenazah perawat NK dikembalikan ke kamar jenazah RS Kariadi Semarang, dan baru selesai dimakamkan malamnya di tempat pemakaman yang ketiga yaitu pemakaman keluarga pegawai RS Kariadi Semarang," tulis siaran pers PPNI.
PPNI mengecam keras penolakan jenazah yang dilakukan oleh oknum-oknum warga yang disebut tidak memiliki rasa kemanusiaan. Menurut PPNI, warga cenderung melawan hukum dengan memberi stigma negatif dan diskriminasi terhadap almarhumah perawat NK yang gugur dalam tugas kemanusiaan.
"Kami TEGASKAN bahwa jenazah almarhum NK dipastikan telah dilakukan perawatan dan pemulasaran jenazah sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditentukan, jadi TIDAK BERALASAN untuk MENOLAK, MEMBERIKAN STIGMA NEGATIF yang berlebihan kepada almarhum sejawat kami yang gugur sebagai pahlawan kemanusiaan," tegas PPNI melalui siaran persnya.
Dalam siaran pers tersebut, PPNI mendesak aparat dapat menjami keselamatan dan kamanan para perawat yang bertugas. PPNI juga mendesak penegak hukum untuk mengusut penolakan, stigmatisasi, kriminalisasi yang menimpa almarhum perawat NK.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar