Senin, 13 April 2020

Gaya Hidup Sehat yang Dianjurkan untuk Cegah Risiko Kanker

Pasien kanker harus terus menerapkan pola hidup sehat saat menjalani pengobatan agar proses pemulihan tetap berjalan dengan baik. Apalagi, di tengah pandemi COVID-19, pasien kanker disebut menjadi salah satu orang yang rentan terinfeksi virus ini.
Menjaga daya tahan tubuh dengan tetap hidup bersih dan sehat menjadi upaya agar terhindar dari COVID-19. Dan untuk mengurangi risiko kanker pun, hal pertama yang harus diubah adalah gaya hidup. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker.

Hindari Rokok

Mengonsumsi tembakau, terlebih rokok, bisa meningkatkan risiko terkena kanker seperti kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, laring, pankreas, kandung kemih, leher rahim dan ginjal. Oleh karena itu, menghindari tembakau atau memutuskan untuk berhenti menggunakannya merupakan adalah bagian penting dari pencegahan kanker.

Makan Makanan yang Sehat

Meskipun mengonsumsi makanan sehat tidak sepenuhnya menjamin pencegahan kanker, tapi itu bisa mengurangi risiko terkena kanker. Makan banyak buah, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan selain dapat menjaga tubuh tetap sehat juga bisa menurunkan risiko obesitas. Mempertahankan berat badan yang sehat dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, prostat, paru-paru, usus besar, dan ginjal.

Hindari Alkohol

Mengonsumsi alkohol juga ternyata bisa meningkatkan risiko kanker seperti kanker payudara, usus besar, paru-paru, ginjal, dan hati. Agar mengurangi risiko kanker, cobalah untuk mengurangi jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Dapatkan Vaksinasi

Pencegahan kanker termasuk perlindungan dari infeksi virus tertentu. Hepatitis B dapat meningkatkan risiko terkena kanker hati. Vaksin hepatitis B direkomendasikan untuk orang dewasa tertentu yang berisiko tinggi seperti orang dewasa yang aktif secara seksual.

Selain pencegahan risiko kanker dengan gaya hidup sehat, perlu juga antisipasi biaya yang akan keluar jika terjadi sakit. Salah satunya dari Grab yang memberikan penawaran perlindungan diri dari kanker, stroke, dan serangan jantung yang bertujuan untuk membantu meringankan biaya medis. Bagi para penderita kanker, nantinya Grab akan membantu mendanai Rp 100 juta untuk biaya medis.

Bagaimana caranya? Kamu bisa buka aplikasi Grab dan mengisi data untuk bergabung bersama komunitas. Nantinya, setiap bulan kamu hanya perlu membayar Rp 25.000 saja. Dana ini akan dikumpulkan dengan kontribusi anggota lain di dana komunitas. Nah, jika Anda didiagnosis penyakit kritis, kamu bisa mengklaim dana tersebut dan mendapatkan tunai Rp 100 juta.

Namun, jika dana tersebut tidak kunjung diklaim, Anda bisa mendapatkan cashback dari sisa saldo dana. Selain kanker, stroke, dan jantung, perlindungan dari Grab ini juga bisa melindungi Anda dari 37 penyakit kritis lainnya.

Jalani Karantina di Hotel Bintang Lima, Wanita Ini Malah Merasa Depresi

Seorang wanita asal Inggris menjalani karantina di sebuah hotel mewah berbintang lima di Malaysia. Namun bukannya merasa nyaman, ia menceritakan dirinya seperti merasa depresi.
Menurut laporan Free Malaysia Today, wanita bernama Alice ini tiba di Malaysia pada Minggu (5/4/2020) pagi. Setibanya di Malaysia, ia segera disemprot disinfektan dan diwawancarai oleh petugas kesehatan setempat.

Wanita berusia 36 tahun ini lalu diantar sebuah bus dari bandara yang menjemput 25 penumpang lainnya ke hotel bintang lima di Petaling Jaya, Malaysia. Kemudian mereka ditugaskan untuk mengisolasi diri di kamar masing-masing.

Dalam wawancaranya dengan FMT, ia mengatakan kamarnya seolah seperti penjara tanpa kartu kunci. "Aku berharap mereka akan membiarkan kita berjalan menyusuri koridor dari waktu ke waktu, supaya kita bisa berolahraga," ungkapnya.

Menurutnya, mereka yang dikarantina di hotel tersebut tidak diizinkan meninggalkan kamar mereka dan tidak ada layanan kamar apapun. Makanan dibiarkan di luar pintu tetapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana setempat mengizinkan mereka memesan makanan di luar waktu makan yang ditetapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar