Kamis, 16 April 2020

Donald Trump Akan Setop Dana ke WHO, Bill Gates: Berbahaya!

 Donald Trump benar-benar akan menghentikan pendanaan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena dianggap kurang bisa mengendalikan wabah virus Corona. Bill Gates pun angkat suara mengenai hal itu.
Melalui akun Twitter miliknya, Co-Founder Microsoft tersebut mengatakan bahwa apa yang dilakukan Trump merupakan hal yang berbahaya mengingat saat ini sedang berlangsung krisis COVID-19 di berbagai belahan dunia.

"Menghentikan dana ke WHO dalam krisis kesehatan dunia itu berbahaya. Mereka bekerja memperlambat penyebaran dari COVID-19 dan jika pekerjaan mereka berhenti, tidak ada organisasi yang bisa menggantikan mereka. Dunia butuh @WHO lebih dari sebelumnya," tulisnya.


Bill Gates
@BillGates
Halting funding for the World Health Organization during a world health crisis is as dangerous as it sounds. Their work is slowing the spread of COVID-19 and if that work is stopped no other organization can replace them. The world needs @WHO now more than ever.

305 rb
12.17 - 15 Apr 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
135 rb orang memperbincangkan tentang ini

Baca juga: Corona Melanda, Harta Jeff Bezos Malah Tambah Rp 375 T
Cuitan dari suami Melinda Gates itu mendapat respon besar dari warganet. Sejumlah 8,7 ribu tweet dan 32 ribu like ditorehkan. Ada yang setuju, ada pula yang kontra terhadap opini Gates. "Tidak lagi mendanai WHO sama seperti memangkas anggaran tentara saat kalah perang," tulis seorang pendukung.

"Bisakah kita percaya pada Bill Gates?" tulis seseorang di kolom komentar yang kemudian dibalas "tidak akan!" oleh lainnya, yang berarti mereka tidak setuju dengan Tweet Bill Gates.

"Tuan Gates, saya setuju dengan Anda tentang WHO yang melakukan tugasnya & peran Organisasi Internasional dengan benar. Sedihnya, WHO hanya melayani pemerintah China, tetapi tidak semua negara lain," netizen lain menimpali.

"Warga Nigeria butuh @WHO," kata @prettyeyo.

Melalui akun Twitter resmi White House yang di-retweet oleh presiden ke-45 Amerika Serikat itu, sepertinya ucapan Trump untuk berhenti mendanai WHO bukan sekadar gertakan.

Warga Belanda Tak Suka Tutup Tirai Jendela, Pamer atau...?

Warga Belanda memiliki tradisi tak menutup tirai jendela rumah di malam hari sehingga aktivitas mereka bisa ditonton dari luar. Mereka sama sekali tak merasa risih.
Kebiasaan itu sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, sejumlah rumah di Amsterdam atau kota-kota kecil lain tak memiliki tirai.

Tak diketahui secara pasti awal munculnya jendela-jendela tak bertirai di Belanda. Tradisi itu bahkan dinilai tak sesuai dengan kebiasaan warga yang menjaga privasi.

Dikutip CNN Travel, Kamis (16/4/2020) ada sebagian pemerhati berpendapat kebiasaan itu muncul karena anggapan tidak ada yang perlu disembunyikan atau satu lainnya keinginan agar orang lain menyadari ini loh yang aku miliki.

Selain itu, kebiasaan tersebut dikaitkan dengan tradisi keagamaan Calvinisme, yang menegaskan bahwa warga negara yang jujur tidak perlu menyembunyikan apa-apa. Nah, menutup tirai mengindikasikan sebaliknya. Dan dengan membiarkan orang melihat ke dalam, Anda memberi tahu mereka: Lihat, saya orang yang baik!

Keinginan untuk memamerkan harta juga bisa menjadi penjelasan. Ketika standar kehidupan meningkat dari waktu ke waktu, bahan dan interior menjadi kian mewah. Bahkan, sekarang warga suka memamerkan dapur terbuka yang dibuat khusus, sofa desainer atau TV layar datar model terbaru.

Tradisi itu bahkan menjadi konsumsi wisata Amsterdam. Beberapa pemandu kota menjelaskan keterbukaan sebagai cara bisnis dilakukan di masa lalu. Orang akan membiarkan tirai terbuka untuk memamerkan ruangan yang penuh dengan perabot, dekorasi, dan seni terbaik sebagai cara untuk membuktikan kepada pedagang bahwa mereka dapat dipercaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar