Seorang dokter di Rumah Sakit Mount Sinai, New York, hampir putus asa saat mengobati salah satu pasien virus Corona COVID-19. Pasien tersebut mengalami penggumpalan darah hingga menyumbat paru-parunya.
Dokter bernama Hooman Poor akhirnya memutuskan memberikan obat stroke. Obat ini diberikan untuk menghancurkan gumpalan darah yang terjadi pada paru-paru pasien.
"Saat itulah aku memutuskan untuk tidak hanya memberikan obat pengencer darah, tapi juga penghancur gumpalan darah," ujar Dr Poor yang dikutip dari Daily Star.
Dr Poor menggunakan obat bernama tPA (tissue Plasminogen Activator) untuk memecah atau melarutkan gumpalan-gumpalan darah. Obat ini biasanya digunakan untuk penderita stroke.
Ia mencampurkan tPA dengan dosis yang kecil bersama pengencer darah selama 24 jam. Setelah 20 menit injeksi dilakukan, kadar oksigen pada pasien naik tapi itu tidak berlangsung lama.
"Dia sempat membaik. Tapi, kemungkinan setelah dipecahkan, gumpalan (darah) itu terbentuk lagi," kata Dr Poor.
Beberapa hari kemudian pasien meninggal karena adanya komplikasi lain. Keputusan yang diambil Dr Poor cukup ekstrim, mengingat sudah tidak ada waktu lagi untuk menolong pasien yang sakit parah.
Viral Selebgram Buat Cairan Diffuser dengan Antiseptik untuk Cegah Corona
Di media sosial viral video yang menunjukkan selebgram Dinda Shafay membuat cairan diffuser dengan antiseptik. Ramuan tersebut diklaimnya bisa mencegah virus Corona.
"Tips ruangan bersih dari VIRUS/BAKTERI/DEBU!" tulis Dinda dalam video yang ramai dibagikan netizen.
Diffuser sendiri adalah alat yang umumnya digunakan untuk melembabkan udara sekaligus mengharumkan ruangan. Cara kerjanya yaitu dengan 'menguapkan' air dicampur dengan minyak atsiri atau minyak esensial (essential oil).
Dalam video viral, beberapa netizen menyebut penggunaan cairan antiseptik untuk bahan diffuser ini berbahaya bila terhirup. Ada juga yang kritis bahwa uap dari cairan tersebut bisa dipakai untuk melawan virus Corona.
"Ga abis pikir. Followers dia banyak loh. Bukannya mengedukasi hal yang benar, dicari tau validitasnya, eh malah kasih tips-tips yang ngasih manfaat engga datengin bahaya iya. Somebody please remind her," komentar salah satu pengguna Twitter.
Satu video Dinda yang diunggah di Twitter pada Minggu (12/4/2020) lalu hingga kini sudah ditontoh lebih dari 1,2 juta kali.
Sebaran 282 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 14 April
Pemerintah mengumumkan penambahan 218 kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia pada Selasa (14/4/2020). Total secara akumulatif tercatat 4.839 kasus positif, 426 sembuh, dan 459 meninggal.
"Mari kita sama-sama terus memerangi Corona ini. PSBB sudah diterapkan di 10 kota, semua ini dilakukan untuk memutus terjadinya penularan ke orang yang satu dengan lain dengan membatasi aktivitasnya," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, Selasa (16/4/2020).
Pasien yang sembuh mengalami penambahan 46 kasus menjadi 426, sedangkan yang meninggal bertambah 60 menjadi 459.
Sebaran 282 kasus baru positif virus corona pada Selasa (16/4/2020) adalah sebagai berikut.
Bali 6 kasus
Banten 4 kasus
DI Yogyakarta 5 kasus
DKI Jakarta 130 kasus
Jambi 1 kasus
Jawa Tengah 75 kasus
Jawa Timur 35 kasus
Kalimantan Selatan 3 kasus
Kepulauan Riau 5 kasus
Sumatera Selatan 1 kasus
Sumatera Barat 3 kasus
Sumatera Utara 5 kasus
Sulawesi Selatan 9 kasus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar