Kamis, 09 April 2020

Bandara pun Berubah Jadi Kota Hantu

Wabah virus Corona yang masih merebak memberi dampak yang besar pada industri penerbangan. Bandara-bandara terlihat kosong dan menjadi seperti kota hantu.
Pemandangan bandara yang jadi kota hantu bisa kita lihat di San Francisco, AS. Bandara International San Francisco yang biasanya sangat sibuk menurut TV lokal, KRON, jadi persis seperti kota hantu.

Pergerakan pesawat terlihat minim. Hanya ada bus dan trem yang masih beroperasi namun penumpangnya bisa dihitung dengan jari. Di dalam terminal pemandangannya pun sama, tidak banyak orang lalu lalang, Hanya sedikit penumpang. Sesekali hanya terlihat petugas airport, satpam, atau petugas kebersihan serta petugas administrasi dari berbagai maskapai.

Meski demikian melihat papan pengumuman keberangkatan dan kedatangan, masih ada beberapa nomor pesawat penerbangan. Sisanya kosong.

Seperti halnya bandara lain, bandara San Francisco juga sudah mengurangi frekuensi penerbangan. Maskapai seperti Alaska Airlines sudah mengurangi penerbangan sampai 70%, Frontier Airlines malah hampir seluruhnya setop beroperasi yakni 90%. Sedangkan maskapai yang punya hub di San Francisco seperti American Airlines memotong operasi mereka 70 sampai 80 persen, sedangkan United Airlines kabarnya sudah mengurangi penerbangan sampai 60%.

Pengurangan penerbangan ini akan berlanjut selama beberapa pekan atau beberapa bulan ke depan. Pengurangan penerbangan juga praktis mengurangi kegiatan di terminal. Bandara San Francisco sudah menutup gate A begitu juga dengan pos pemeriksaannya. Bagi penumpang penerbangan internasional yang ingin terbang di kala wabah Corona ini hanya diperkenankan masuk lewat gate G.

Imbas Corona, 575 Hotel di Jabar Tutup dan 25 Ribu Karyawan Dirumahkan

Sektor pariwisata di Jawa Barat terkena imbas penyebaran virus Corona atau COVID-19. Berdasarkan laporan, 575 hotel tutup dan ribuan pegawai dirumahkan.
"Banyak sekarang hampir perhotelan saja 575 hotel tutup di Jabar. Itu tutup dengan sendirinya, bukan bangkrut. Karena pasarnya nggak ada," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jabar, Dedi Taufik, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (8/4/2020).

Dedi menuturkan dari ratusan hotel yang tutup tersebut, turut berimbas kepada nasib karyawannya. Menurut Dedi, berdasarkan data yang ada, total ada 25 ribu karyawan yang dirumahkan.

"Kemudian juga karyawannya hampir 25 ribu itu dirumahkan. Dirumahkan untuk sementara, belum ada PHK," ujar Dedi.

Dedi mengatakan tutupnya ratusan hotel ini dikarenakan minimnya jumlah pengunjung karena lebih memilih di rumah. Berdasarkan catatan Disparbud, okupansi atau tingkat hunian hotel turun drastis.

"Memang untuk okupansi hotel sudah turun. Sudah hampir 5 persen, sudah turun banyak. Yang biasanya 50 persen, ini sekarang sudah di bawah okupansinya 5-15 persen," kata dia.

Dia berharap kondisi pandemi virus Corona bisa segera selesai. Sehingga, masa kritis sektor pariwisata khususnya perhotelan bisa kembali dipulihkan.

"Kemudian kita pikirkan nanti, ini sampai kapan titik kritis itu, titik tinggi kritis di mana. Kita harapkan di sektor pariwisata itu Agustus, September, Oktober, November, Desember bisa dipulihkan," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar