Mendengar nama James Bond tentu orang akan langsung ingat agen rahasia dari Inggris. Ternyata, James Bond punya pulau di Thailand. Seperti apa ya pulaunya?
Ingat flim James Bond yang berjudul The Man With the Golden Gun? Tetapi yang kita bahas kali ini bukan tentang filmnya, melainkan sebuah pulau yang ada di Phuket Thailand.
Pulau ini diberi nama 'James Bond Island' dikarenakan pulau ini dijadikan tempat shooting film James Bond, meskipun memiliki nama aslinya Khao Pung Kan.
Bentuknya yang unik dengan ciri khas pemandangan sebuah pulau tebing batu yang menjulang tinggi di tengah laut menjadi spot menarik untuk berfoto.
Untuk bisa sampai ke James Bond Island, maka starting point terdekat adalah dari Phuket, melalui salah satu dermaga yang ada di kota ini. Jadi kita bisa membeli paket tournya saat berada di Phuket karena sudah sangat banyak agen tour lokal di sana yang menawarkan paket ini.
Di sekitar James Bond Island juga sebenarnya terdapat cekungan, dimana pantai di area ini lumayan tenang arusnya. Sebenarnya sih bisa juga untuk berenang ataupun sekedar berendam di tepi pantai ini, hanya saja entah mengapa, saat kunjungan lalu, para turis semuanya dilarang untuk berenang.
Apakah memang air lautnya sedang pasang? ataukah ada sesuatu alasan lainnya? yang jelas kami semua tidak ada yang diperbolehkan berenang.
Selain sisi pantainya, keindahan lainnya yang bisa dinikmati di pulau ini adalah lekukan-lekukan dinding-dinding tebing pulaunya yang membentuk semacam stalagmit dan stalagtit layaknya sedang berada dalam sebuah gua. Juga terdapat beberapa kios yang menyediakan aneka souvenir, makanan ringan dan minuman yang bisa menjadi pilihanmu bersantai sejenak.
Lama Menginap Wisman & Turis Lokal Naik Sepanjang Maret 2020
Tidak semua data statistik pariwisata Indonesia sepanjang Maret 2020 mengalami penurunan. Rata-rata lama menginap tamu asing dan lokal justru mengalami kenaikan.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan lokal pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,83 hari sepanjang bulan Maret 2020.
Menurut data Badan Pusat Statistik yang diterima detikTravel, Kamis (7/5/2020), angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,02 poin jika dibanding rata- rata lama menginap di bulan yang sama tahun 2019 lalu.
Begitu pula jika dibandingkan dengan bulan Februari 2020. Rata-rata lama menginap pada Maret 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,09 poin.
Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing di sepanjang bulan Maret 2020 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu lokal, yaitu masing-masing 3,29 hari dan 1,71 hari.
Jika dirinci di setiap provinsi, rata-rata lama menginap tamu terlama pada bulan Maret 2020 tercatat di Provinsi Bali, yaitu 2,80 hari. Kemudian diikuti Provinsi DKI Jakarta yaitu 2,38 hari, dan Provinsi Sulawesi Barat selama 2,36 hari.
Sedangkan rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,35 hari.
Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap paling lama tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu sebesar 8,35 hari. Sedangkan yang terpendek ada di Provinsi Bengkulu yaitu 1,00 hari.
Sementara itu, rata-rata lama menginap terlama untuk tamu Indonesia tercatat di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 2,36 hari. Sedangkan yang terpendek ada di di Provinsi Sumatera Barat selama 1,32 hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar