Meningkatnya kasus corona di Indonesia dari hari ke hari membuat sebagian orang merasa cemas bahkan stres. Padahal keduanya disebut bisa turunkan imunitas tubuh lho. Mengapa begitu?
Psikiater dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan hormon stres yang disebut kortisol bisa menjadi faktor imunitas tubuh menurun.
"Hormon stres yang muncul karena paparan (informasi) yang berlebihan tentang virus corona COVID-19 tadi, (hormon stres) itu namanya kortisol, kortisol itu menyebabkan kematian sel-sel tubuh," ungkapnya saat dihubungi detikcom Sabtu (28/3/2020).
Menurut dr Lahargo, sikap mental seseorang yang menghadapi fenomena virus corona COVID-19 dengan reaktif juga bisa berujung stres. Misalnya orang tersebut langsung memborong masker dan sembako, sikap reaktif ini lah yang bisa berujung stres.
"Kematian sel-sel tubuh ini yang menyebabkan imunitas atau kekebalan menjadi menurun. Jadi juga ada hormon yang namanya endorfin itu sebenarnya hormon yang bikin gembira, senang, itu menjadi tertekan karena si kortisol ini," tutupnya.
Viral Satu Keluarga Merokok karena Dianggap Bisa Cegah Virus Corona
Laman media sosial Twitter tengah dihebohkan dengan unggahan satu keluarga tengah menghisap rokok sin. Rokok tersebut diyakini keluarga tersebut bisa mencegah mereka terpapar virus corona Covid-19. Pasalnya, aksi merokok tersebut juga dilakukan oleh anak-anak di bawah umur dari anggota keluarga itu.
Video yang diunggah oleh akun @we*dsciet* di Twitter pada Kamis (26/3) memperlihatkan tiga anak kecil, yang dua di antaranya sedang merokok. Selain itu, ada juga tiga perempuan dan satu suara laki-laki.
"Kami menghadang virus corona, kami sekeluarga merokok, Insya Allah mudah-mudahan dengan izin Allah virus COVID-19 terhadang dengan Pr****t 19 (merek rokok) dengan izin Allah, Amin Ya Rabbal Alamin," ujar seorang pria pada video.
Unggahan yang sudah ditonton lebih dari 300 ribu kali itu mengundang pro kontra. Pasalnya keluarga tersebut mengklaim bahwa rokok yang dihisap adalah rokok sin atau rokok herbal.
Namun, meski yang dikonsumsi diklaim rokok herbal, semua rokok tetap menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan terlebih saat wabah virus corona. Disebutkan oleh vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD, dari OMNI Hospitals Pulomas, merokok dapat mempengaruhi imun yang kita butuhkan untuk melawan virus.
"Berhenti atau tidak merokok tidak secara langsung mencegah infeksi COVID-19," kata dr Dirga pada detikcom beberapa waktu lalu.
Namun demikian dr Dirga menegaskan bukan berarti orang yang berhenti merokok bisa sama sekali bebas dari risiko terinfeksi virus corona. Harus dibarengi dengan menjaga kesehatan dan mematuhi anjuran physical distancing.
"Tapi seorang perokok memang lebih rentan terinfeksi atau sakit saluran napas. Rokok menyebabkan gangguan clearance mechanism saluran napas," lanjutnya.
Camilan Sehat yang Ampuh Tunda Lapar
Lapar sebelum jam makan memang sering melanda. Bagi yang ingin ngemil untuk menunda lapar, boleh mencoba makanan multigrain. Makanan multigrain atau makanan yang mengandung lebih dari satu biji-bijian merupakan salah satu makanan yang dapat membuat perut kenyang lebih lama.
Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita menyebut, kulit keras pada gandum dan fiber di dalam makanan multigrain dapat memperlambat metabolisme pemecahan glukosa sehingga akan lebih lama diserap oleh tubuh sebelum menjadi gula dalam darah dan energi, itu akan membuat perut kenyang lebih lama.
"Gandum utuh memiliki serat yang tinggi. Di dalamnya, ada kandungan karbohidrat kompleks yang lebih lama diserap tubuh sebelum diolah menjadi gula dalam darah dan energi, sehingga dapat membuat rasa kenyang lebih lama dan berefek baik untuk mengurangi obesitas," ujar dr Adeline kepada detikHealth, baru-baru ini.
Selain dapat membuat perut kenyang lebih lama, multigrain juga memiliki berbagai macam manfaat kesehatan. Dilansir dari Fitday, makanan multigrain yang terbuat dari biji-bijian mengandung banyak manfaat untuk kesehatan seperti serat, vitamin B, dan zat besi.
dr Adeline pun menambahkan, kulit luar yang keras dari grain yang utuh mengandung mineral, fiber, dan antioksidan. Selanjutnya ada endosperm yang tinggi akan karbohidrat. Sedangkan, bagian benih pada lapisan terdalam memiliki vitamin, protein, dan mineral.
Namun dr Adeline menyebut, grain olahan sudah tidak mengandung nutrisi yang ada pada tiga bahan makanan tersebut, grain yang diolah telah melalui proses yang panjang sehingga nutrisinya hanya pada bagian benihnya saja.
"Apabila ingin mengonsumsi multigrain, sebaiknya konsumsilah dalam kondisi utuh (whole grain) karena jika mengolahnya, nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak dapat dipastikan tetap optimal," lanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar