Penyanyi Adele bikin pangling penggemar dengan penampilan barunya yang lebih langsing. Terlepas dari kontroversi seputar program penurunan berat badan yang dijalaninya, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari transformasi tersebut.
Sebelumnya, Adele dikenal dengan perawakan 'plus size' alias gemuk. Tidak mudah bagi siapapun untuk menurunkan berat badan sebanyak itu, butuh komitmen dan motivasi yang kuat menjalankan program diet dan olahraga secara intensif.
Beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari transformasi Adele antara lain sebagai berikut:
1. Berolahraga lebih keras
Penurunan berat badan tidak didapat begitu saja. Dalam berbagai wawancara, Adele membagikan program latihannya yang memang tidak asal-asalan. Seminggu, ia berolahraga 3 kali, masing-masing selama kurang lebih 60 menit.
"Dia melakukan sesi 60 menit yang mencakup kardio, circuit training, dan Pilates. Dia menemukan rutinitas yang cocok dan dia makin menikmatinya," kata seorang sumber kepada Us Weekly.
2. Menjaga pola makan
Mengatur pola makan adalah bagian sangat penting dalam program mengontrol berat badan, baik menurunkan maupun menaikkan. Sebuah laporan di People menyebut Adele menjalani diet ketat dengan mengurangi minum-minum dan beralih ke 'real food'.
Beberapa media mengabarkan, Adele menerapkan Sirtfood diet. Apapun diet yang dipilih, butuh komitmen yang kuat agar selalu konsisten menjalankannya hingga mencapai goal tertentu.
3. Fokus untuk bahagia
Mantan pelatih Adele yang berbasis di Inggris, Pete Geracimo, dalam sebuah unggahan di Instagram menegaskan kliennya tidak pernah menjadikan kurus sebagai tujuan. Ia menjalankan diet dan olahraga semata-mata agar lebih sehat dan bahagia. Ia juga tidak ingin membuat orang lain tertekan oleh perubahan yang dialaminya.
"Dia benar-benar ingin menjadi sehat dan memberikan teladan baik untuk anak laki-lakinya," kata seorang sumber, menegaskan hal itu kepada Us Weekly.
Dinyatakan Sembuh, Begini Cara Tung Desem Berjuang Lawan Corona
Motivator bisnis Tung Desem Waringin membagikan kisahnya saat berjuang melawan virus Corona COVID-19. Sebelumnya Tung Desem terinfeksi virus Corona pada Maret lalu, dan menjalani isolasi di rumah sakit. Pada 10 April ia berhasil dinyatakan sembuh dari virus Corona.
Selama dinyatakan positif ia melakukan teknik pernapasan wim hof. Dilansir situs resmi Wimhofmethod, teknik pernapasan ini bertujuan menggali lebih banyak energi, mengurangi tingkat stres sehingga membuat respons imun bertambah.
"Secara holistik saya pada waktu itu melakukan pernapasan wim hof, ini penting sekali. Karena kalau kena COVID-19 paru-paru tidak bisa menyedot oksigen dengan pernapasan wim hof oksigen saya tinggi pada waktu tes darah," ujar Tung Desem Waringin di siaran langsung BNPB, Minggu (10/5/2020).
Minum air putih yang cukup juga salah satu faktor penting yang membuat seseorang pulih semakin cepat. Ia mengingatkan minum air putih sebanyak 30 cc dikali berat badan seseorang. Misal berat badan 50 kg berarti yang harus diminum 1,5 liter air.
"Kedua, saya minum air yang cukup. Pada waktu diinfus saya tidak minum air akibatnya kurang air," ucapnya.
Selain menjaga fisik, salah satu faktor terpenting menghadapi virus Corona menurutnya adalah dengan menjaga hati untuk terus gembira. Banyak hal yang ia lakukan untuk menjaga hati agar tetap senang, di antaranya bernyanyi, berjoget, hingga berhenti membaca berita negatif tentang virus Corona.
"Fokus untuk bagaimana gembira, jadi berita yang sekiranya itu (negatif) saya stop total, WhatsApp grup stop total, saya hanya fokus pada teman-teman yang sangat positif dan itu membuat kita jadi semangat dan bangkit lagi, sembuhnya cepat sekali," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar