Selasa, 17 Desember 2019

Hari Pahlawan, Mari Mengenang Kisah Pertempuran Bojong Kokosan (2)

Akhirnya di daerah Parungkuda, tepat di belokan jalan raya utama Sukabumi-Bandung, kami melihat tank dan monumen yang terdiri dari patung-patung pejuang dan papan bertuliskan Palagan Perjuangan Bojong kokosan 1945 tepat di sebelah kanan jalan.

Karena posisi kami di sebelah  kiri maka kami harus memutar balik. Untungnya kondisi jalan hari itu tidak ramai sehingga mudah memutar balik. Kendaraan kami parkir di halaman monumen.

Monumen ini buka setiap hari namun termasuk hari minggu dan libur namun bila ingin mengunjugi museumnya hari sabtu, minggu dan hari libur nasional tutup, bisa dibuka bila kita telah membuat janji terlebih dahulu. Karena kami datang di hari minggu dan belum mengkonfirmasikan kedatangan kami, maka kami harus puas dengan mengunjungi monumen tanpa mengunjungi museum.

Saat berada disana kami memperhatikan kontur tempat ini yang tanahnya berbukit-bukit dan rimbun oleh pepohonan mirip hutan. Dalam strategi militer posisi ini sangatlah menguntungkan karena siapapun pihak yang menguasai daerah ini mereka akan memgang kontrol atas semua wilayah di sekitarnya, terutama jalan di bawahnya.

Ketika pertempuran ini terjadi puluhan tahun yang lalu pejuang bersama rakyat mengambil posisi penyerangan disini, sehingga mereka bisa melihat jelas pergerakan konvoi tentara sekutu serta mengetahui jumlah dan kekuatan nya. Hal ini memudahkan pejuang dan rakyat memasang jebakan dan menyerang mereka.

Kebalikannya bagi tentara sekutu yang diserang mereka tidak mengetahui jumlah dan kekuatan pejuang dan rakyat dan menembaki dari atas bukit. Bila dahulu lokasi kami berdiri ini menjadi tempat paejuang dan rakyat mengawasi lawan kini tempat ini dijadikan wahana flying fox yang ramai oleh pengunjung.

Di monumen ini terdapat 5 patung pejuang setinggi orang dewasa mengenakan seragam dan pakaian di kala itu, posisi dan ekpresi wajah mereka berbeda-beda ada yang memegang sang saka merah putih, menyerbu musuh menggunakan senapan laras panjang, menyerang musuh dengan parang, melempar bom Molotov dan terakhir patung seorang perawat PMI membawa kotak P3K.

Tepat di bawah monumen terdapat piagam dari marmer dengan burung Garuda di atasnya bertuliskan:

Bagi pejuang taka ada satu kepuasan

Kecuali hasil perjuangannya diteruskan

Oleh generasi selanjutnya

Di bawah  piagam ini juga terdapat piagam peresmian Monumen Palagan Perjuangan Bojong Kokosan, oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat saat itu Bapak H.R.Moh.Yogie S.M  tahun 1992.

Bila kita melayangkan pandangan ke arah kiri dari patung ini akan terlihat sebuah tank tua di bawah pepohonan, di bawahnya terdapat tulisan:

Palagan Perjuangan

1945

Bojong Kokosan

Sementara di belakang tembok yang mengelilingi kawasan palagan, terdapat bangunan yang berisi relief-relief dari pertempuran Bojong kokosan. Di relief pertama tercantum nama-nama 28 orang pejuang yang gugur baik dari TKR maupun Hisbullah.

Di relief ke dua kita mendapat gambaran perundingan yang dilakukan pejuang dalam mempersiapkan taktik dalam penyergapan, di relief ke 3 kita melihat jalannya peristiwa penyergapan, di relief ke 4 digambarkan peristiwa pemakaman pejuang yang gugur.

Di relief terakhir terdapat piagam peresmuian relief oleh Komandan korem 061 Suryakencana Bapak Kolonel Gatot Nurmantyo di tahun 2006.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar