Jakarta seakan tak pernah kehabisan inovasi untuk menghadirkan ruang publik yang kekinian. Di Blok M misalnya, ada M Bloc Space yang hadir akhir bulan lalu.
Berdiri di atas lahan Peruri seluas 7.000 meter di bilangan Blok M, hadir M Bloc Space yang baru diresmikan pada 26 September 2019 lalu atau Kamis pekan lalu. Ruang kreatif baru tersebut lahir dari rumah dinas Peruri yang sempat terabaikan selama puluhan tahun silam.
Tercipta dari kerjasama antara Perum Peruri (BUMN) dan PT Ruang Milenial, lahan mati tersebut diubah menjadi ruang publik baru yang menampilkan kreasi muda-mudi hingga panggung musik.
Penasaran, detikcom pun berkunjung langsung ke lokasi, Selasa (1/10/2019), untuk melihat ruang publik baru tersebut. Lokasinya persis di sisi kiri jalan sebelum Terminal Blok M.
Dibuat menyatu tanpa sekat dengan jalur pejalan kaki, M Bloc Space menghadirkan nuansa bangunan Blok M tempo dulu. Tampak eksterior bangunan eks rumah dinas Peruri yang direnovasi sedemikian rupa dan diisi oleh sejumlah tenant di bagian luarnya.
Tercatat, sejumlah tenant seperti Suwe Ora Jamu, Tokyo Skipjack, Titik Temu Coffee hingga Kedai Tjikini telah mengisi sejumlah lapak yang ada di sana. Ada yang sudah beroperasi, dan ada juga yang masih merapikan kedainya.
Masuk ke area tengah yang berkonsep outdoor, masih tampak perbaikan di sana-sini. Kabarnya, ruang tengah tersebut akan menjadi titik kumpul muda-mudi. Sejumlah mural pun tampak menghiasi tembok yang ada di sana.
Kemudian ada juga bagian dalam M Bloc Space yang sediakan sebagai panggung musik dengan konsep indoor. Rencananya, M Bloc Space juga akan menjadi wadah bagi para musisi unjuk kebolehan. Nama-nama besar seperti Glenn Fredly, Tompi, Mocca hingga ST Loco diketahui telah tampil di sana saat peresmian M Bloc Space pekan lalu.
Melihat M Bloc Space, mungkin seperti melihat kembali usaha kebangkitan Blok M yang dikenang sebagai kawasan populer muda-mudi di tahun 80-an silam. Hanya saja dengan nafas dan konsep baru yang lebih segar ala zaman now.
Hanya walau telah diresmikan, masih tampak finishing di sana-sini. Mungkin baru sekitar tiga bulan mendatang, M Bloc Space dapat beroperasi secara maksimal.
Bagi traveler yang ingin berkunjung ke M Bloc Space, disarankan untuk datang dengan MRT atau moda transportasi umum. Alasannya, tak tersedia lahan parkir di M Bloc Space. Namun, pihak pengelola tetap menyediakan jasa valet untuk jaga-jaga.
Arab Saudi Mulai Terbuka buat Turis, tapi Tetap Ada Aturannya
Arab Saudi mulai terbuka buat turis dengan dikeluarkannya visa khusus. Tapi tak berarti turis bisa semena-mena di sana. Tetap ada peraturan yang harus ditaati.
Baru-baru ini, Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penerbitan visa turis untuk 49 negara. Hal itu guna mendorong sektor pariwisata, serta sebagai bukti untuk melepas ketergantungan pendapatan negara dari sektor minyak.
Dilansir detikcom dari Reuters, Selasa (1/10/2019), seiring terbukanya Arab Saudi untuk turis maka pemerintahnya pun memberlakukan berbagai aturan baru. Bentuknya adalah larangan yang wajib diketahui dan ditaati turis. Disertakan pula denda yang tak murah biayanya.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengeluarkan aturan dan larangan perihal Kesopanan Publik. Artinya, turis yang datang harus mengikuti tata krama dan etika yang berlaku.
Beberapa larangannya seperti dilarang mengumbar kemesraan di muka umum, mengambil foto orang tanpa seizinnya, meludah sembarangan, membuang sampah sembarangan dan memainkan musik saat waktu salat (adzan) berkumandang.
Denda yang diberikan sebesar 50 sampai 6.000 Riyal. Jika dirupiahkan, setara Rp 189 ribu sampai Rp 22 juta!
"Peraturan itu untuk memastikan bahwa turis di Arab Saudi mengetahui hukum yang berkaitan dengan norma yang berlaku," tulis bagian Center for International Communication Arab Saudi.
Sektor pariwisata di Arab Saudi diharapkan akan tumbuh dari 3% menjadi 10% pada PDB (Produk Domestik Bruto) pada tahun 2030. Berbagai pembangunan mega proyek resort-resort mewah pun sedang dikerjakan di kawasan Laut Merah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar