Sabtu, 21 Desember 2019

Karena Arab Saudi Bukan Cuma Makkah dan Madinah

 Arab Saudi kini membuka diri untuk turis. Tidak sekadar mengandalkan minyak bumi dan musim haji, Arab Saudi punya berbagai destinasi wisata yang menarik.

Baru-baru ini, Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penerbitan visa turis untuk 49 negara. Hal itu guna mendorong sektor pariwisata.

Dilansir dari BBC, Selasa (1/10/2019), Arab Saudi sejatinya punya beragam destinasi wisata. Tak melulu hanya dua kota sucinya, Makkah dan Madinah.

Lantas, apa saja destinasi wisata di Arab Saudi yang mungkin belum banyak turis tahu?

Al Wahbah merupakan kawah vulkanik dengan bentang alam yang menawan. Menariknya, kawah vulkanik ini terdapat di gurun pasir yang berlokasi sekitar 250 km dari Kota Taif.

Al Wahbah menawarkan petualangan trekking. Turis dapat menjelajahi kawahnya dan menuruni tebing dari ketinggian 250-an meter. Butuh waktu 2-3 jam. Selain itu, turis juga bisa kemping di sini.

Pelarian Orang Jakarta Kala Tiket Pesawat Mahal: Gunung Luhur

Gunung Luhur yang disebut Negeri di Atas Awan merupakan destinasi wisata baru di Lebak, Banten. Inilah pelarian orang-orang Jakarta, untuk berwisata.

Gunung Luhur berada di Desa Citorek Kidul, Lebak, Banten. Dari Jakarta, bisa ditempuh dengan jarak sekitar 4 jam 30 menit. Keluarlah dari Tol Bitung 1, lalu lanjut menuju ke Jl Raya Serang dan melewati Cipanas.

detikcom baru-baru ini berkunjung ke sana dan berbincang dengan Narta yang biasa disapa Jaro Atok sebagai Kepala Desa Citorek Kidul. Menurutnya, Gunung Luhur merupakan destinasi wisata baru.

"Baru 8 bulan ini kami rapikan dan tata tempatnya. Awalnya hanya masyarakat sini dan desa-desa di sekitar. Namun ternyata, viral di media sosial dan makin banyak yang datang ke sini," ujar Jaro Atok.

Gunung Luhur memiliki panorama lautan awan yang menutupi Desa Citorek Kidul. Panorama yang disebut sebagai Negeri di Atas Awan itu, sebenarnya adalah hal yang biasa dan sudah lama terjadi di sana. Bisa dilihat dari pukul 5 sampai 7 pagi, asal tidak sedang hujan.

"Ya karena zaman dulu tidak ada media sosial, jadi tidak terkenal lah," kata Jaro Atok sambil tertawa.

Dari mana sih wisatawan yang paling banyak datang ke sini?

"Paling banyak dari Jakarta. Plat B ada di mana-mana," jawab Jaro Atok.

Menurut Jaro Atok, jalanan menuju ke Gunung Luhur sudah bagus. Hanya saja, harap berhati-hati karena cukup sempit dan berkelak-kelok.

"Mungkin karena lokasinya tak begitu jauh dari Jakarta, sehingga pengunjung dari sana bisa datang dan menginap dulu. Kemudian setelah Subuh, baru deh bisa naik ke bukit dan melihat Negeri di Atas Awan," paparnya.

"Apalagi, tiket pesawat kan sedang mahal. Jadi ya, paling dekat dan murah ke Gunung Luhur ini," lanjut Jaro Atok menjelaskan.

Memang, harga tiket pesawat yang masih melambung tinggi membuat banyak orang termasuk yang dari Jakarta jadi enggan liburan. Dengan adanya Gunung Luhur, dinilai menjadi alternatifnya.

"Kita senang kedatangan banyak orang Jakarta. Mereka bisa lihat alam kita yang masih indah dan bertemu dengan masyarakat kita. Kita sangat terbuka kok," terang Jaro Atok.

Mau melancong ke sana? Jangan buru-buru dan harap bersabar dulu. Kawasan wisata negeri di atas awan Gunung Luhur sedang ditutup untuk sementara waktu. Jalanan dari kaki gunungnya kini sedang dalam proses pengecoran dan pembenahan. Hal itu supaya wisatawan makin nyaman dan aman.

"Mungkin 1-2 minggu inilah akan dibuka kembali, pengerjaannya dikebut tapi tetap maksimal," tutup Jaro Atok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar