Sabtu, 21 Desember 2019

Momen Hari Kesaktian Pancasila dan Rangkul Keberagaman Saat Liburan

Apa makna Hari Kesaktian Pancasila buat traveler? Salah satunya adalah bahwa liburan merupakan implementasi nyata dari merangkul nilai keberagaman di dalam Pancasila.

Hari Kesaktian Pancasila dirayakan tepat pada hari S elasa (1/10/2019) ini. Momen itu tak lepas dari pengamatan para pemenang Program Rejeki Nama Agus yang sedang berpetualang di Labuan Bajo.

Muhammad Agus Setiawan (23), misalnya. Ia menyatakan bahwa Hari Kesaktian Pancasila merupakan sebuah momentum untuk merefleksikan kembali kekuatan Pancasila itu sendiri.

"Indonesia belum sejalan pendiri negara kita belum terimplementasikan semua silanya. Padahal semua termuat di sana," ucap dia.

"Kita yang suka liburan pasti dapat merangkul apapun bentuk keberagaman, agama, dan suku juga hal lainnya. Itu bentuk implementasinya," kata dia.

Hal senada diucapkan Shanti Agustina (32). Kata dia, meski belum terlalu memahami sila-sila Pancasila, ia tetap memiliki kehendak dan sudah berusaha melaksanakan sila di dalamnya.

"Yang pasti kita harus beradab. Bisa menempatkan orang lain sebagaimana mestinya," ujar Shanti.

"Kita juga harus menjaga lingkungan. Contoh jangan buang sampah sembarangan dan jangan injak karang karena semua ada kode etiknya," imbuh dia.

Para Agus yang beruntung ini berlibur di Labuan Bajo dari tanggal 29 September-2 Oktober 2019. Program Rejeki Nama Agus yang dipersembahkan oleh detikcom dan tiketcom ini telah diselenggarakan sejak Agustus 2019 lalu. Program diakhiri dengan acara 'Agus OTW Labuan Bajo'.

Kisah Musisi Seksi yang Klaim Dipaksa Buka Baju oleh Pramugara

Musisi Aubrey O'Day sedang geram dengan seorang pramugara sebuah maskapai yang memaksanya buka baju di hadapan seluruh penumpang pesawat.

Lewat sejumlah cuitan di Twitter, perempuan 35 tahun yang acapkali tampil seksi itu curhat soal insiden yang diklaimnya terjadi di dalam sebuah penerbangan maskapai American Airlines.

Dikisahkan Aubrey O'Day, yang dilansir FoxNews, seorang awak kabin pria memaksa dirinya membuka baju di hadapan seluruh penumpang agar bisa lanjut terbang. Ia mengklaim, pramugara itu tak menyukai baju yang sedang dikenakannya.

"Aku kaget banget. Agar tidak diusir dari penerbangan itu, pakaian dalamku jadi benar-benar terlihat di hadapan seluruh penumpang. Seorang gadis di dekatku sampai memberikan selimutnya karena merasa kasihan," cuitnya.

"Aku merasa sangat tersinggung dan geram," lanjut Aubrey O'Day dalam cuitan lain.

Atas klaim tersebut, pihak maskapai American Airlines mengatakan bahwa, "Kami sedang menelaah situasinya dan kami sudah menghubungi Ms. O'Day untuk dapat informasi lebih lanjut."

Cantiknya Gunung Lawu yang Terkenal Angker

Gunung Lawu yang berbau mistis, ternyata menyimpan keindahan yang memanjakan mata. Mulai dari bunga Edelweis, hingga keindahan matahari terbenam di atas awan.

Berlokasi di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.265 mdpl memang terkenal dengan aroma mistisnya. Entah sudah berapa banyak cerita yang ditulis mengenai latar belakang gunung ini dan mitos-mitos yang dimilikinya.

Sudah menjadi rahasia umum juga, bahwa gunung ini masih dijadikan sebagai tempat persembahan atau pesugihan bagi orang-orang yang menginginkan kekayaan dan kesuksesan secara instan.

Menurut mitos yang beredar, pendaki juga dilarang menggunakan baju berwarna hijau. Hal ini terkait Ratu Kidul si penguasa Pantai Selatan yang konon menyukai warna hijau. Sehingga, pendaki yang mengenakan baju hijau mungkin akan diculik olehnya. Selain itu, ada larangan untuk membawa rombongan yang berjumlah ganjil.

Aroma mistis juga kian diperkuat oleh adanya Pasar Setan. Meskipun tak terlihat secara kasat mata seperti pasar, namun seringkali pendaki yang sedang melewati titik ini mendengar suara ricuh seperti suara keramaian di pasar.

Pasar Setan ini dipercaya berada di jalur Candi Cetho, lereng Gunung Lawu, sebuah lahan yang ditumbuhi ilalang. Nah menurut kepercayaan, jika pendaki mendengar suara ricuh tersebut, pendaki harus segera membuang barang apapun yang ada di situ, seperti saat melakukan transaksi jual beli di pasar. Meskipun cerita ini belum dapat dibuktikan kebenerannya, namun mendengarnya saja sudah cukup membuatmu merinding bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar