Minggu, 22 Desember 2019

Sejarah Kerajaan Kutai, Masa Kejayaan Hingga Peninggalannya

Indonesia memiliki berbagai sejarah kepemimpinan, salah satunya dari Kerajaan Kutai Kertanegara. Nah, seperti apa sih sejarah dari Kerajaan Kutai? Yuk simak.

Kerajaan Kutai terletak di hulu sungai Mahakam, Muarakaman, provinsi Kalimantan Timur. Kerajaan ini merupakan kerajaan tertua di Indonesia karena disebut berdiri sejak abad 5 masehi.

Berikut sejarah kerajaan Kutai yang dirangkum oleh detikcom:

1. Sejarah

Kerjaaan Kutai dibentuk pada abad ke-5 masehi dan dipimpin oleh Raja Kudungga yang memeluk agama Hindu. Walaupun begitu, ada pula yang menyebutkan didirikan oleh Raja Asmawarman.

2. Penyebaran Islam

Pada adab ke-16, agama Islam mulai tersebar di Kerajaan Kutai. Kepercayaan ini dibawa oleh ulama asal Minangkabau, Tuan Ri Bandang, dan Tuan Ri Tiro Pararang dari Aceh.

3. Masa Kejayaan

Kerajaan Kutai dikenal sebagai salah satu kerajaan yang gemilang. Pasalnya, lokasi kerajaan tersebut terletak di jalur perdagangan China dan India. Kerajaan ini juga dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Indonesia.

4. Masa Keruntuhan

Masa keruntuhan kerajaan Kutai terjadi di bawah kepemimpinan raja Maharaja Dharma Setia. Raja tersebut tewas setelah mengikuti peperangan.

5. Peninggalan

Kerajaan Kutai memiliki peninggalan berupa 7 buah prasasti Yupa berbahasa huruf Pallawa dan Sanskerta. Selain itu, ada pula mahkota emas seberat 1,8 kg bernama Ketopong Sultan.

Short Escape di Kepulauan Seribu, Ini Rekomendasinya

Bagi traveler Jakarta, Kepulauan Seribu di Utara Jakarta bisa jadi pilihan untuk short escape. Berikut aneka rekomendasi destinasi travel Pulau Seribu.

Berjarak sekitar satu hingga dua setengah jam perjalanan darat dengan speedboat dari Muara Angke, Jakarta Utara, di wilayah yang populer dengan sebutan Pulau Seribu ini traveler sudah bisa menikmati jernihnya air laut tanpa perlu pergi terlalu jauh dari Jakarta.

Secara teknis, Kepulauan Seribu terdiri dari 110 pulau. Di mana 11 pulaunya memiliki penduduk, sedangkan tujuh di antaranya merupakan resort. Hanya harus diakui, tak semua pulau di Kepulauan Seribu punya air yang masih jernih.

Hal itu pun diungkapkan oleh Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kasudinparbud) Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia saat ditemui detikcom di Pulau Tidung Jumat pekan lalu (20/9/2019).

"Di mana lagi bisa lihat laut jernih dekat Jakarta kurang dari ratusan ribu sampai Rp 1 juta? Di Kepulauan Seribu lah. Cuma kalau yang airnya jernih Pulau Tidung," ujar Cucu.

Hal itu pun dibuktikan langsung oleh detikcom saat berkunjung ke Pulau Tidung saat pada gelaran Eco Music Camp & Oceanik Folk Festival pekan lalu. Air laut masih begitu jernih di Pulau Tidung Besar hingga Pulau Tidung Kecil yang tersambung dengan Jembatan Cinta.

Menariknya, masing-masing pulau di Kepulauan Seribu punya keunikan masing-masing. Apabila Pulau Tidung Besar dihuni warga dan terkenal akan pantainya, Pulau Tidung Kecil lebih dikhususkan untuk agrowisata.

Lebih lanjut, Cucu membagi Kepulauan Seribu ke dua pilihan. Yang pertama adalah pulau penduduk yang didominasi homestay atau pulau resort yang lebih menengah ke atas.

"Kalau pulau penduduk itu ada Pulau Pramuka, Pulau Pari, Pulau Harapan, Pulau Tidung, Pulau Untung Jawa. Kalau resort itu pilihannya ada tujuh, Pulau Air, Pulau Bidadari, Pulau Sepa, Pulau Putri, Pulau Macan, Pulau Pantara sama satu lagi Pulau Pelangi dan juga beberapa pulau yang sifatnya cagar budaya tapi gak ada penginapan," ujar Cucu.

Itulah sedikit gambaran tentang wisata Kepulauan Seribu di Utara Jakarta. Kalau mau tahu lebih detil tentang Kepulauan Seribu, ikuti terus detikTravel akhir pekan ini ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar