Jumat, 08 Mei 2020

Diidap Adi Kurdi Sebelum Meninggal, Glaukoma Salah Satu Pemicu Kebutaan

 Adi Kurdi, pemeran abah dalam sinetron 'Keluarga Cemara' meninggal dunia pukul 11.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Adi Kurdi meninggal dunia karena ada tumor otak.
Diungkapkan sang produser, kondisi Adi Kurdi sudah terbilang tak lagi prima saat menjalani syuting film tersebut. Di usianya yang sudah senja, Adi Kurdi sudah hampir kehilangan penglihatannya.

"Banyak pembicaraan di waktu-waktu terakhir dalam proses pembuatan film ini, dia tetap terlihat konsisten. Dia dalam kondisi kehilangan penglihatan saat melakukan syuting itu sekitar 70 persen, karena glukoma tapi dia konsisten," ungkap produser FX Rudy Gunawan saat dihubungi, Jumat (8/5/2020).

dr Pinto Pulungan dari Rumah Sakit Mata, Sumatera Eye Center (SMEC), menjelaskan kalau glaukoma terjadi ketika saraf optik mata mengalami kerusakan akibat tekanan tinggi pada bola mata. Karena yang rusak adalah saraf, maka pasien glaukoma akan mengalami kebutaan bersifat permanen.

Menurut keterangan American Academy of Ophthalmology (AAO) banyak faktor yang dapat menyebabkan risiko terkena glaukoma, di antaranya mempunyai rabun jauh dan dekat, ada sejarah keluarga yang pernah mengidap penyakit ini, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penggunaan obat jangka panjang. Namun salah satu faktor terpenting adalah karena usia. Pengidap penyakit ini biasanya berusia di atas 40 tahun.

Penanganan medis kasus glaukoma menurut dr Pulungan dilakukan dengan cara diberikan obat-obat untuk menurunkan tekanan bola mata hingga bisa kembali normal. Bila tidak tercapai angka normal, bisa dilakukan operasi.

"Bisa lakukan tindakan dengan sinar laser, operasi, yang sesuai kebutuhan untuk mencapai angka normal tadi. Makin normal dia, kebutaannya makin lama. Karena dia kan tidak akan mungkin sembuh. Kita lakukan penurunan tekanan untuk memperpanjang penglihatan dia," pungkasnya.

5 Fakta Benzodiazepin, Psikotropika yang Dikonsumsi Roy Kiyoshi

Paranormal Roy Kiyoshi diamankan oleh polisi. Ia ditangkap karena memiliki narkoba, yakni psikotropika jenis benzodiazepin.
Saat dites urine, Roy Kiyoshi positif benzodiazepin, yakni golongan obat psikotropika yang sering disalahgunakan. Obat ini memiliki efek sedatif atau menenangkan.

"Tadi saya sudah sampaikan, jenis-jenisnya psikotropika dan pada saat kita lakukan tes urine dia positif benzo," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Vivick Tjangkung, di kantornya, Jumat (8/5/2020).

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut ini adalah lima fakta benzodiazepin seperti yang dikonsumsi oleh Roy Kiyoshi:

1. Memberikan sensasi relaksasi
Efek penggunaan benzodiazepin tergantung dari banyak faktor seperti tinggi dan berat badan pengguna, serta dosis yang dikonsumsinya. Beberapa efek langsung yang umum terjadi adalah relaksasi, kantuk, linglung, pusing, dan gangguan ingatan jangka pendek.

Pada penggunaan jangka panjang, pengguna bisa mengalami efek seperti hilangnya gairah seksual, mudah tersinggung, mual, sakit kepala, hingga depresi.

2. Memiliki efek samping
Efek samping dari benzodiazepin bisa berupa sakit perut, kaburnya penglihatan, depresi, euforia, perubahan denyut jantung, hipotensi, gemetar, grogi, sakit dada, dan lain-lain.

3. Efeknya bisa berlangsung selama 24 jam
Efek dari benzodiazepin bisa berlangsung selama kurang dari 12 jam hingga 24 jam lebih, tergantung dari dosis penggunaannya. Tetapi sebagian besar efek dari benzodiazepin akan hilang dalam waktu beberapa jam saja.

4. Menyebabkan kecanduan
Apabila benzodiazepin dikonsumsi dengan dosis yang cukup tinggi, tingkat kecanduannya pun akan semakin tinggi. Sementara itu, bila-bila tiba berhenti mengonsumsi benzodiazepin juga akan memberikan gejala penarikan pada penggunanya.

Gejala penarikan yang paling umum bila berhenti mengonsumsi benzodiazepin adalah cemas, depresi, insomnia, dan gangguan sensorik.

5. Bisa menyebabkan kematian
Ketika digunakan sesuai resep dokter, benzodiazepin relatif aman. Bahkan, overdosis benzodiazepin juga jarang menyebabkan kematian. Namun bila benzodiazepin digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain atau alkohol itu bisa menyebabkan kematian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar