Sabtu, 23 November 2019

Susi ke Pertamina soal Tumpahan Minyak: Dikejar Terus!

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati membahas peristiwa tumpahan minyak dari lapangan offshore north west Java (ONWJ). Lapangan migas tersebut berada di lepas pantai utara Jawa.

Susi meminta Pertamina membersihkan sisa tumpahan minyak hingga ke pesisir pantai. Susi juga meminta Pertamina mengecek ke tumpahan-tumpahan minyak terbawa hingga ke pulau-pulau tak berpenghuni.

"Saya pesankan ke Pertamina agar ini dikejar terus minyaknya di manapun, dipantau terus khususnya pulau yang tidak berpenghuni. Kalau yang sudah sampai pesisir, cepat-cepat diuruk yang sudah bercampur pasir," kata Susi di kantornya, Kamis (1/8/2019).

Susi menyoroti saranan penanggulangan yang kurang, yaitu oil boom alias penahan minyak. Susi meminta Pertamina jangan hanya menambah lokasi pengeboran sumur migas saja tapi siapkan oil boom juga.

"Ada kendala, bisa jadi pelajaran ke depan oil boom itu kita harus punya stok lebih banyak. Tentu dengan bertambahnya rig Pertamina harus memiliki oil boom lebih banyak," kata Susi.

Susi juga bercerita baru saja meninjau laut yang terimbas tumpahan minyak, Kamis pagi (1/8). Susi memuji Pertamina yang melakukan penanggulangan tumpahan minyak.

"Sudah dari awal keep in touch dan sharing informasi dengan Pertamina. Baru sempat hari ini meninjau sendiri pakai Heli dari Halim keliling dari pesisir, penanganannya sudah betul dicoba betul-betul optimum," kisah Susi.

Susi menambahkan laut Indonesia memiliki risiko kecelakaan. Termasuk peristiwa di ONWJ ini, katanya ini adalah musibah yang tidak direncanakan.

"Laut Indonesia ini punya potensi banyak termasuk kecelakaan, kalau ini saya bilang kecelakaan, musibah tidak pernah ada yang merencanakan," kata Susi. https://bit.ly/2XDkAto

Imbas Minyak Tumpah, Pertamina Beri Kompensasi ke Nelayan Karawang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan para nelayan yang terdampak tumpahan minyak PT Pertamina (Persero) di sekitar anjungan lepas pantai YY PHE ONWJ, Karawang, Jawa Barat akan mendapat kompensasi.

"Jadi semua akan dikasih, dibayar kompensasinya oleh mereka (Pertamina)," kata Luhut di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Luhut mengaku, telah mendapat laporan dari Pertamina mengenai penanganan tumpahan minyak. Apalagi, Pertamina bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat (AS) Boots and Coots untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Mereka hired perusahaan penanggulangan bencana yang terkenal itu, yang menangani Gulf of Mexico. Saya kira sudah ditangani dengan baik," jelas dia.

Pertamina dalam keterangannya juga menyampaikan bahwa pihaknya terus mengintensifkan penanganan operasi pasca peristiwa oil spill di sekitar anjungan lepas pantai YY PHE ONWJ dengan memasang lima unit Giant Octopus Skimmer dan membentang 5 x 400 meter Static Oil Boom di sekitar anjungan YY di wilayah Karawang Jawa Barat.

Strategi ini menjadi andalan dan dinilai terbukti efektif untuk saat ini. Static Oil Boom mampu menahan penyebaran sedangkan Giant Octopus Skimmer digunakan untuk mengangkat oil spill yang tertampung di Static Oil Boom tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa Static Oil Boom ditempatkan di sekitar anjungan YY yang diindikasikan terdapat sumber utama keluarnya minyak mentah sehingga dapat mengisolasi minyak tersebut agar tidak melebar kemana-mana di lautan.

"Pertamina juga menurunkan 5 Giant Octopus Skimmer yang dapat menyedot oil spill dengan kecepatan tinggi," ujarnya.

Alat ini dinilai mampu mengangkat minyak dengan kecepatan sekitar 250 ribu liter per jam. Selanjutnya oil spill dipompa ke kapal-kapal untuk penampungan sementara.

"Pertamina terus berupaya maksimal menangani tumpahan minyak dengan menerjunkan berbagai peralatan dan metode sesuai standar di industri migas," imbuh Fajriyah. https://bit.ly/2D6f60S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar