Minggu, 24 November 2019

Psikolog Ungkap Bahayanya Artis Baca Komentar Jahat di Medsos Seperti Sulli

Sulli dilaporkan meninggal karena bunuh diri. Banyak orang menduga jika ia menjadi korban dari berbagai tekanan sosial, termasuk komentar-komentar jahat di media sosial. Kondisi psikologi orang yang sering menerima 'hate comment' pun menjadi perhatian. Psikolog mengungkap bahanyanya membaca komentar jahat netizen bagi para selebriti.

Profesor psikologi Kwon Young Chan memberi opininya mengenai Sulli yang pernah jadi bintang dalam acara 'The Night of Hate Comments'. Dalam program televisi itu, Sulli dan presenter lain kerap mendiskusikan komentar-komentar jahat yang ditujukan untuk selebriti. Acara itu sebenarnya bermaksud membantu para tamu acara menjadi lebih kuat secara psikolog dalam menangani omongan netizen. Tapi hal ini bisa jadi membahayakan Sulli dan artis lain yang punya kepribadian tertentu.

"Tujuan dan intensi acara ini bagus tapi bukan untuk kepribadian dan kecenderungan yang seperti Sulli tampilkan. Dia berkali-kali mengaku pada acara televisi bahwa dia adalah tipe orang yang stres dengan tekanan dari orang lain," ungkap Kwon kepada EDaily.

Menurut profesor Kwon, Sulli bisa jadi merasa kesulitan menghadapi komentar jahat bahkan ketika ia sudah lama menjadi selebriti. Ini tentu juga bisa terjadi pada selebriti lain. "Sulli kemungkinan bisa mengatasi komentar jahat karena dia punya banyak pengalaman sebagai selebriti, tapi aku selalu berpikir itu bisa tetap bahaya karena komentar jahat bisa membuat marah dan menghabiskan emosi," ujarnya. https://bit.ly/2DdRK9A

Pria tersebut pun menganalisa bahwa hal ini bisa diperparah karena Sulli masuk ke dunia hiburan sejak kecil. Menurut Profesor Kwon, hal tersebut membuatnya tidak sempat menyembuhkan pikiran dan jiwanya. Dengan kata lain, Sulli tidak ada waktu untuk menjaga dirinya dari dalam.

"Sekali kamu mengorbankan banyak hal sebagai anak kecil dan ketika kamu ada di level tertentu, kamu mulai ingin melakukan apa yang kamu inginkan. Memungkinkan bahwa opini-opini dan perkataan-perkataan yang Sulli ungkap di media sosial dan siaran adalah apa yang sebenarnya ia inginkan dan ingin lakukan," ungkap Kwon.

Kwon Young Chanmemangmendasarkanopininya berdasarkan pengalamannya sendiri. Sebelumnya ia pernah jadi komedian selama 29 tahunyangditinggalkanKwon untuk mengejar gelar doktor di bidang psikologi. Ia menjadi psikolog pertama yang fokus pada psikologi selebriti dan memang berniat untuk membantu masalah-masalah kejiwaan mereka.

Sebelum Bunuh Diri, Sulli Ingin Ubah Pandangan Mengenai Wanita Tanpa Bra

Sosok Sulli yang diumumkan meninggal diduga karena bunuh diri masih jadi topik hangat. Sejumlah kontroversi yang melibatkannya pun kembali diperbincangkan. Namun artis Korea yang dulu tergabung dalam girlband f(x) ini tak hanya jadi perhatian seputar skandalnya. Wanita yang berpulang di usia 25 tahun itu dikenang sebagai feminis yang sering menyuarakan hak-hak wanita, termasuk dengan tidak mengenakan bra.

Sebelum kepergiannya, Sulli menjadi perwakilan wanita yang ingin bebas mengekspresikan diri. Pemain 'To The Beautiful You' tersebut memang kerap melakukan berbagai hal yang dianggap kontroversial meski akhirnya kerap mendapat hujatan. Salah satunya adalah dengan tidak mengenakan bra di berbagai kesempatan. Sulli sendiri tahu bahwa dirinya banyak dikritik karena tampil tanpa pakaian dalam namun ia memiliki alasannya sendiri.

Dalam acara 'Night of Hate Comments' di stasiun televisi JTBC, Sulli pernah membaca sejumlah kritik yang ditujukan padanya sambil berusaha tersenyum dan memberikan pembelaan. https://bit.ly/2XIRZD8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar