Suham (33) yang telah membacok hingga tewas Sukamto (38) telah ditangkap. Suham mengaku tak menyesali perbuatannya, meski perbuatan itu dilakukan di depan putri korban.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah celurit yang digunakan untuk membacok korban. Kepada polisi, pelaku tidak menyesali sedikitpun perbuatannya setelah membantai korban di depan anak perempuannya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD.
"Saya tak menyesal. Saya bunuh dia (korban) karena telah berselingkuh dengan istri saya. Saya bacok dia sebanyak 3 kali di bagian tengkuknya dan leher, hingga tewas," kata Suham di Mapolres Probolinggo, Senin (28/10/2019).
Pelaku mengatakan korban telah lama berselingkuh dengan istrinya saat dia bekerja di Malaysia.
"Saya tahu karena sempat saya pergoki saat dia tidur dengan istri saya. Tapi saat itu dia kabur ke Papua, hingga akhirnya saya bertemu lagi dengannya," jelas Suham.
Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurnianto mengatakan pelaku dapat ditangkap petugas kurang dari 6 jam setelah kejadian. Pelaku menurut Eddwi sudah lama mengincar korban. Meski beberapa kali telah dilakukan mediasi, namun tidak membuahkan hasil.
"Kejadian pembacokan Kamis (24/10) pukul 11.00 WIB, dan ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB setelah kejadian," jelas Eddwi.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kata Eddwi, pelaku akan dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman seumur hidup.
"Jadi untuk motif pelaku ini karena cemburu istrinya diselingkuhi. Maka dari itu, pelaku kemudian nekat membunuh korban," kata Eddwi.
Diberitakan sebelumnya, Sukamto dibunuh di depan anak perempuannya yang masih duduk dibangku kelas 3 SD. Korban tewas di area kebun kopi dengan luka bacok di tengkuk atau leher belakangnya. https://bit.ly/37pIZY5
Seorang Bapak Dibacok Hingga Tewas di Depan Putrinya
Seorang pria dibacok hingga tewas berlumuran darah di Probolinggo. Ironisnya, ia dibacok di depan putrinya.
Korban adalah Sukamto (32), warga Desa Rambaan Kecamatan Sumber. Ia tewas dibacok orang tak dikenal usai menjemput putrinya di separuh perjalanan pulang.
Kapolsek Sumber Iptu Sono menyampaikan pihaknya datang ke lokasi usai mendapat laporan dari warga setempat. Pihaknya pun segera melakukan evakuasi dan olah TKP atas kejadian itu.
"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Motifnya masih belum bisa dipastikan," ujar Sono, Kamis (24/10/2019).
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban menjemput putrinya pulang sekolah. Di separuh perjalanan, korban dihadang orang tak dikenal.
Tiba-tiba saja pelaku menaburkan tanah ke muka Sukamto, hingga ia terjatuh dari sepeda motornya. Begitu pula putrinya. Saat jatuh itulah, pelaku mengeluarkan celurit dan membacokkannya pada tubuh korban.
Sabetan itu dilakukan berkali-kali pada tubuh Sukamto. Hingga korban tewas berlumuran darah. Pelaku lalu segera malarikan diri. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh putri korban yang masih duduk di kelas 3 SD.
Mengetahui itu, warga pun segera berdatangan dan melakukan pertolongan. Namun korban ternyata telah tewas di lokasi. Jasad korban segera dibawa ke Kamar Mayar RSUD dr Saleh Probolinggo. https://bit.ly/34i2i3u
Tidak ada komentar:
Posting Komentar