Timnas Indonesia U-23 ada di grup berat di SEA Games 2019. Indra Sjafri berharap grup neraka itu berubah menjadi grup surga di Filipina.
Di SEA Games 2019, Indonesia tergabung di Grup B. Untuk meraih tiket ke semifinal, Garuda Muda harus bersaing dengan Thailand, Vietnam, Singapura, Laos dan Brunei Darussalam.
Thailand dan Vietnam menjadi unggulan untuk lolos ke semifinal SEA Games 2019. Saat melawan kedua tim di kualifikasi Piala Asia U-23 pada Maret lalu, Indonesia tumbang.
Soal grup neraka, Indra Sjafri menyikapinya dengan positif. Dia menyebutnya sebagai tantangan.
"Neraka itu hanya ada di akhirat, di dunia gak ada yg ada hanya tantangan. Saya suka tantangan, tentu respon yg terbaik menghadapi tim-tim besar adalah tidak mempersiapkan diri asal-asalan, merekrut pemain yg berintegritas, konsistensi, dan punya cita-cita meraih emas," kata Indra Sjafri dalam perbincangan dengan detikSport dalam acara D'Happening.
"Kedua menyiapkan program kepelatihan yang tidak hanya skill, tapi juga mental dan ilmu-ilmu lain. Seperti pas rekrutmen saya dapat info dari dokter di Jepang soal pemilihan pemain berdasarkan golongan darah."
"Selain itu ada tes psikotes, medical check up, lalu penentuan pemain sesuai dengan sidik jari atau DNA. Selain itu kita juga beri mereka ESQ dari Pak Ari Ginanjar. Saya ingin pemain yang terbaik untuk tim nasional. Mudah-mudahan grup neraka menjadi grup surga," dia menambahkan. https://bit.ly/2XEeGbK
Kriteria Pemain Pilihan Indra Sjafri: Skill Bukan yang Utama
Timnas Indonesia U-23 sudah mengumumkan skuat final untuk SEA Games 2019. Soal pilihan pemain, Indra Sjafri, bilang bahwa skill bukan yang utama.
Timnas U-23 berlaga di SEA Games 2019 pada pekan depan. 20 pemain pilihan Indra Sjafri sudah diumumkan, di sana ada nama-nama seperti Egy Maulana Vikri, Evan Dimas Darmono, dan Andy Setyo Nugroho.
Pemain-pemain yang ditepikan ada Awan Setho Raharjo, juga Hanif Sjahbandi. Dalam acara D'Happening di detikcom, Indra membeberkan mengenai kriteria dalam melakukan pemilihan pemain.
"Bagi saya mental itu faktor paling penting, skill nomor dua. Kalau kemampuan mumpuni tapi mentalnya tidak kuat, maka hasilnya bakal sia-sia," kata Indra Sjafri kepada detikSport.
"Saya bicara seperti ini karena punya pengalaman sebelumnya, waktu final Piala AFF U-19 Sidoarjo tahun 2013. Waktu laga final saya hanya mengandalkan pemain berdasarkan skill untuk starter melawan Vietnam, hasilnya kita draw."
"Kemudian di babak perpanjangan waktu saya masih sama, hanya mengandalkan kemampuan dan ternyata tetap imbang hingga babak penalti. Di situ baru terlihat bagaimana mental juara pemain benar-benar penting bagi tim, sampai bisa angkat piala."
"Saya meyakini apa yang dikatakan Profesor BJ Habibie, skill memainkan peran 20 persen dan sisanya ditentukan oleh mental serta kekuatan spiritual. Oleh karena itu, saya ingin membentuk pemain yang tidak hanya mumpuni secara kemampuan, tapi juga bermental juara," ujar Indra menambahkan.
Indonesia tergabung dalam grup berat di SEA Games 2019. Tim Merah-Putih mesti bersaing dengan Thailand Vietnam, Singapura, Laos dan Brunei Darussalam untuk merebut tiket ke semiifinal.
Indonesia melawan Thailand di pertandingan pertama. Duel Garuda Muda dengan Thailand berlangsung di Rizal Memorial Stadium pada 26 November. https://bit.ly/2qplvSh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar