Minggu, 24 November 2019

Detik-detik Wisatawan di Pagaralam Diserang Harimau Saat Berlibur

Seorang wisatawan yang tengah liburan di kawasan wisata Tugu Rimau, Pagaralam, Sumatera Selatan diserang harimau. Akibatnya satu wisatawan bernama Irfan luka terkena cakaran.

Serangan harimau itu sebelumnya beredar di media sosial. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (15/11) sore pada pukul 17.30 WIB. Saat itu, harimau tersebut terlihat berada di dekat kebun teh Gunung Dempo dan mendekati warga.

"Kemarin ada seekor harimau ketemu dengan masyarakat di pondok sekitar pukul 17.30 WIB. Namanya Sulaiman, ketemu tidak jauh dari lokasi kejadian," kata Kepala BKSDA Sumatera Selatan, Genman Hasibuan ketika dikonfirmasi, Sabtu (16/11/2019).

Melihat ada seekor harimau, Sulaiman pun pergi. Sementara wisatawan asal Sekayu, Irfan (20), Asri (24) Kadafi (19), Jerry (19), Pijai (22) dan Yebi (18) pergi salat isya dan kembali ke tenda.

"Setelah makan Irfan dan kawan-kawan ini kemudian kembali ke tenda istirahat. Besoknya pukul 9.30 WIB terjadi konflik satwa harimau dengan manusia dalam dua tenda yang terdiri dari 6 orang," kata Genman.

Lokasi serangan, berada di kawasan kebun teh Gunung Dempo atau di koordinat S 04.024680 E 103.154163 1833 Mdpl. Dari catatan sementara hanya ada satu orang yang terluka, yakni Irfan.

"Total ada 6 orang dalam dua tenda. Itu yang terkena hanya 1 orang, dia terkena cakaran harimau," katanya.

Atas kejadian itu, BKSDA kini telah turun ke lokasi untuk meninjau lokasi dan juga melihat kondisi korban. Termasuk sudah melakukan sosialisasi pada masyarakat yang berinteraksi dengan kawasan hutan lindung untuk mencegah terjadi konflik.

Tidak hanya itu saja, beberapa kamera trap juga dipasang di jalur-jalur jelajah harimau. Dengan begitu, BKSDA dapat memastikan jenis hingga usia harimau tersebut. https://bit.ly/2QSmoh3

Kemunculan Harimau di Siak Riau, BBKSDA Pasang Kamera Trap

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera trap di lokasi kemunculan harimau di Kabupaten Siak. Selain itu juga menurunkan tim untuk monitoring.

"Pesangan kamera trap ini dilakukan di kawasan Taman Nasional Zamrud di Kecamatan Dayun. Hal itu sehubungan sebelumnya sekelompok pekerja melihat kemunculan harimau sumatera dan sempat diambil gambar dan videonya," kata Kepala BBKSDA Haryono kepada detikcom, Kamis (14/11/2019).

Haryono menjelaskan, pihaknya kini memasang 5 kamera trap di dalam kawasan Taman Nasional Zamrud. Pemasangan kamera intai di lokasi yang diduga tempat kemunculan harimau.

"Dua kamera trap lagi dipasang di areal perusahaan Badan Operasi Bersama bidang Migas. Lokasinya di pipa 23 Km dan 98 jalan induk perusahaan minyak tersebut," kata Haryono.

Selain kamera, pihaknya juga melakukan monitoring yang dipimpin Kepala Wilayah II BBKSDA Riau di bawah pimpinan Heru Sutmantoro.

"Tim juga diturunkan untuk memonitoring harimau. Rencananya tim monitoring ini akan bekerja selama dua pekan ke depan. Sekaligus akan melihat hasil kamera trap," kata Haryono.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya diberitakan adanya kemunculan harimau di lokasi areal pipa minyak BOB. Pekerja sempat melihat harimau di lokasi tersebut.

Pekerja sempat mengabadikan dengan foto dan video. Diperkirakan harimau tersebut masih remaja. https://bit.ly/33anKpK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar