Menteri BUMN Erick Thohir hari ini mengumumkan perombakan petinggi di dua perusahaan pelat merah, yaitu PT Pertamina (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.
Erick Thohir memastikan bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Dirinya akan mulai bekerja pada Senin (25/11/2019).
Erick juga menunjuk Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama Pertamina.
Selanjutnya di BTN, Erick Thohir menunjuk Pahala N Mansury menjadi Direktur Utama. Saat ini dia masih menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina. Dia bakal mengisi posisi kosong yang sebelumnya ditempati oleh Maryono di BTN.
Sementara Chandra Hamzah dipercaya menjadi Komisaris Utama BTN. Dia adalah mantan petinggi KPK. Dirinya juga pernah menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero).
Di saat yang sama, Erick mengumumkan perombakan di Telkomsel. Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini bakal menjadi Direktur Keuangan Pertamina. Belum dipastikan siapa yang bakal menjadi Dirut Telkomsel menggantikan dirinya.
Kenapa Ahok Jadi Komisaris Pertamina, Bukan Direksi?
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut). Usulan ini disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi). https://bit.ly/35nQTz6
Lantas, kenapa Ahok tak diusulkan masuk ke jajaran direksi?
Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, Erick mengusulkan Ahok menjadi Komut karena Ahok punya pengalaman yang baik dalam bidang pengawasan.
"Karena Pak Ahok, beliau punya kemampuan pengawasan yang sangat baik. Makanya, diharapkan nanti Pak Ahok bisa melakukan pengawasan kepada teman-teman direksi untuk bisa mempercepat kinerja Pertamina," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).
Arya mengatakan, pemilihan Ahok sebagai anggota dewan komisaris sejalan dengan rencana Kementerian BUMN untuk memperkuat pengawasan.
"Pak Erick Thohir memang kencang untuk urusan komisaris di depan untuk menangani atau memperkuat komisaris. Nanti komisaris perannya sangat besar, Pak Ahok akan jadi ketua kelas Komisaris Pertamina," jelasnya.
Tambahnya, Ahok nantinya bertugas mengawasi kinerja Pertamina serta dalam hal efisiensi.
"Pengawasan, distribusi, efisiensi dan kilang juga penting, ada harapan kita bikin kilang Indonesia," jelasnya.
Ahok Dapat PR dari Erick Thohir Rem Impor dan Genjot Bangun Kilang
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan alasan ditunjuknya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Erick memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi Ahok untuk mengurangi impor migas.
"Kalau kenapa Pak Basuki di Pertamina apalagi didampingi Pak Wamen juga, saya rasa bagian terpenting bagaimana target-target Pertamina, bagaimana mengurangi impor migas harus tercapai ya, bukan berarti anti impor tapi mengurangi," kata dia di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).
Untuk mewujudkan hal tersebut, yang menjadi tantangan adalah pembangunan kilang minyak (refinery). Sosok Ahok sebagai 'pendobrak' diharapkan bisa memecahkan masalah tersebut.
"Nah proses-proses daripada pembangunan refinery ini sangat amat berat. Jadi saya perlu teamwork yang besar, tidak bisa hanya dirut saja. Harus bagi tugas semua. Nah karena itu lah kemarin kenapa kita juga mau orang yang pendobrak," ujarnya. https://bit.ly/2OCRXIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar