Iwan Fals, musisi legendaris yang terkenal dengan lagu-lagu berisi kritik terhadap pemerintah ikut mengomentari soal penempatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).
Pria yang akrab disapa Bang Iwan tersebut menyinggung gaji Ahok sebagai Komut yang mencapai Rp 3,2 miliar per bulan melalui akun Twitternya @iwanfals. Menurutnya, dengan gaji tersebut maka Ahok harus punya gebrakan untuk menjayakan Pertamina.
"Kalau benar sebulan gaji Ahok kira-kira Rp 3 miliar ya harus hebatlah Pertamina," tulis Iwan dalam cuitannya di Twitter, Sabtu (23/11/2019).
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah menyatakan bahwa Ahok akan menjadi Komut Pertamina. Ahok akan menggantikan Tanri Abeng.
"Pak Basuki (Ahok) akan jadi Komisaris Utama di Pertamina," ujar Erick di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).
Mengutip laporan keuangan Pertamina tahun buku 2018, kompensasi yang diberikan kepada jajaran direksi dan komisaris sebesar US$ 47,23 juta atau setara Rp 661 miliar (kurs Rp 14.000) per tahunnya.
Susunan direksi Pertamina saat ini adalah 11 orang, sementara untuk komisaris di 2018 mencapai 6 orang. Artinya jika dibagi rata ke 17 orang, masing-masing bisa mengantongi hingga Rp 38 miliar setahun atau Rp 3,2 miliar per bulan. https://bit.ly/33dEGf1
Kenapa Ahok Jadi Komisaris Pertamina, Bukan Direksi?
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut). Usulan ini disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lantas, kenapa Ahok tak diusulkan masuk ke jajaran direksi?
Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, Erick mengusulkan Ahok menjadi Komut karena Ahok punya pengalaman yang baik dalam bidang pengawasan.
"Karena Pak Ahok, beliau punya kemampuan pengawasan yang sangat baik. Makanya, diharapkan nanti Pak Ahok bisa melakukan pengawasan kepada teman-teman direksi untuk bisa mempercepat kinerja Pertamina," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).
Arya mengatakan, pemilihan Ahok sebagai anggota dewan komisaris sejalan dengan rencana Kementerian BUMN untuk memperkuat pengawasan.
"Pak Erick Thohir memang kencang untuk urusan komisaris di depan untuk menangani atau memperkuat komisaris. Nanti komisaris perannya sangat besar, Pak Ahok akan jadi ketua kelas Komisaris Pertamina," jelasnya.
Tambahnya, Ahok nantinya bertugas mengawasi kinerja Pertamina serta dalam hal efisiensi.
"Pengawasan, distribusi, efisiensi dan kilang juga penting, ada harapan kita bikin kilang Indonesia," jelasnya. https://bit.ly/2QK0Brx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar