Tawon vespa affinis tak hanya merebak di Kabupaten Klaten. Di Kabupaten Sukoharjo yang berbatasan dengan Klaten pun diklaim ada 400-an titik sarang tawon vespa atau tawon ndas ini.
Jumlah tersebut berdasarkan banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke petugas pemadam kebakaran (damkar) Pemkab Sukoharjo pada tahun 2019 ini.
Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan 400-an titik itu tersebar di seluruh wilayah Sukoharjo. Menurutnya, ada beberapa laporan yang sudah mengantre untuk dieksekusi.
"Di Sukoharjo sebenarnya juga cukup banyak, tahun ini sudah ada 400 titik kita musnahkan. Terakhir kemarin malam kita eksekusi. Ini masih ada beberapa laporan yang mengantre," kata Margono saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2019).
Tahun ini pihaknya tidak menerima laporan adanya korban meninggal tersengat tawon vespa di Sukoharjo. Namun ada beberapa warga tersengat tawon.
"Kami mulai menangani tawon tahun 2015. Korban meninggal ada, tahun 2018 kemarin. Kalau yang tersengat ada, biasanya jika tidak parah tidak melapor," ungkap Margono.
Pihaknya memperkirakan koloni tawon vespa masih berpotensi menyebar ke daerah Sukoharjo dan sekitarnya. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk melapor jika mengetahui keberadaan tawon itu.
"Berdasarkan pengalaman, ini kemungkinan sebarannya semakin luas dan banyak. Masyarakat silakan melaporkan kepada kami jika mengetahui sarang tawon ini," pungkasnya. https://bit.ly/33j8UgA
Bocoran Dokumen China Cables Ungkapkan Kamp Penahanan Massal di Xinjiang
Bocoran dokumen rahasia mengungkapkan Pemerintah Provinsi Xinjiang di China menemukan adanya 23 warga Australia yang harus diawasi dan kini nasibnya belum diketahui.
Dokumen Bocoran Soal Xinjiang
Dokumen bocoran berisi informasi mengenai kamp 'pendidikan dan pelatihan' di Xinjiang
Memberikan informasi mengenai pemantauan dan penahanan terhadap warga minoritas
Rincian mengenai operasi penahanan menunjukkan kamp dijalankan seperti penjara
Dokumen menyebut bahwa 23 warga Australia tersebut masuk dalam daftar 75 warga Muslim China yang diawasi setelah ditemukan paspor mereka menyebutkan mereka sebagai warga asing.
Nasib warga Australia ini belum diketahui, namun dokumen itu memerintahkan agar pejabat mendeportasi atau menahan siapa saja yang memiliki paspor asing bila "dicurigai melakukan tindakan terorisme."
Dokumen berasal dari tahun 2017 dan merupakan bagian dari dokumen sangat rahasia milik Pemerintah China.
Konsorsium Wartawan Investigatif Internasional (ICIJ) mendapatkan dokumen ini dan membaginya kepada ABC News dan 16 media internasional lainnya.
Dokumen yang disebut "China Cables" ini menggambarkan tindakan yang dilakukan pemerintah di Xinjiang dalam mengawasi, menahan, melakukan pendidikan ulang dan kerja paksa terhadap warga Muslim.
Sejak tahun 2017, lebih dari satu juta warga Muslim di Xinjiang ditahan dengan cara dimasukkan ke dalam apa yang disebut "kamp pendidikan kembali."
Kebanyakan yang ditahan adalah warga Muslim dari suku Uyghur, yang jumlahnya sekitar 10 juta orang. Mereka secara kolektif dituduh oleh Beijing bertanggung jawab atas beberapa insiden teror yang dilakukan kelompok radikal. https://bit.ly/37EG4Ll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar