Senin, 15 Juni 2020

Ketar-ketir Pemerintah Jepang Hadapi Ancaman Virus Corona dari Klub Malam

Pemerintah Tokyo, Jepang, pada Minggu (14/6/2020) mengkonfirmasi adanya penambahan 47 kasus infeksi virus Corona baru yang menandai jumlah penularan terbanyak sejak bulan lalu. Dari jumlah itu, 18 orang di antaranya terkait dengan kluster klub malam di Shinjuku.
Dari 29 orang sisanya, 14 lainnya juga terkait dengan tempat hiburan malam di daerah lain.

Pemerintah Kota Tokyo meminta orang yang bekerja di klub malam dan tempat hiburan serupa untuk secara rutin melakukan tes virus Corona sebagai bagian dari upaya membendung penyebaran COVID-19 di distrik 'hiburan malam' seperti daerah Kabukicho, Shinjuku.

"Melalui pengujian yang aktif, (saya berharap) orang akan sadar mengenai infeksi dan tidak akan menularkan ke orang lain," kata Gubernur Tokyo Yuriko Koike dikutip dari SCMP.

Ke-18 orang yang terkait dengan kluster hiburan malam ditemukan setelah dilakukan pengujian kelompok. Dikutip dari The Japan Times, untuk mengatasi kekhawatiran tentang kluster baru Corona dari klub malam pemerintah setempat juga membuat pedoman seperti harus menyimpan catatan nama pelanggan dan informasi kontak mereka juga memastikan dipatuhinya aturan jaga jarak sosial.

Selain di klub malam, aturan tersebut juga berlaku di tempat hiburan kabaret, perhotelan, dan pertunjukan musik.

Deklarasi darurat Jepang dicabut pada 25 Mei, dan pihak berwenang berupaya mencegah gelombang kedua infeksi yang kemungkinan akan terjadi di distrik klub malam.

Klub malam telah berkali dikaitkan dengan kluster baru virus Corona. Sebelumnya pada awal Mei, Korea Selatan menutup lebih dari 2.100 klub malam di Seoul dan kota-kota di sekitarnya karena berkaitan dengan penularan virus Corona COVID-19 ke 50-an pengunjung, oleh seorang pria 29 tahun yang diyakini sebagai super spreader.

Dalam semalam, pria itu mendatangi 5 klub malam. Diperkirakan ada sekitar 7.200 pengunjung lain yang mendatangi klub malam, dan dikhawatirkan terlibat kontak dengan pria tersebut.

Konsumsi Ini Bantu Jaga Imunitas Hadapi New Normal

Masyarakat dihadapkan dengan situasi baru yang dikenal dengan nama new normal. Sebagian masih khawatir dapat terpapar COVID-19, namun asalkan menerapkan pola hidup sehat dan mengikuti protokol pencegahan maka COVID-19 bisa dihindari.
Salah satu yang penting diperhatikan adalah soal makanan. Mengonsumsi makanan yang sehat dapat membantu tubuh memenuhi nutrisi harian sehingga aktivitas di masa new normal makin lancar.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita menyebut bila melakukan aktivitas fisik, pastikan tubuh mendapatkan sumber nutrisi tambahan karena tubuh membutuhkan energi lebih agar aktivitas keseharian dapat berjalan dengan optimal, salah satunya bisa dengan menambah porsi snack sehat.

"Snack sehat dapat dikonsumsi setelah makan besar, atau dapat juga setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup melelahkan agar mengembalikan stamina tubuh, namun bukan untuk menggantikan atau mengurangi porsi makan besar Anda," ujarnya baru-baru ini kepada detikcom.

Saat mengonsumsi snack, perlu diperhatikan apakah snack yang dikonsumsi mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh atau tidak untuk menjaga imunitas di era new normal. Dilansir dari Cycling Weekly, beberapa snack sehat yang bisa dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh antara lain sebagai berikut.

1. Yoghurt

Yoghurt telah lama dikenal sebagai snack sehat karena mengandung tinggi protein, kadar gula yang rendah, serta memiliki bakteri baik (probiotik) yang muncul secara alami untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan tingkat bakteri baik di usus dan mengurangi infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan.
https://cinemamovie28.com/amerigeddon/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar