Kamis, 18 Juni 2020

Ini Sebaran 1.031 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia Per 17 Juni

 Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 1.031 kasus baru positif sehingga total ada 41.431 kasus. Hingga Rabu (17/6/2020), ada sebanyak 16.243 orang yang sembuh dan 2.276 meninggal dunia.
"Kita dapatkan kasus baru konfirmasi COVID-19 sebanyak 1.031 orang, sehingga total menjadi 41.431 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Rabu (17/6/2020).

Sebaran 1.031 kasus baru positif virus Corona COVID-19 sebagai berikut:

Aceh 10

Bali 47

Banten 32

Bangka Belitung 2

Bengkulu 1

DI Yogyakarta 3

DKI Jakarta 127

Jambi 1

Jawa Barat 41

Jawa Tengah 115

Jawa Timur 225

Kalimantan Barat 12

Kalimantan Timur 5

Kalimantan Tengah 45

Kalimantan Selatan 86

Nusa Tenggara Barat 21

Sumatera Selatan 43

Sumatera Barat 4

Sulawesi Utara 35

Sumatera Utara 13

Sulawesi Tenggara 1

Sulawesi Selatan 84

Lampung 3

Riau 2

Maluku Utara 7

Maluku 24

Papua Barat 2

Papua 30

Sulawesi Barat 1

China Gunakan Obat Rematik untuk Melawan Virus Corona

China akan menggunakan obat arthritis atau radang sendi Tocilizumab untuk mengobati pasien virus corona. Ditujukan bagi pasien dengan kerusakan paru yang parah.
Dikutip dari Reuters, Rabu (4/3/2020), Tocilizumab bisa diresepkan untuk pasien virus corona yang menunjukkan kerusakan paru serius dan mengalami peningkatan kadar protein Interleukin 6. Protein ini menandakan radang atau penyakit imunologis.

Belum ada uji klinis yang dilakukan untuk membuktikan obat ini akan efektif pada pasien virus corona. Obat ini juga belum mendapat persetujuan National Medical Product Administration untuk dipakai pada pasien virus corona.

Para ilmuwan China saat ini telah mendaftarkan uji klinis selama 3 bulan dengan melibatkan 188 pasien virus corona. Uji klinis akan dilakukan dari 10 Februari hingga 10 Mei.

Roche, perusahaan farmasi yang memproduksi Tocilizumab dengan merk dagang Actemra, belum menanggapi kabar ini. Perusahaan farmasi China tengah berlomba-lomba menciptakan alternatif dari produk Roche.

Hati-hati Memperbesar Mr P, Salah-salah Bisa Ereksi Permanen

 Setiap pria umumnya ingin memiliki penis besar. Mereka beranggapan penis yang besar bisa membuat sesi bercinta berjalan lancar.
Tak sedikit pria melakukan beragam cara untuk membesarkan penis mereka. Salah satunya adalah dengan menggunakan suplemen pembesar penis. Berbahaya nggak sih?

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengeluarkan peringatan serius terkait penggunaan suplemen untuk membesarkan penis. Menurut FDA, suplemen tersebut bisa berbahaya bagi kesehatan.

"Analisis laboratorium FDA mengonfirmasi bahwa salah satu suplemen pembesar penis mengandung sildenafil, obat resep yang disetujui FDA untuk disfungsi ereksi," kata BPOM AS dalam rilisnya, dikutip dari Health, Rabu (4/3/2020).

Menurut BPOM AS, suplemen yang mengandung sildenafil dengan dosis yang tak terkontrol bisa menyebabkan pembuluh darah bertumpu di area alat vital pria. Karena itu, alat vital jadi membesar dan tegang dalam waktu lama.
https://cinemamovie28.com/cast/jeon-sang-jin/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar