Seiring bertambahnya usia pria, menjaga kesehatan penis merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Penelitian mengungkapkan, menjaga kesehatan penis dapat mengurangi risiko disfungsi ereksi dan kanker prostat.
Tak hanya terkait kesehatan fisik pria, Mr P yang sehat juga dapat membuat kamu dan pasangan bisa terus merasakan kenikmatan seksual saat bercinta. Dikutip dari laman The Sun, berikut 4 tips menjaga kesehatan penis menurut pakar seks Kerri Middleton dari Bathmate.
Olahraga
Studi yang dilakukan di Harvard University menemukan bahwa pria dengan frekuensi ejakulasi sebanyak 21 kali setiap bulannya dilaporkan memiliki risiko 33 persen lebih rendah terkena kanker prostat. Pria yang rutin berhubungan seks dan masturbasi juga dilaporkan memiliki risiko lebih rendah mengalami disfungsi ereksi.
Namun, tak hanya penis yang perlu 'berolahraga', tetapi seluruh tubuh juga perlu rutin bergerak agar penis tetap sehat. Beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan penis agar tetap kuat adalah berlari dan berenang.
Perbanyak minum air putih
Minum air putih dapat membantu memperlancar peredaran darah. Saat tubuh kekurangan cairan, maka sirkulasi pada darah menjadi tidak terhambat dan tidak lancar. Jadi, jika ingin aliran darah ke penis menjadi lancar, kamu harus rutin mengonsumsi 8 gelas air setiap harinya.
Hindari rokok
Seperti diketahui, rokok dapat membahayakan pembuluh darah dan memberikan efek negatif bagi kesehatan jantung. Saat performa jantung menurun, maka jantung menjadi sulit memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk penis. Selain itu, kandungan nikotin yang terdapat pada rokok juga dapat mengakibatkan peredaran darah terhambat. Aliran darah yang tidak lancar nantinya akan berdampak pada disfungsi ereksi.
Minum kopi
Minum kopi diketahui dapat mempercepat metabolisme dalam tubuh serta meningkatkan kesehatan jantung, sehingga aliran darah menjadi lancar. Kafein yang terdapat pada kopi juga dapat membantu arteri pada penis menjadi rileks dan memperlancar aliran darah.
https://movieon28.com/movies/phantom-of-the-theatre/
Perlu Tahu! 5 Komplikasi Cacar Ular alias Herpes
- Herpes zoster (HZ) atau yang biasa dikenal dengan cacar ular dan cacar api merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV). Saat terinfeksi, penyakit ini dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya secara fisik, psikologis, dan sosial.
Hal ini disebabkan oleh karena dampak dari penyakit cacar ular yang mengakibatkan nyeri berkepanjangan atau neuralgia pasca herpes (NPH), yakni salah satu komplikasi cacar ular yang paling banyak dirasakan pasien terinfeksi herpes zoster.
Dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko, SpKK, FINSDV mengatakan semakin tinggi usia seseorang yang terkena cacar ular, maka semakin tinggi pula komplikasi yang dirasakannya.
"Kira-kira 30 persen populasi pernah mengalami HZ semasa hidupnya. Sedangkan insiden kasus NPH sekitar 10-40 persen dari kasus HZ. Semakin tinggi usia saat terkena HZ, semakin besar terjadinya komplikasi NPH," ungkap dr Anthony dalam webinar Virtual Media Briefing, Kamis (8/4/2021).
Selain NPH, berikut 5 komplikasi herpes zoster atau cacar ular sebagaimana disampaikan oleh dr Anthony dalam pemaparannya:
Pada kulit: jika tidak ditangani dengan benar, herpes zoster dapat mengakibatkan infeksi pada kulit, di mana bakteri penyebab infeksi tersebut dapat terus berkembang.
Pada saraf: nyeri yang disebabkan oleh cacar ular dapat timbul dan dirasakan oleh penderitanya hingga 3 bulan setelah terinfeksi. Komplikasi ini dikenal juga dengan NPH, yakni komplikasi yang paling sering terjadi.
Pada mata: herpes zoster yang muncul di area sekitar atau di dalam mata dapat menyebabkan infeksi pada mata yang menyakitkan hingga berisiko menyebabkan kebutaan.
Pada THT: pasien terinfeksi virus varicella zoster memiliki risiko mengalami gangguan fungsi pendengaran, pengecapan, dan vertigo yang terkadang tidak akan pulih sempurna meski sudah sembuh.
Pada organ dalam: tak hanya merasa nyeri pada bagian kulit terinfeksi, seseorang yang terkena HZ juga bisa merasakan nyeri pada perut serta mengalami gangguan fungsi organ dalam, seperti hati dan nyeri otot pada otot jantung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar