Program vaksinasi COVID-19 tetap berjalan di bulan Ramadhan. Hal ini kemudian mungkin memunculkan pertanyaan apakah vaksinasi saat puasa aman dilakukan?
Ahli penyakit infeksi Dr dr Rachmat Latief, SpPD, KPTI, dari Primaya Hospital Makassar menjelaskan bahwa pada dasarnya tidak ada dampak atau efek tertentu dari vaksinasi saat puasa. Proses pembentukan antibodi yang terjadi di dalam tubuh berlangsung sama, baik sebelum maupun saat berpuasa.
"Malah tubuh kita akan diberi kesempatan untuk melakukan restorasi bagian tubuh yang mengalami kerusakan. Vaksinasi COVID-19 akan membantu membentuk kekebalan tubuh walaupun dilakukan ketika puasa dan puasa bukan penghalang untuk melakukan vaksinasi COVID-19," kata dr Rachmat dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (13/4/2021).
dr Rachmat mengatakan imunitas tubuh justru bisa lebih dijaga dengan baik saat puasa. Ini karena biasanya orang-orang akan berusaha untuk mengendalikan pola jam makan dan asupannya.
Sementara rasa lemas saat berpuasa karena penurunan kadar glukosa dalam darah tidak menjadi kontraindikasi pemberian vaksin COVID-19.
"Kondisi badan lemas ketika berpuasa biasanya disebabkan oleh penurunan kadar glukosa saat pagi hingga siang hari, di mana setelah itu tubuh akan berproses untuk mencukupkan kadar glukosa dalam darah dengan mengambil glukosa cadangan dalam tubuh. Hal ini sama sekali tidak berdampak pada pasca penyuntikan vaksin COVID-19," papar dr Rachmat.
Bila memang usai vaksinasi saat puasa terasa lemas, sebaiknya langsung beristirahat dan tidak melakukan aktivitas berat. Disarankan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang ketika sahur dan berbuka puasa.
https://trimay98.com/movies/pressure/
Daftar 11 Zona Merah COVID-19 di Bulan Ramadhan, Pulau Jawa Nihil
Memasuki bulan Ramadhan, tak ada lagi zona merah COVID-19 di Pulau Jawa. Sementara zona COVID-19 Indonesia per 11 April total menjadi 11 wilayah, bertambah satu wilayah dari data yang dihimpun Satgas COVID-19 4 April lalu.
Seperti yang diketahui, ibadah Ramadhan di masa pandemi Corona juga harus melihat zona COVID-19 di masing-masing wilayah. Jika wilayah tersebut masuk zona merah COVID-19 (berisiko tingg) dan zona oranye (berisiko sedang), tidak diperkenankan melaksanakan ibadah salat Tarawih dan Nuzulul Quran di luar rumah.
Hal ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama RI No 04 Tahun 2021. Lantas mana saja wilayah yang masuk daftar zona merah COVID-19 terbaru?
Berikut 11 wilayah zona merah COVID-19 terbaru.
Sumatera Utara
Deli Serdang
Kota Medan
Sumatera Selatan
Kota Palembang
Kalimantan Tengah
Kota Palangkaraya
Kalimantan Selatan
Tanah Laut
Tanah Bumbu
Bali
Badung
Gianyar
Kota Denpasar
Buleleng
Tabanan
Update Terkini 6 Kandidat Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana?
Selain mendatangkan vaksin Corona dari luar negeri, Indonesia juga mengembangkan 'vaksin Merah Putih'. Ada 6 kandidat vaksin Merah Putih yang menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mendefinisikan vaksin Merah Putih sebagai pengembangan bibit vaksin dengan isolat virus yang beredar di Indonesia, oleh ilmuwan Indonesia, dan diproduksi di Indonesia.
Perkembangan terkini riset vaksin Merah Putih di 6 institusi yang terlibat adalah sebagai berikut.
1. Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman
Platform: Subunit Protein Rekombinan
Progres: Riset pengembangan dan persiapan uji hewan untuk proof of concept.
2. Universitas Airlangga (Unair)
Platform: Inactivated Virus dan Adenovirus
Progres: Preklinis, Persiapan Uji Klinis, Produksi Seed Vaccine
3. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Platform: Rekombinan
Progres: Transfeksi ke dalam sel mamalia dan karakterisasi protein
4. Institut Teknologi Bandung (ITB)
Platform: Subunit Protein Rekombinan dan Adenovirus Vector
Progres: Purifikasi Protein Subunit dan Produksi Vector Adenovirus
5. Universitas Indonesia (UI)
Platform: DNA, mRNA, dan Virus Like Particles
Progres: Riset pengembangan dan persiapan uji hewan untuk proof of concept
6. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Platform: Subunit Protein Rekombinan
Progres: Pengembangan DNA sintetik ke vector prokariot dan sel mamalia.
Dari keenam kandidat vaksin merah putih, mana yang perkembangannya paling cepat? Prof Bambang menyebut ada dua pengembang yang tampak paling menjanjikan, yakni Eijkman dengan protein rekombinan ekspresi ragi (yeast) dan Unair dengan inactivated virus.
"Kami fokus kepada ekspresi yeast yang kemungkinan bibit vaksinnya bisa diberikan ke Bio Farma sekitar bulan Mei. Bulan depan, mudah-mudahan ini bisa terpenuhi," jelasnya.
https://trimay98.com/movies/the-fantastic-water-babes/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar