Selasa, 13 April 2021

Penting! Ini Syarat Tes GeNose Saat Puasa Ramadhan Agar Hasilnya Akurat

 Tes GeNose C19 telah banyak digunakan untuk screening virus Corona atau COVID-19 di berbagai fasilitas publik saat ini, khususnya terkait syarat perjalanan jarak jauh. Peneliti mengungkap ada beberapa syarat yang harus dipatuhi sebelum menjalani tes GeNose saat puasa.

"Diupayakan pemeriksaan GeNose dilakukan saat pagi hari," ujar peneliti GeNose C19, dr Dian Kesumapramudya, SpA., M.Sc, PhD, dalam keterangan tertulis yang dikirim Humas Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).


Dian menjelaskan pemeriksaan GeNose dianjurkan saat pagi hari maksimal 6 jam setelah sahur. Sebab jika tes dilakukan lebih dari 6 jam usai sahur dikhawatirkan ada peningkatan asam lambung. Kondisi itu dapat memengaruhi hasil pembacaan GeNose.


"Terkait peningkatan asam lambung ini sebenarnya bisa diakali dengan berkumur, tetapi tetap lebih baik jangan lebih dari 6 jam sesudah sahur pemeriksaan GeNose-nya," terangnya.


Anggota peneliti GeNose C19 lainnya, dr Mohamad Saifuddin Hakim, M.Sc, PhD menambahkan waktu lain yang dianjurkan untuk pemeriksaan GeNose adalah setelah berbuka puasa.


"Selain pagi, tesGeNose sebaiknya dilakukan 1 jam setelah berbuka puasa,"imbuhnya.


Terkait peningkatan asam lambung ini sebenarnya bisa diakali dengan berkumur, tetapi tetap lebih baik jangan lebih dari 6 jam sesudah sahur pemeriksaan GeNose-nya

dr Dian Kesumapramudya, SpA., M.Sc, PhD - Peneliti GeNose C19


Dia menjelaskan penggunas alat GeNOse pada waktu di luar bulan puasa diminta untuk tidak makan dan minum yang berbau khas. Selain itu pengguna juga diminta untuk tidak merokok sekitar 30 menit hingga 60 menit sebelum pemeriksaan. Dengan begitu meminimalisir terjadinya positif palsu hasil pembacaan GeNose C19.


Dian menambahkan terkait validasi eksternal GeNose 19. Dia mengatakan GeNose C19 tengah berproses validasi eksternal sebelum bisa masuk digunakan dalam penanganan COVID-19 nasional. Validasi eksternal merupakan uji diagnostik yang dilakukan secara independen oleh tim peneliti lain.Beberapa peneliti yang terlibat dalam validasi eksternal ini antara lain dari UI, Universitas Airlangga, dan Universitas Andalas.


"Nantinya kalau dari validasi eksternal ini hasil akurasi konsisten kemungkinan besar GeNose direkomendasikan Kemenkes untuk perluasan pemakaiannya termasuk di puskesmas-puskesmas," jelasnya.


Saat ini GeNose C-19 telah diterapkan sebagai syarat screening bagi pelaku perjalanan penumpang kereta api dan pesawat terbang di sejumlah stasiun dan bandara.

https://trimay98.com/movies/spaceman/


Vaksinasi Saat Puasa, Apakah Ada Dampaknya untuk Kesehatan Tubuh?


Program vaksinasi COVID-19 tetap berjalan di bulan Ramadhan. Hal ini kemudian mungkin memunculkan pertanyaan apakah vaksinasi saat puasa aman dilakukan?

Ahli penyakit infeksi Dr dr Rachmat Latief, SpPD, KPTI, dari Primaya Hospital Makassar menjelaskan bahwa pada dasarnya tidak ada dampak atau efek tertentu dari vaksinasi saat puasa. Proses pembentukan antibodi yang terjadi di dalam tubuh berlangsung sama, baik sebelum maupun saat berpuasa.


"Malah tubuh kita akan diberi kesempatan untuk melakukan restorasi bagian tubuh yang mengalami kerusakan. Vaksinasi COVID-19 akan membantu membentuk kekebalan tubuh walaupun dilakukan ketika puasa dan puasa bukan penghalang untuk melakukan vaksinasi COVID-19," kata dr Rachmat dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (13/4/2021).


dr Rachmat mengatakan imunitas tubuh justru bisa lebih dijaga dengan baik saat puasa. Ini karena biasanya orang-orang akan berusaha untuk mengendalikan pola jam makan dan asupannya.


Sementara rasa lemas saat berpuasa karena penurunan kadar glukosa dalam darah tidak menjadi kontraindikasi pemberian vaksin COVID-19.


"Kondisi badan lemas ketika berpuasa biasanya disebabkan oleh penurunan kadar glukosa saat pagi hingga siang hari, di mana setelah itu tubuh akan berproses untuk mencukupkan kadar glukosa dalam darah dengan mengambil glukosa cadangan dalam tubuh. Hal ini sama sekali tidak berdampak pada pasca penyuntikan vaksin COVID-19," papar dr Rachmat.


Bila memang usai vaksinasi saat puasa terasa lemas, sebaiknya langsung beristirahat dan tidak melakukan aktivitas berat. Disarankan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang ketika sahur dan berbuka puasa.

https://trimay98.com/movies/julieta-2/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar