Selasa, 13 April 2021

Daftar 11 Zona Merah COVID-19 di Bulan Ramadhan, Pulau Jawa Nihil

 Memasuki bulan Ramadhan, tak ada lagi zona merah COVID-19 di Pulau Jawa. Sementara zona COVID-19 Indonesia per 11 April total menjadi 11 wilayah, bertambah satu wilayah dari data yang dihimpun Satgas COVID-19 4 April lalu.

Seperti yang diketahui, ibadah Ramadhan di masa pandemi Corona juga harus melihat zona COVID-19 di masing-masing wilayah. Jika wilayah tersebut masuk zona merah COVID-19 (berisiko tingg) dan zona oranye (berisiko sedang), tidak diperkenankan melaksanakan ibadah salat Tarawih dan Nuzulul Quran di luar rumah.


Hal ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama RI No 04 Tahun 2021. Lantas mana saja wilayah yang masuk daftar zona merah COVID-19 terbaru?


Berikut 11 wilayah zona merah COVID-19 terbaru.


Sumatera Utara

Deli Serdang

Kota Medan

Sumatera Selatan

Kota Palembang

Kalimantan Tengah

Kota Palangkaraya

Kalimantan Selatan

Tanah Laut

Tanah Bumbu

Bali

Badung

Gianyar

Kota Denpasar

Buleleng

Tabanan

https://trimay98.com/movies/spotlight/


Update Terkini 6 Kandidat Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana?


Selain mendatangkan vaksin Corona dari luar negeri, Indonesia juga mengembangkan 'vaksin Merah Putih'. Ada 6 kandidat vaksin Merah Putih yang menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mendefinisikan vaksin Merah Putih sebagai pengembangan bibit vaksin dengan isolat virus yang beredar di Indonesia, oleh ilmuwan Indonesia, dan diproduksi di Indonesia.


Perkembangan terkini riset vaksin Merah Putih di 6 institusi yang terlibat adalah sebagai berikut.


1. Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman

Platform: Subunit Protein Rekombinan


Progres: Riset pengembangan dan persiapan uji hewan untuk proof of concept.


2. Universitas Airlangga (Unair)

Platform: Inactivated Virus dan Adenovirus


Progres: Preklinis, Persiapan Uji Klinis, Produksi Seed Vaccine


3. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Platform: Rekombinan


Progres: Transfeksi ke dalam sel mamalia dan karakterisasi protein


4. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Platform: Subunit Protein Rekombinan dan Adenovirus Vector


Progres: Purifikasi Protein Subunit dan Produksi Vector Adenovirus


5. Universitas Indonesia (UI)

Platform: DNA, mRNA, dan Virus Like Particles


Progres: Riset pengembangan dan persiapan uji hewan untuk proof of concept


6. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Platform: Subunit Protein Rekombinan


Progres: Pengembangan DNA sintetik ke vector prokariot dan sel mamalia.


Dari keenam kandidat vaksin merah putih, mana yang perkembangannya paling cepat? Prof Bambang menyebut ada dua pengembang yang tampak paling menjanjikan, yakni Eijkman dengan protein rekombinan ekspresi ragi (yeast) dan Unair dengan inactivated virus.


"Kami fokus kepada ekspresi yeast yang kemungkinan bibit vaksinnya bisa diberikan ke Bio Farma sekitar bulan Mei. Bulan depan, mudah-mudahan ini bisa terpenuhi," jelasnya.


Menkes Ungkap Alasan RI Pilih 4 Jenis Vaksin Corona, Termasuk Besutan China


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan mengapa Indonesia memilih empat jenis vaksin Corona termasuk besutan China yaitu vaksin Sinovac. Ia menyoroti mitigasi risiko hingga kemudahan akses ke setiap negara.

"Vaksin di Indonesia ada empat, sengaja kita bikin 4 supaya risikonya kita bisa mitigasi kalau ada satu hal yang tidak kita inginkan terhadap salah satu vaksin," bebernya dalam live di kanal YouTube BPOM RI, Selasa (13/4/2021).


"Kita memiliki akses dari Sinovac ke China, kita memiliki akses Astrazeneca dari Inggris, kita memiliki akses Novavax dari Kanada, kita memiliki akses Bio-NTech Pfizer dari Jerman," lanjutnya.

https://trimay98.com/movies/pressure-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar