Selama pandemi yang terjadi pada tahun 2020, angka kehamilan yang tidak direncanakan naik hingga 400 ribu. Akses pelayanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan termasuk klinik juga terdampak.
Brand Manager Andalan Kontrasepsi, Rony Syamson menyebut akseptor takut dan enggan untuk datang ke klinik kesehatan dan melakukan KB. Untuk mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam program KB, pihaknya menyelenggarakan program Kampoeng Andalan, yakni sosialisasi KB dari desa ke desa dengan melibatkan tenaga kesehatan.
"Sebagai brand kesehatan reproduksi terkemuka di Indonesia, sudah menjadi kewajiban kami untuk mengedukasi dan mengingatkan kembali masyarakat mengenai pentingnya program KB. Untuk itu, program Kampoeng Andalan ini kami selenggarakan mengingat sosialisasi tentang KB perlu dilakukan secara menyeluruh sehingga dapat menjangkau semua lapisan masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).
Kampoeng Andalan hadir perdana di Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat. Desa ini terpilih karena jumlah penduduknya yang cukup besar di Jawa Barat, yakni sebanyak 16.431 jiwa. Di desa ini juga ada 4,277 pasutri dengan rata-rata jumlah anak 2-3 tahun, dengan rentang penduduk di usia produktif 15-39 tahun, dan merupakan wilayah sub urban yang dinilai perlu disentuh dengan sosialisasi KB.
Selain meremajakan fasilitas kesehatan berupa 10 posyandu dan 10 tempat praktek bidan serta memberikan fasilitas wastafel portable, Andalan juga mengedukasi protokol pencegahan COVID-19 dan KB melalui mobil keliling, memberikan suntik gratis ke 400 perempuan usia subur pada 10 klinik bidan Andalan, dan sosialisasi tentang perencanaan keluarga dan menjaga kebersihan kesehatan kewanitaan di Kantor Desa Batujajar Barat.
"Rencananya, kegiatan Kampoeng Andalan ini akan dilakukan di lima desa di Indonesia di wilayah Sumatera dan Jawa yang memiliki karakteristik penduduk usia subur yang tinggi," lanjutnya.
Kepala Desa Batujajar Barat, Erfan Hariawan mengatakan atas nama warga Desa Batujajar Barat pihaknya berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Andalan dan DKT Indonesia yang telah datang ke desanya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya KB dan turut meremajakan fasilitas kesehatan di sana.
"Ke depannya, kami berharap bahwa masyarakat di Desa Batujajar Barat akan memiliki perencanaan keluarga yang matang dan juga turut serta dalam menyukseskan program KB," pungkasnya.
https://nonton08.com/movies/oh-my-wife/
Vaksinasi COVID-19 Tetap Jalan, Ini Hukum Vaksin pada saat Puasa Menurut MUI
Seiring bulan Ramadhan, pemerintah tetap menggencarkan program vaksinasi COVID-19. Perihal hukum vaksin pada saat puasa, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa disuntik vaksin COVID-19 tidak membatalkan ibadah puasa.
"MUI secara sah melakukan pembahasan dan penetapan fatwa tentang vaksinasi saat puasa yang prinsipnya tidak membatalkan puasa. Artinya, puasa tidak menjadi alasan untuk kita tidak divaksinasi," tegas Ketua Bidang Fatwa MUI Dr H M Asrorun Ni'am Sholeh, MA dalam konferensi pers virtual oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (12/4/2021).
Menurutnya meski ibadah puasa masih berlangsung di tengah pandemi, Ramadhan tahun ini tidak bisa disamakan dengan tahun lalu. Pasalnya kini, pemerintah sudah bisa menyediakan vaksin COVID-19. Diharapkan, masyarakat turut serta menangani pandemi dengan cara mengikuti program vaksinasi yang telah ditetapkan.
Ni'am menegaskan, hukum vaksin pada saat puasa tidak boleh menghalangi upaya penanganan pandemi COVID-19.
"Hari ini kemampuan tracing, testing, dan treatment itu sudah sedemikian optimal diusahakan pemerintah. Vaksinasi sudah jalan, kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol juga sudah jalan," ujarnya.
Di lain kesempatan, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyebut, memang ada kondisi kesehatan tertentu yang bisa membuat seseorang batal disuntik vaksin ketika berpuasa.
Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena sebelum divaksinasi, calon penerima vaksin akan diperiksa kesehatannya lebih dulu.
"Nanti akan dilakukan skrining pada sasaran vaksinasi. Kalau nanti dilihat memang misalnya terlalu lemas, mungkin karena puasa atau tekanan darahnya terlalu rendah, maka vaksinasi ini kemungkinan akan ditunda," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (12/4/2021).
Ia mengingatkan, manfaat vaksin COVID-19 untuk menurunkan risiko penularan dan mencegah gejala berat jauh lebih besar dibandingkan risiko gejala pasca vaksinasi. Sejalan dengan penjelasan Ni'am, dr Nadia mengingatkan masyarakat untuk tidak takut divaksin meski sedang berpuasa karena hukum vaksin pada saat puasa pun sudah diatur dalam fatwa MUI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar