Minggu, 11 April 2021

Pengumuman NASA: 2.200 Calon Planet Layak Huni Ditemukan

 - Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA dengan mudah mencapai tujuannya. Badan antariksa nasional AS tersebut mengungkapkan pesawat luar angkasa mereka itu telah menemukan lebih dari 2.200 planet potensial sejak memulai misinya di 2018.

Ratusan di antaranya merupakan planet yang lebih kecil, dan beberapa di antaranya termasuk planet berbatu yang lebih mirip Bumi, meski belum tentu layak huni.


Dikutip dari Engadget, temuan ini melebihi perkiraan. Awalnya, TESS diberi tugas untuk menemukan 1.600 planet dalam dua tahun pertamanya. Beberapa penemuannya ada yang tidak biasa.


Salah satunya adalah planet berbatu TOI-700 d yang berjarak 100 tahun cahaya, lalu ada LHS 3844 b yang dijuluki Bumi super panas dengan orbit 11 jam yang sangat dekat.


Selain itu, ada pula TOI 1690 b yang merupakan korban langka dari bintang raksasa merah yang menelan planet di orbitnya, dan 7TOI 849 b yang tampaknya adalah raksasa gas yang kehilangan atmosfernya atau mungkin tidak pernah memiliki atmosfer.


Sejauh ini hanya 120 planet yang telah dikonfirmasi, dan NASA bertaruh perangkat masa depan seperti James Webb Space Telescope akan mempelajari calon planet secara lebih rinci. Meski begitu, volume planet yang besar telah menunjukkan banyak hal tentang keragamannya dan apa artinya bagi kosmos secara luas.

https://nonton08.com/movies/the-martins/


Duh! 533 Juta Data Pribadi Facebook Bocor, Ada dari Indonesia


 Kasus kebocoran data pribadi Facebook terkuak. Sebanyak 533 juta informasi pribadi, mulai dari nomor telepon hingga identitas pengguna beredar di internet.

Kebocoran data pengguna Facebook terbaru ini diungkap oleh akun Twitter @UnderTheBreach. Data yang bocor berasal dari pengguna di 106 negara, termasuk pengguna Facebook dari Indonesia.


Informasi sensitif yang bocor di internet ini mencakup nomor telepon, identitas pengguna Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, hingga alamat email pengguna.


Pengguna Facebook yang berasal dari AS paling banyak terdampak yakni sebesar 32 juta, disusul 28,8 juta pengguna Arab Saudi, 11 juta pengguna di Inggris, 6,9 juta pengguna Uni Emirat Arab, 6,1 juta pengguna dari India. Sedangkan data pribadi pengguna Facebook yang berasal dari Indonesia yang beredar di darkweb itu sebesar 130.331.


Sebagaimana dikutip detikINET dari Business Insider, Minggu (4/4/2021), Juru Bicara Facebook ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa data pengguna yang bocor itu diambil oleh hacker dari akibat kerentanan yang ditambal Facebook pada 2019.


Kendati sudah terjadi pada sekitar dua tahun lalu, kebocoran data pribadi pengguna Facebook tersebut tetap saja memberikan informasi berharga kepada penjahat siber untuk melakukan aksinya, seperti meretas atau kebutuhan marketing.


Kasus kebocoran data pengguna yang terjadi di Facebook bukan pertama kalinya. Cambridge Analytica yang notabene adalah firma konsultasi dari Inggris sekaligus pihak ketiga Facebook, mengambil 87 juta data pribadi pengguna Facebook tanpa persetujuan perusahaan.


Data tersebut digunakan untuk kebutuhan iklan politik dan membantu kampanye Donald Trump untuk memenangkan kursi Presiden AS pada 2016 silam. Skandal ini diungkap The Guardian dan The New York Times tahun 2018.

https://nonton08.com/movies/bertie-and-elizabeth/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar