Selasa, 11 Februari 2020

Inilah Arc de Triomphe dari Martapura

 Alun-alun kerap menjadi ikon suatu kota. Nah, di Kalimantan Selatan juga ada alun-alun yang jadi kebanggaan warga Martapura, Ratu Zalecha.

Alun-alun suatu kota di Indonesia memiliki ciri khas yang beragam dan unik, tidak terkecuali Alun-alun Ratu Zalecha di kota Martapura yang menjadi landmark ikonik kota Martapura, Kalimantan Selatan.

Alun-alun Ratu Zalecha Martapura memiliki luas sekitar 1,3 hektar dibangun di eks lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, dengan dilengkapi berbagai fasilitas seperi taman yang ditumbuhi beragam bunga dan pohon serta fasilitas pendukung lainnya.

Berdasarkan fakta sejarah, Ratu Zalecha adalah pahlawan wanita Banjar yang juga merupakan cucu pahlawan nasional, Pangeran Antasari, yang meneruskan perjuangan sang kakek dalam mengusir penjajah dari Kalimantan Selatan.

Di alun-alun Ratu Zalecha menjadi pusat kegiatan masyarakat Martapura dalam menyelenggarakan event-event besar.

Alun-alun Ratu Zalecha dihiasi oleh tanaman hias yang sejuk dan indah. Selain itu terdapat spot foto menarik favorit wisatawan yang datang, berupa tulisan Martapura berukuran besar disertai prasasti intan.

Kota Martapura memiliki kultur Islam yang sangat kental, tidak heran Martapura dikenal juga sebagai kota santri dan serambi Mekkah selain Aceh. Hal ini terlihat dari banyaknya tugu-tugu berbentuk kaligrafi Islami yang tersebar di alun-alun Ratu Zalecha.

Tidak jauh dari Alun-alun, terdapat gerbang Bumi Selamat yang menyerupai Arc de Triomphe yang ada di Paris, namun yang membedakan, pada gerbang berukuran besar ini terlukis aneka kearifan lokal masyarakat Banjar.

Alun-alun Ratu Zalecha tepat bersebelahan dengan pasar batu mulia, Cahaya Bumi Selamat. Tugu pasar Cahaya Bumi Selamat tampak menjulang tinggi dengan megah dari sisi lapangan alun-alun.

Tidak hanya wisatawan, namun warga lokal pun juga gemar menghabiskan waktu untuk bersantai di taman alun-alun ini pada hari libur atau akhir pekan, sambil berolahraga.

Benteng Pertahanan Rusia dan Cerita Patung Kelinci

St Peterburg menjadi kota penting bagi Rusia. Di kota ini ada berbagai destinasi menarik untuk dijelajahi, contohnya Peter and Paul Fortress!

Peter and Paul Fortress merupakan benteng yang didirikan oleh Peter the Great pada tahun 1703 di kota baru yang dibangunnya, St. Petersburg. St Petersburg bukanlah sembarang kota, namun merupakan ibukota Rusia pada tahun 1712-1728 dan 1732-1918.

Meskipun benteng ini dibangun untuk pertahanan, tapi pada kenyataannya, benteng ini memiliki sejarah sebagai basis militer, tempat departemen pemerintahan, juga tempat dimakamkannya keluarga imperial Rusia.

Saat ini, Peter and Paul Fortress menjadi bagian dari Museum sejarah St Petersburg yang menampilkan eksibisi baik permanen maupun non permanen. Tidak dikenakan biaya untuk masuk ke benteng ini, kecuali kita masuk ke berbagai bangunan yang terdapat disini.

Terdapat beberapa pilihan harga tiket tergantung bangunan atau eksibisi mana yang akan dimasuki.

Salah satu yang paling khas dan menjadi tujuan utama wisatawan disini adalah St Peter and Paul Cathedral dengan eksterior warna kuning tua. Bentuknya unik dibandingkan gereja-gereja lain di Rusia, karena didesain oleh Dominico Trezzini dan memiliki elemen arsitektur Italia dengan sentuhan neo-klasik. Katedral ini juga merupakan katedral tertua di St Petersburg.

Beberapa bangunan lain yang terdapat disini di antaranya Menshikov Bastion, Gosudaryev Bastion, Engineering House, Main Treasury, the Guardhouse, the Boathouse.

Jika kelaparan dan ingin ngemil jangan khawatir karena di beberapa sudut bisa kita temukan pedagang yang menjual jagung rebus. Apalagi saat udara dingin, jagung rebus sangat cocok dinikmati.

Sambil duduk menikmati jagung, jangan heran kalau kita akan ditemani burung merpati yang gendut-gendut. Yang mau membeli oleh-oleh, banyak pilihan toko dengan souvenir yang menarik dan harga yang cukup terjangkau.

Benteng ini buka dari jam 6.00-22.00 waktu setempat. Sedangkan untuk eksibisi pada umumnya buka dari jam 10 pagi dan tutup pukul 6 sore kecuali Selasa tutup pukul 5 sore. Namun eksibisi tutup pada hari Rabu.

Jika kita perhatikan saat memasuki gerbang Peter and Paul Fortress dan menengok ke arah sungai sebelah kiri, kita bisa melihat patung kelinci kecil. Konon menurut legenda, seekor kelinci berusaha menyelamatkan diri dari banjir, kemudian ia naik ke sepatu boots Peter the Great, yang kemudian turun dari kapal ke pulau.

Patung ini dibuat pada tanggal 17 Mei 2003 saat perayaan ulang tahun kota ini yang juga sebagai monumen untuk mengenang peristiwa banjir ketika itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar