Sedih, sungguh sedih. Seekor bangkai paus sperma terdampar di pesisir Pulau Sadinia, Italia. Ditemukan, sampah plastik di perutnya seberat 22 kilogram.
Dilansir dari CNN, Selasa (2/4/2019) Sardinia merupakan pulau di Italia yang sudah jadi destinasi wisata favorit turis. Baru-baru ini, di pesisir pantai Porto Cervo di sana ditemukan bangkai paus sperma yang terdampar.
Yang bikin mengagetkan, paus sperma tersebut sedang hamil dan juga nyatanya ditemukan sampah plastik seberat 22 kg di perutnya. Sedih!
Luca Bittau, ketua dari organisasi pecinta lingkungan SeaMe dari Italia menyebut ada banyak jenis sampah plastik di dalam bangkai paus sperma sepanjang 8 meter tersebut. Bikin miris.
"Ada sampah plastik, kantung cairan mesin cuci sampai jaring pancing dan tabung. Paus itu sedang hamil dan dipastikan dia sudah lama mati sebelum terdampar di sini," katanya kepada CNN.
Menteri Lingkungan Hidup Italia, Sergio Costa angkat suara. Dia menilai, sampah plastik di lautan adalah musuh yang harus diperangi!
"Apakah masih ada orang yang bilang kalau masalah ini tidak penting?" katanya.
Costa juga merujuk pada persetujuan Parlemen Eropa baru-baru ini tentang undang-undang yang melarang berbagai macam barang plastik sekali pakai seperti sedotan, cotton buds, dan peralatan makan, pada tahun 2021. Dia menegaskan, Italia akan menjadi negara pertama yang mengimplementasikannya.
"Perang melawan plastik sudah dimulai dan kita tidak akan berhenti," tegasnya.
Sabang Tetap Ramah Wisatawan Meski Jalankan Syariat Islam
Wisatawan yang ingin melancong ke Sabang kadang ragu-ragu dengan aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Tapi tenang, dijamin tetap ramah wisatawan.
Melancong ke Sabang dapat ditempuh dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Wisatawan boleh memilih untuk menyeberang dengan kapal cepat atau pun lambat.
Untuk ke sabang, satu-satunya jalur akses adalah via laut. Sementara waktu, penerbangan yang biasa melayani rute Bandara Maimun Saleh Sabang ke Bandara Kuala Namu Sumatera Utara atau sebaliknya sudah dihentikan pihak maskapai.
Begitu tiba di Pelabuhan Balohan Sabang, wisatawan dapat merental motor atau mobil dengan mudah. Di sana, sebagian penduduk Sabang menunggu pelancong turun dari kapal dan menawari kendaraan.
Dari pelabuhan, wisatawan tinggal memilih destinasi yang ingin dikunjungi. Tentunya, kawasan kilometer nol menjadi salah satu lokasi yang wajib dimasukkan ke dalam agenda.
Selama berada di Sabang kamu dapat mencoba sensasi snorkling ataupun diving. Beberapa destinasi di ujung barat Indonesia ini memang sudah dikenal hingga mancanegara.
Meski daerah Sabang menerapkan Syariat Islam, traveler tetap dibuat nyaman untuk berwisata. Masyarakat di sana juga ramah-ramah dan sudah siap dengan kehadiran wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Sabang, Faisal, mengatakan, pihaknya tidak kesulitan mempromosikan pariwisata Sabang ke turis asing. Soalnya, jika diberi penjelasan dengan benar, para wisatawan mancanegara tidak pernah mempermasalahkannya.
"Karena peraturan syariat kan berlaku bagi kita (warga Aceh) dan bagi wisatawan yang muslim. Kalau bagi mereka nonmuslim tinggal menyesuaikan dengan daerah syariat seperti di Malaysia, Timur Tengah tetap ramai kunjungannya. Itu karena kita menyampaikan secara benar," kata Faisal, Selasa (2/4/2019).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar