Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Semarang memiliki taman bermain Saloka Theme Park. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan taman ini merupakan destinasi wisata berupa taman bermain keluarga terbesar di Jawa Tengah.
"Ini adalah salah satu tempat wisata yang inovatif dan kreatif. Tapi yang terpenting adalah keamanannya. Ini benar-benar nyaman untuk wisata keluarga. Libur Lebaran kemarin pengunjung ramai sekali," ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Kamis (20/6/2019).
Ganjar menambahkan, hadirnya Saloka Theme Park diharapkan benar-benar menjadi tempat hiburan rekreasi seluruh keluarga yang modern dan menyenangkan, dengan pelayanan terbaik dan terkenal di Indonesia.
Saloka Theme Park berada di Jalan Fatmawati No.154, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Menurutnya taman ini mempunyai visi membangun brand awareness dan brand image sebagai tempat hiburan rekreasi seluruh keluarga.
Visi lain yakni memberi kegembiraan dan kesan yang tak terlupakan kepada pengunjung melalui sistem pelayanan terbaik. Serta membangun dan terus meningkatkan bisnis perusahaan yang menguntung melalui kunjungan berbasis inovasi dan teknologi.
"Soft opening Saloka Theme Park sudah dilakukan pada 15 Desember 2018 silam. Namun, baru akan diresmikan Menpar Arief Yahya, akhir pekan nanti (22 Juni). Kami berterima kasih atas perhatian beliau. Mudah-mudahan destinasi ini semakin ramai setelah diresmikan," ucapnya.
Selain meresmikan dan menandatangani prasasti Saloka Theme Park, Arief juga akan meninjau langsung kawasan ini, termasuk menyaksikan pertunjukan legenda 'Baru Klinthing' dengan teknologi masa kini.
Legenda Baru Klinting sengaja diangkat dan dipentaskan karena Saloka Theme Park berada di pinggir Rawa Pening yang mendasari terciptanya legenda tersebut.
Sementara itu, Arief mengaku sangat mengapresiasi hadirnya destinasi baru Saloka Theme Park. Terlebih, konsep destinasi ini adalah taman rekreasi keluarga. Tentunya sangat ramah dengan anak-anak. Destinasi ini juga bisa mengakomodir keinginan generasi milenial karena terdapat spot-spot yang instagramable.
Ia menjelaskan pada pengembangan kawasan pariwisata 2019, Kemenpar menargetkan kawasan pariwisata terpadu sebanyak 1.100.000. Sementara untuk kawasan taman bertema sebanyak 900.000.
"Hadirnya Saloka Theme Park semakin memperkaya destinasi yang ada di Jawa Tengah, umumnya Indonesia. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Apalagi, banyak wahana-wahana seru yang disiapkan. Silakan datang dan buktikan keseruannya," kata Arief.
Sultan Yogya Dorong Pemkab Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul
Sultan Hamengku Buwono X mendorong agar Pemkab Gunungkidul lebih kreatif lagi dalam mengembangkan sektor pariwisata. Apalagi ada bandara baru di Yogyakarta.
Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul lebih kreatif dalam mengembangkan sektor pariwisata di Gunungkidul. Hal itu agar Gunungkidul tidak seperti raksasa yang tertidur lelap.
Dalam pidatonya, Sultan mengungkapkan rasa bangganya karena pembangunan pariwisata di Gunungkidul berbasis komunitas masyarakat. Sehingga pendapatan masyarakat pun menyebar dan berpotensi sebagai wahana efektif untuk pengentasan kemiskinan oleh masyarakatnya sendiri.
Namun, Ngarso dalem menilai pembangunan sektor wisata di Gunungkidul harus lebih meningkat dari sebelum-sebelumnya. Mengingat ramainya destinasi wisata dapat melahirkan multiplayer efek pada sektor yang lebih luas.
"Tinggal Pemerintah Kabupaten (Gunungkidul) memfasilitasinya dengan memudahken akses membangun konektivitas antar objek. Sebagai contoh, dibukanya ruang publik Malioboro sebagai kawasan uji coba semi pedestarian setiap Selasa Wage, maka munculah kreativitas masyarakat yang meningkatkan daya atraktif khas dan memberi nilai tambah Malioboro sebagai destinasi wisata budaya, ujar Ngarso Dalem, Kamis (20/6/2019).
Hal tersebut diungkapkan Ngarso Dalem saat menghadiri acara silaturahmi dan halal bihalal Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Bangsal Sewokoprojo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Kamis (20/6/2019).
"Selain itu, secara tak terduga nanti juga akan membuka ruang-ruang kreativitas baru yang tak terprediksiken sebelumnya. Makanya jika pemerintah dan masyarakatnya kurang kreatif, Gunungkidul pun akan seperti raksasa yang tertidur lelap, yang tak akan mendapatkan apa-apa," ucapnya.
Menurut Ngarso Dalem, pengembangan sektor pariwisata itu untuk menarik wisatawan yang mendarat di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) untuk mengunjungi Gunungkidul. Terlebih, Gunungkidul memiliki daya tarik wisata geopark dan pantainya, hal itu agar wisatawan yang datang dari YIA tidak hanya tertarik ke Candi Borobudur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar