Senin, 20 Januari 2020

Liburan ke Ha Long Bay di Vietnam Bisa Naik Helikopter

Raja Ampatnya Vietnam, Ha Long Bay kini punya fasilitas helikopter. Wisatawan makin banyak pilihan berkeliling selain menggunakan kapal dan pesawat amfibi.

Melansir CNN, Senin (17/6/2019), menjelajah Ha Long Bay atau Teluk Ha Long telah lama menjadi aktivitas utama. Ini merupakan salah satu tempat wisata di Vietnam yang jadi unggulan.

Northern Vietnam Helicopter Company, anak perusahaan operator helikopter milik negara Vietnam Helicopter Corporation yang telah meluncurkannya. Akan ada serangkaian penerbangan wisata di atas kawasan Ha Long Bay yang indah.

Harganya dimulai dari USD 125 atau setara Rp 1,7 juta selama 12 menit. Menjadi ke Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1994, Ha Long Bay dipenuhi lebih dari 1.600 pulau kapur.

Ada tiga opsi rute berbeda yang ditawarkan, dengan harga berkisar antara USD 125 dan USD 396 atau Rp 5,6 juta per orang. Perjalanan termurah berlangsung selama 12 menit dan akan melayang di enam lokasi wisata, termasuk Gua Thien Cung, Pulau Titop, dan Teluk Bai Tu Long.

Adapun pengalaman yang paling mahal berlangsung selama 40 menit. Anda akan disajikan dengan pemandangan 17 situs berbeda di sepanjang Ha Long Bay.

Dua helikopter Bell 505 akan melayani Halong Bay Scenic Flight service. Penerbangan berangkat dari dan tiba di Pulau Tuan Chau, yang berjarak sekitar 170 kilometer dari Hanoi.

Helikopter Bell 505 dapat menampung tiga penumpang per penerbangan. Dilengkapi dengan kursi menghadap ke depan dan jendela besar, itu menawarkan pemandangan Ha Long Bay yang sangat berkesan tentunya.

Seorang perwakilan perusahaan memberi tahu CNN Travel bahwa sejak diluncurkan pada awal Mei, mereka telah menerbangkan 300 pelanggan.

Tur helikopter ini bukanlah aktivitas penerbangan wisata pertama dan satu-satunya di daerah ini. Ada Hai Au Aviation, perusahaan yang mengoperasikan pesawat amfibi komersial pertama Vietnam dari Hanoi yang juga menawarkan penerbangan wisata ke Ha Long Bay.

Turnya selama 25 menit, lepas landas dan mendarat dari air di Tuan Chau Island Marina. Biaya sekitar USD 102-120 atau setara Rp 1,5 juta, tergantung pada musim yang akan melewati langit Pulau Dau Be, Pulau Cong Do dan Pulau Bo Hon. 

Gara-gara BTS, Wisatawan ke Malta Meningkat

Boyband K-Pop BTS tak cuma berpengaruh besar terhadap dunia musik. Pria-pria tampan ini juga mendongkrak pariwisata di berbagai negara yang mereka datangi.

Kesuksesan Boyband Korea Selatan, BTS patut diacungi jempol. Dalam tiap tur dunianya, bangku-bangku penonton selalu penuh sesak oleh fans dari berbagai belahan dunia.

Selain tour, BTS juga hobi traveling. Mereka mengambil waktu khusus untuk berlibur ke suatu tempat untuk menghilangkan penat sehabis atau sebelum tur di mulai. Hal ini memberikan dampak pada bidang pariwisata, khususnya Malta.

Malta adalah sebuah pulau kecil nan indah di Laut Mediterania. BTS memutuskan untuk melakukan pemotretan di Malta pada tahun 2018. Selain pemotretan, BTS tak mau menyayangkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam tempat wisata di Malta.

Momen liburan mereka dijadikan sebuah reality show yang bernama BTS Bon Voyage. Sehingga para fans bisa melihat berbagai aktivitas mereka saat liburan.

BTS juga membagikan keseruan liburan mereka di Media Sosial V Channel. Seakan memperkenalkan Malta kepada dunia, ada dampak signifikan dari sentuhan BTS di sana.

Menurut Trip.com, sebuah situs perjalanan online dunia, pariwisata Malta meroket sejak didatangi BTS. Data statistik menunjukan pariwisata Malta naik 277 persen dari Januari-Mei 2019.

Hasil penelitian kedua diambil pada rentang waktu September 2018 dan Desember 2018. Hasilnya begitu mengejutkan.

Jumlah pemesanan penerbangan ke Malta meningkat hingga 1.033 persen! Wah!

Bukan tanpa alasan, waktu tersebut dipilih karena bertepatan dengan penayangan BTS Bon Voyage. Melihat aktivitas BTS di sana, kini Malta kebanjiran turis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar