Sabtu, 18 Januari 2020

Liburan ke Eropa, Turis Indonesia Lebih Pilih Wisata Halal

Turis dari Indonesia kini lebih memilih wisata halal saat bepergian ke luar negeri. Terutama ke Eropa, mereka tertarik mencari destinasi yang berbau Islam.

Di lain sisi, masalah tiket pesawat mahal di dalam negeri jadi bikin sepi pariwisata Indonesia. Hal itu dikemukakan oleh Cheriatna, Sekretaris ATHIN di Gedung Twink Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Wisata halal lebih menguasai turis Indonesia yang ada di Eropa dibanding konvensional. Mereka memenuhi travel agen ramah muslim," kata Cheriatna.

"Itu data yang terbaru dari turis Indonesia. 2-3 tahun ini. Orang Indonesia pilih wisata halal," imbuh dia.

Tak hanya itu, konsorsiumnya yang tergabung dalam HTK (Halal Travel Konsorsium) juga optimis dalam ceruk potensial itu. Karena ada sebanyak 20 juta orang Indonesia mampu bepergian ke luar negeri.

"Kita tetap optimis di wisata halal karena trennya naik. Tahun ini bisa tembus pendapatan USD 10 juta. Tren dunia berusaha menawarkan wisata halal, bahkan di negeri non muslim yakni Jepang," urai dia.

"Ada bento halal di Seven Eleven Jepang. Tokonya pun mudah. Selain itu ada Korea, China dan Thailand yang lebih dulu menggarap wisata halal itu," ujar dia.

Menurut Cheriatna, ada beberapa kendala terkait wisata halal di Indonesia. Kurang komunikasi hingga penolakan di beberapa tempat jadi masalahnya.

"Kita ada kendala seperti di beberapa daerah menolak wisata halal, seperti Bali, NTT hingga Tana Toraja, mungkin kurang komunikasi. Sementara negara non muslim ramai-ramai menyiapkan wisata halal," pungkas dia.

Crossborder Music Festival Atambua Akan Disiarkan Live Lewat RRI

Crossborder Music Festival Atambua 2019 sesion II akan digelar di Lapangan Simpang Lima Atambua pada Jumat, 28 Juni 2019 mendatang. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun turut mempromosikan kegiatan ini, termasuk melakukan siaran langsung di Radio Republik Indonesia (RRI).

"Strategi Kemenpar untuk mensukseskan kegiatan itu sangat luar biasa. Beragam bentuk promosi dilakukan agar masyarakat tahu dan datang ke lokasi acara. Selain menyebar pamflet, panitia juga melakukan siaran langsung dengan RRI," ujar Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6/2019).

Dengan mengudaranya sosialisasi tersebut di RRI, diharapkan para pendengar tertarik untuk hadir pada konser tersebut. Kemenpar juga bekerja sama dengan operator di Timor Leste turut mendukung dengan menyebarkan pengumuman pada seluruh pengguna produknya lewat SMS blast.

Tak hanya itu, lanjutnya, ada pula pemasangan billboard di Giant Lecidere Timor Leste, serta flyering di kota dan perbatasan. Termasuk pemasangan spanduk dan umbul-umbul di perbatasan Wini, Motaain, dan titik strategis Atambua.

"Promosi yang dilakukan untuk konser musik perbatasan Atambua ini benar-benar total dan menyasar semua lini. Saya benar-benar berterima kasih atas support Kemenpar. Ini luar biasa, dan saya yakin hasilnya pun tidak mengecewakan," imbuhnya.

Lebih lanjut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan Crossborder Music Festival Atambua 2019 sesion II akan menghadirkan grup Band Kotak. Ada juga penampilan para jawara Band Competition Crossborder Music Festival 2019 sesion 1, yaitu Illumia Band (juara 2) dan Panglima Band (juara 1).

"Kegiatan juga akan dimeriahkan oleh bintang tamu Andmesh & Gerson. Kami berharap penampilan semua pengisi acara bisa menghibur seluruh pengunjung," ungkap Rizki.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan digelarnya Konser Musik Perbatasan Atambua tak lain dimaksudkan untuk menjaring wisatawan mancanegara. Khususnya dari Republik Demokrasi Timor Leste, terutama yang tinggal di daerah perbatasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar