Kamis, 09 Januari 2020

Kereta Mati, Ratusan Penumpang Terjebak Seperti di Neraka

Cuaca panas ektsrem terjadi di beberapa negara di Eropa, salah satunya Belgia. Dampaknya, kereta sampai mati dan penumpang terjebak kepanasan sampai pingsan.

Di Paris, turis masuk ke kolam Menara Eiffel karena suhu panas yang ekstrem. Masih tentang cuaca panas ekstrem, Belgia juga kebagian sial.

Dilihat detikcom dari Media Internasional The Sun, Jumat (26/7/2019) panasnya cuaca di Belgia tak menyurutkan turis untuk berwisata dengan kereta Eurostar.

Namun cuaca ekstrem membuat gelombang panas di seluruh area Belgia. Saking panasnya, darurat cuaca ini ditandai dengan kode merah.

Hal ini membuat listrik di Tubize padam, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Kereta Eurostar yang berangkat dari Brussel menuju London pun kena getahnya.

Kereta yang membawa 700 penumpang ini harus berhenti di tengah jalan. Pendingin udara pun seketika mati. Tapi penumpang masih belum dievakuasi dari dalam gerbong karena cuaca panas.

Saat itu suhu di luar ruangan mencapai 38 derajat celsius, sebuah rekor untuk Belgia. Bayangkan, di dalam gerbong tanpa pendingin udara, suhu bisa mencapai 60 derajat Celsius.

Tak dipungkiri, satu persatu penumpang mulai kehabisan oksigen dan pingsan. Pendingin udara terus dipaksa untuk dinyalakan, tapi tak ada hasil.

Penumpang diminta untuk tetap tenang karena petugas menjanjikan kereta penyelamat. Penumpang akhirnya diminta untuk keluar dari gerbong yang panasnya seperti neraka.

Setelah dua jam menunggu, kereta penyelamat tak juga datang. Para penumpang mengantre dalam barisan di dalam sebuah terowongan, menunggu untuk diselamatkan.

Tak ingin ada korban lagi, pihak kereta Eurostar pun memutuskan untuk membatalkan semua jadwal ke Belgia hari itu. Kereta dengan tujuan London dari Belgia juga ikut dibatalkan.

"Kami sedang berupaya menyelesaikan ini sesegera mungkin, dan kereta lain telah dikirim dari Brussels. Calon penumpang dengan pemesanan sore ini harus memeriksa situs web kami apakah ada pembatalan lainnya dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," ujar juru bicara Eurostar.

Setelah penantian yang cukup menyiksa, kereta penyelamat akhirnya tiba.

6 Fakta MesaStila, Resor Mewah Bekas Stasiun Kereta di Magelang

Resor di Kabupaten Magelang ini dibikin dari bekas stasiun. Namun, kesan mewan tetap ada di MesaStila.

Inilah 6 fakta yang mengupas MesaStila, seperti dirangkum detikcom, Jumat (26/7/2019). Berikut daftarnya:

1. Dikelilingi Gunung Merapi hingga Merbabu

Resor ini ada di perbukitan. Asri, itulah kesan pertama dengan pepohonan rindang dan gerombolan pohon bambu yang menjulang tinggi kehijauan.

MesaStila berlokasi di Desa Losari, Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Resor ini dikelilingi oleh beberapa gunung, yakni Merbabu, Merapi, Andong hingga Telomoyo. Hawa sejuk hingga dingin pasti dirasakan para tamu.

2. Kamar hotel berkonsep villa

Kamar-kamar di sini berupa vila sebanyak 23 buah. Bangunannya adalah rumah bedolan rumah Jawa jenis Joglo yang diperoleh dari Semarang, Bawen, Solo, Demak hingga Kudus.

Jadi, kalau kamu menginap di sana akan merasa tinggal di pedesaan. Namun, kesan mewah akan terlihat di fasilitas-fasilitas yang ada di dalam kamarnya, mulai dari bathub, tempat tidur dan lainnya.

Untuk diketahui, saat musim liburan MesaStila biasa diinapi pengunjung sebanyak 800-1.000 orang. Mereka yang datang biasanya dari Italia dan Prancis.

3. Koleksi bangunan tua dan stasiun milik PT KAI

Ada bangunan berupa Stasiun Mayong, Jepara. Bangunan dari tahun 1983 dan juga hanggar.

Stasiun Mayong, Jepara yang milik PT KAI dan masih 95% persen asli. Hanya beberapa bagian bangunan saja yang diganti karena dimakan usia.

Vila-vila untuk menginap dan bangunan pendukung lainnya menempati 11 hektar dari total 22 hektar luas lahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar