Sebelumnya, beredar kabar yang menyebut pendaki pria dan wanita yang bukan mahram di Gunung Rinjani akan dipisahkan begitu juga area camping-nya. Namun Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Moh Faozal membantah hal ttersebut dan dia menjelaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi prioritas dalam program yang disiapkan untuk Rinjani.
"Kita berharap para pendaki tidak terganggu dengan kabar yang telah terlanjur beredar. Pendaki bisa beraktivitas dengan normal. Yang menjadi perhatian kita adalah kemudahan dan kenyamanan para pendaki," paparnya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/6/2019).
"Fokus kita adalah perbaikan manajemen pendakian. Khususnya, pada sistem e-Tiketing. Selain itu, kita juga akan membenahi pengelolaan sampah dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian," tambah dia.
Dia menambahkan, para pendaki sudah bisa beraktivitas normal di gunung ini sejak 14 Juni 2019 lalu. Ada dua jalur pendakian yang dibuka. Pertama jalur Sembalun dan Senaru. Kuota masing-masing jalur sebanyak 150 orang per hari.
"Ada juga jalur Aik Berik dan Timbanuh. Masing-masing jalur ini diberikan kuota 100 orang per hari. Buat memudahkan para calon pendaki, tiket dapat dibeli via e-Rinjani. Ini bisa diakses dengan mengunduh aplikasi di playstore," imbuh Faozal.
Hanya saja, karena mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan, pendakian untuk sementara dibatasi. Pendaki hanya bisa sampai di Plawangan. Mereka tidak diperkenankan menuju puncak dan Segara Anak.
Gunung Rinjani berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia. Ketinggiannya mencapai 3.726 mdpl. Pada 2018, bersamaan dengan Geopark Ciletuh, Taman Nasional Gunung Rinjani sudah menjadi Unesco Global Geopark
Gunung ini termasuk favorit bagi para pendaki. Tidak hanya pendaki Nusantara, tetapi juga pendaki mancanegara seperti dari Malaysia dan Eropa. Gunung ini favorit karena keindahan pemandangannya.
Gunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani ini memiliki luas sekitar 41.330 hektare dan akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 hektare ke arah barat dan timur.
Tambah Frekuensi, Garuda Terbang ke Banyuwangi 2 Kali dalam Sehari
Mulai besok Garuda Indonesia akan menambah frekuensi penerbangan dari Jakarta menuju ke Banyuwangi. Dari sekali sehari jadi dua kali dalam sehari.
Maskapai nasional ini melakukan penambahan frekuensi tersebut mulai Jumat (21/6/2019). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun mengapresiasi kebijakan Garuda Indonesia yang menambah jadwal terbangnya dari dan menuju Banyuwangi.
"Ini menunjukkan bahwa pasar di Banyuwangi terus terjaga di tengah tantangan industri penerbangan dewasa ini. Kami menjaga Banyuwangi tetap stabil untuk pasar wisatawan yang hendak berlibur ataupun mereka yang menempuh perjalanan bisnis, kerja sama pemerintahan, pendidikan, dan sebagainya," ujar Bupati Anas kepada detikcom, Kamis (20/6/2019).
Bagi Anas, ini akan menambah opsi bagi yang hendak menuju Banyuwangi. Kini, dalam satu hari ada tiga penerbangan rute Jakarta - Banyuwangi pp yang dilayani oleh dua maskapai, yaitu Garuda dan Citilink.
"Ini memacu kami untuk mengembangkan daerah ini menjadi tempat yang nyaman dan layak dikunjungi. Kami juga harus terus berbenah agar makin banyak orang melakukan perjalanan ke Banyuwangi," kata Anas.
Kepala Cabang Garuda Indonesia Banyuwangi Samsudin mengatakan, penambahan jadwal baru tersebut diharapkan bisa mempermudah siapa pun yang hendak menuju kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. "Kini mobilitas pengunjung ke Banyuwangi menjadi semakin leluasa karena ketersediaan seat per hari menjadi bertambah. Hal ini tentu bagus bagi Banyuwangi," kata Samsudin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar