Minggu, 19 Januari 2020

Festival Gendang & Kecapi Pukau Pengunjung Wisata Bantimurung

Traveler yang berkunjung ke Wisata Alam Bantimurung di Maros dihibur oleh pertunjukan gendang dan kecapi. Lomba ini sekaligus jadi ajang promosi budaya.

Penampilan puluhan peserta lomba gendang dan kecapi sukses memukau ribuan pengunjung wisata alam Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maros ini, bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata budaya yang saat ini makin banyak diminati.

"Kegiatan ini kita gelar sebagai upaya kita mendorong potensi wisata budaya yang sebenarnya luar biasa jika dikembangkan. Selain itu, kita juga mau memberikan hiburan ke para pengunjung agar objek wisata kita ini makin dikenal dan semakin banyak peminatnya," kata Kadis Pariwisata Maros, Ferdiansyah, Minggu (23/07/2019).

Lomba gendang dan kecapi ini, diikuti sekitar 60an peserta dari berbagai sanggar seni di Maros dan juga pelajar. Mereka tampil, baik sendiri maupun secara berkelompok dengan menggunakan pakaian tradisional. Pihak panitia pun sengaja menggelar kegiatan itu di tempat wisata saat di hari libur, agar para pengunjung juga bisa lebih menikmati suasana liburan dengan nyaman.

"Pesertanya ini ada dari anak SD sampai SMA dan juga beberapa sanggar seni di Maros. Kategorinya ada yang berkelompok maupun sendiri-sendiri. Kita bisa lihat sendiri antusias pengunjung yah. Mereka beramai-ramai merekam, karena mungkin mereka sangat terhibur dengan kegiatan ini," lanjutnya.

Bagi para pengunjung, kegiatan seperti ini tentunya membuat liburan mereka lebih berkesan, apa lagi bagi para wisatawan dari luar kota Sulawesi Selatan. Mereka sangat terpukau dengan penampilan anak-anak usia Sekolah Dasar memainkan alat musik tradisional dengan lihai.

"Sangat jarang ada objek wisata yang melaksanakan kegiatan seperti ini. Kami merasa terkesan yah, apalagi dengan penampilan anak-anak itu. Sekarang ini kita lihat sudah sangat jarang ada penampilan begini. Bagi kami ini luar biasa dan kami semua sangat terhibur," kata seorang wisatawan asal Kalimantan Timur, Irma.

Rencananya, Disbupar Maros akan mengagendakan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang. Tidak hanya kesenian gendang dan kecapi, tapi juga kesenian-kesenian tradisional lain yang sudah hampir punah sebagai upaya pelestarian budaya di Maros. 

Bendung Colo Nan Instagramable di Sukoharjo

Buat kamu yang tinggal di Sukoharjo dan ingin mencari spot Instagramable, bisa datang ke Bendung Colo. Selain Instagramable, masuknya juga gratis.

Adalah Bendung Colo atau Dam Colo. Secara administratif masuk wilayah Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Dari pusat kota di Sukoharjo hanya berjarak sekitar 15 kilometer arah tenggara.

Mau menuju lokasinya cukup mudah. Ketika melintas di Jalan Raya Solo-Wonogiri dan sudah masuk wilayah Desa Gupit Kecamatan Nguter atau sebelum jembatan perbatasan Sukoharjo-Wonogiri, ambil kiri tepat di simpang tiga.

Lantas, ikuti saja jalan aspal tersebut. Tidak sampai tiga kilometer sudah sampai di Bendung Colo. Langsung masuk saja ke lokasinya dan pilih sendiri tempat memarkirkan kendaraan.

Tidak perlu mengeluarkan kocek, pasalnya masuk ke Bendung Colo, gratis, demikian pula untuk parkirnya. Kita hanya membayar jika ingin melepas lapar dahaga di deretan warung makan dan minuman yang berjajar di pinggir aliran bendungan.

Saat sudah masuk lokasi, kita bisa langsung lewat di atas bendungan yang memang menjadi jalur penghubung Pengkol-Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Kita bakal disuguhi view aliran air dari Waduk Gajah Mungkur Wonogiri menuju pintu bendung, sekaligus aliran air yang keluar dari pintu airnya.

Ada lagi yang lebih Instagramable. Turun saja ke bawah pintu air, tepatnya di aliran irigasinya. Tersedia ratusan beton kokoh berbentuk persegi tertata rapi laksana paving di atas air.

Antara beton satu dengan lainnya berjarak kira-kira satu meter. Saat kemarau seperti ini ketika aliran air yang keluar Bendung Colo menyusut, deretan beton yang sebenarnya menjadi pemecah arus air itu terlihat jelas muncul di permukaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar