Senin, 10 Februari 2020

Travel Blogger Dikecam, Dia Naik First Class Anak-anaknya di Kelas Ekonomi

Travel blogger wanita asal Inggris dikecam karena duduk di kelas First Class sedangkan anak-anak dan suaminya di kelas ekonomi. Tapi, dia punya alasan sendiri.

Travel blogger itu bernama Naomi Isted, berasal dari Essex, Inggris. Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Jumat (29/3/2019) Naomi bisa berpergian mewah selama 5-6 kali dalam setahun. Tak tanggung-tanggung, seperti ke Karibia sampai Hawaii.

Namun rupanya, ada beberapa netizen yang mengecam Naomi. Sebab diketahui, dia begitu nikmatnya duduk di kelas First Class, sedangkan anak-anak dan suaminya Haydn (40 tahun) duduk di kelas ekonomi.

Hal itu sampai ke telinga Naomi. Naomi menjelaskan, dia punya alasan sendiri mengapa melakukan hal tersebut.

"Kami punya kehidupan yang baik, anak-anak saya dan suami saya. Saya memberikan cinta kepada mereka dan saya tidak merasa bersalah," terang Naomi kepada The Sun.

"Saya hanya mengajarkan kepada mereka tentang bersyukur, kerja keras dan hasilnya. Selama ini tidak ada masalah," lanjut Naomi.

Menurutnya, dirinya memang beberapa kali mendapat kesempatan untuk meng-upgrade tempat duduknya di pesawat. Naomi tidak menyia-nyiakannya.

"Duduk di First Class, saya bisa lebih konsentrasi untuk menyiapkan konten saya, jadwal perjalanan dan lainnya," kata Naomi yang juga seorang presenter di Inggris.

Dua anak Naomi, yakni Fleur (9 tahun) dan Rocco (3 tahun) dinilai Naomi tidak pernah iri terhadap dirinya. Naomi pun menjanjikan, pasti suatu saat mereka bisa duduk di First Class bersama ibunya.

"Fleur sudah 9 tahun, dia sudah tahu bagaimana untuk bersikap. Sedangkan Rocco, adalah anak laki-laki yang suka berlarian, jadi saya takut kalau membawa dia ke First Class dan menganggu penumpang lainnya," tutup Naomi.

Bagaimana menurut kamu?

Pekerja Seks Red Light District Amsterdam Sudah Muak dengan Turis

Red Light District merupakan tempat wisata syahwat yang dilegalkan di Amsterdam, Belanda. Namun para pekerja seks di sana, sudah muak dengan turis.

Pemerintah Amsterdam melarang tur wisata ke Red Light District. Larangan tersebut mulai berlaku per 1 Januari 2020, alasannya karena sudah penuh turis di sana, bikin kemacetan dan turis dinilai tidak menghormati para pekerja seks.

Usut punya usut, para pekerja seks di Red Light District Amsterdam rupanya sudah muak dengan turis. Sebabnya, sudah ada aturan dilarang memotret mereka akan tetapi banyak turis yang ngeyel dan tetap melakukannya.

Dilansir dari The New York Times, Jumat (29/3/2019) suatu survei dilakukan pada pekerja seks di Red Light District Amsterdam terhadap kelakukan turis. 80 Persen mereka menyebut, turis memiliki efek negatif.

Selain memotret, banyak turis yang berlaku kasar pada pekerja seks akibat sudah mabuk berat. Para pekerja seks dibuat tidak nyaman.

"Kami rasa tidak pantas pekerja seks dijadikan tontonan atau objek wisata," kata Wakil Walikota Amsterdam, Udo Kock seperti dilansir CNN Travel.

Tahun 2018 kemarin, tercatat 18 juta turis mengunjungi Amsterdam. Tak sedikit, mereka jalan-jalan ke Red Light District karena penasaran.

Amsterdam pun sudah dikenal sebagai 'Sin City'. Tapi tampaknya, pemerintah setempat ingin pelan-pelan mengubah citra itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar