Libur Isra Miraj besok, bisa traveler manfaatkan naik mobil lawas di jalur offroad Gunung Merapi. Dijamin seru dan bikin ketagihan!
Kalikuning, sungai yang hulunya langsung dari puncak gunung merapi, menjadi lintasan lahar ketika Gunung Merapi erupsi. Salah satu spot di Kalikuning ini juga menjadi tempat favorit untuk menjajal adrenalin bersama jeep-jeep lavatour khusus Landi atau Landrover tahun lawas yang tetap gahar di lintasan bebatuan Kalikuning.
Menginjak pedal gas hingga penuh untuk menguji adrenalin di track yang berbatu khas Kalikuning. Yah, Kalikuning salah satu spot dengan panorama alam dan background Gunung Merapi ini menjadi salah satu spot unggulan untuk memacu adrenalin di atas jeep.
Khusus landrover lawas ini, mencoba melawan umur untuk menjajal track bebatuan sisa merapi membuat landi(landrover) ini terlihat gahar di trek Kalikuning. Wisata lereng Merapi menjadi salah satu destinasi wisata yang berada daerah Sleman khusus Cangkringan.
Offroad menggunakan roda empat ini berhasil menarik penggemarnya sendiri, khususnya bagi mereka yang ingin berwisata dengan suasana yang berbeda. Berkeliling dengan mobil lawas ini tentunya sudah memiliki banyak peminat, bukan hanya untuk remaja, melainkan orang tua pun tidak mau ketinggalan untuk menikmati sensasi menembus sungai dan genangan aliran Sungai Kalikuning.
Perlu di ketahui mobil dengan dengan pengeluaran tahun 70-80an ini masih berani diadu lho untuk menjajal jalan extream. Berani tidak kamu?
Puri Tri Agung di Pulau Bangka yang Tenang & Damai
Berkunjung ke Pulau Bangka, jangan hanya melihat pantainya saja yang cantik. Kunjungi juga Puri Tri Agung yang tenang dan damai ini.
Tempat ini mengingatkanku untuk sesekali merenungi sekaligus menertawakan kehidupan yang tabiatnya telah menjebak kita dalam jeratan rutinitas kesibukan. Cerita ini masih sekitar memoir perjalanan ku ke Pulau Bangka awal bulan Oktober 2018 silam.
A random moment in life bring me to this place. Sungguh, perjalanan yang tidak direncanakan. Tetapi, kejutan dalam hiduplah yang membuat hidup terasa lebih hidup. Pak sopir yang baru kami kenal mengantar kami ke tempat ini, another a stunningly beautiful place.
Nama tempat yang mungkin hanya akan aku kunjungi once in a lifetime ini adalah Padepokan Puri Tri Agung. Yang membuat aku paling senang dari Pulau Bangka ini adalah karena Pulau ini belum banyak dikenal orang. Pulau ini masih kalah populer dengan pulau kecil tetangganya, Pulau Belitung.
Harus diakui, popularitas novel dan film 'Laskar Pelangi' berhasil mengangkat nama Belitung setidaknya ke sorot panggung nasional. Tetapi tidak sama halnya dengan Pulau Bangka.
Kurang populernya Pulau Bangka, buatku justru sesuatu yang harus disyukuri. Keindahan alamnya dapat kita nikmati secara lebih intim.
Terbayang kan, betapa amat menyebalkanya mengunjungi sebuah tempat yang penuh berjubel orang-orang, yang sebagian besar datang hanya untuk berfoto, bukan untuk menikmati dan merenungi keindahanya. Apalagi mencoba berbahasa dengan alam semesta.
Padepokan ini terletak di atas sebuah bukit yang langsung berhadapan dengan pantai. Jangan ditanya lagi, pantainya yang indah dan bersih dengan warna turquoise (pirus, biru-kehijauan) yang memesona. Suasana di Padepokan yang adem berkolaborasi dengan pemandangan pantai yang indah. What a stunningly beautiful place, isn't it?
Sejenak tempat ini mengingatkanku suatu perjalanan menyusuri daratan Italy beberapa waktu silam. Bentuk bangunan padepokan ini berbentuk kerucut bersusun tiga. Mirip dengan masjid Jawa yang biasanya atapnya juga bersusun tiga. Kenapa harus tiga? Ada filosofi tentunya, bukan sekedar purely a random number.
Setelah melewati tangga berundak panjang lebar, dengan sisinya yang berwarna putih, di depan Padepokan kita akan disambut oleh sebuah patung (kalau tidak salah) Budha dengan perut gendut, santai dan sedang tertawa. Melihat patung ini, membuat kita jadi ikut-ikutan tertawa.
Jadi, kalau sampean lagi setres dengan segala keruwetan hidup, melihat patung ini bisa jadi terapi mujarab penghilang setres. Eh, atau malah jadi kebablasan stresnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar