Suasana sejuk dan indahnya Bandung tak pernah sepi dari wisatawan. Libur sehari, ini ragam atraksi yang bisa traveler lakukan di sana.
Jalanan Kota Bandung di pagi hari masih sejuk dan menyenangkan untuk diisi dengan jalan santai atau lari pagi. Setelah puas berolahraga santai, jangan lupa mengisi perut dengan sarapan aneka pilihan di Kota Bandung.
Seperti di Jalan Kelenteng, dekat Kebon Jati, Bandung, setiap pagi banyak gerobak pedagang yang berjejer menajajakan sarapan nikmat. Lontong kari, bubur ayam, nasi laksa, nasi campur, kupat tahu, nasi uduk, nasi kuning, dan berbagai jajanan pasar bisa menjadi pilihan sarapan para traveler.
Setelah puas sarapan, traveler bisa mengeksplore Kota Bandung, mulai dari taman-taman ikonik, kafe, atau tempat bernuansa budaya seperti Saung Angklung Udjo. Di Saung Angklung Udjo, traveler bisa menyaksikan pertunjukan angklung dan wayang.
Saung yang dikelola secara turun-temurun oleh keluarga Udjo ini tak pernah sepi pengunjung, baik traveler domestik maupun mancanegara. Traveler akan disuguhkan beberapa sesi pertunjukan, seperti belajar bermain angklung bersama, konser musik angklung oleh anak-anak binaan Saung Angklung Udjo, pertunjukan tari-tarian, pertunjukan wayang, dan diakhiri dengan konser angklung yang mengaransemen lagu-lagu populer dunia seperti Heal The World, Theme Song Mission Impossible, dan lain sebagainya.
Konser terakhir ini dibawakan oleh grup yang sudah kerap diundang ke berbagai negara untuk melakukan pertunjukan angklung.
Selanjutnya, traveler bisa bersantap siang di restoran ala Korea yang ada di Jalan Sawunggaling. Selain makanan berat khas Korea seperti jjapchae, bulgogi, bibimbap, nasi campur, ramyun, jangan lewatkan nikmati dessert pancake kacang merahnya yang enak. Pancake kacang merah ini merupakan salah satu menu andalan dan favorit para traveler bertajuk Chingu ini.
Menjelang malam, traveler bisa menuju Dago Pakar untuk menikmati suasana malam yang syahdu dan tenang di puncak-puncak bukit. Ada banyak kafe atau resto di Dago Pakar yang menyuguhkan pemandangan lampu-lampu Kota Bandung di bawah kaki bukitnya.
Bandung selalu menjadi kota yang klasik di tengah banyaknya hiruk pikuk tempat-tempat baru dengan berbagai konsep yang mengikuti perkembangan zaman.
Melihat Perkembangan Luar Angkasa di Museum Cosmonautics
Rusia dan Amerika Serikat pernah berlomba untuk menjelajahi luar angkasa. Sampai kirim anjing pertama ke luar angkasa, inilah Museum Cosmonautics di Moskow.
Meskipun terletak agak jauh dari pusat kota Moskow, museum ini patut jadi tujuan wajib saat berkunjung ke Moskow. Berbagai informasi mengenai perkembangan luar angkasa Uni Soviet dan negara lain di dunia, bisa kita temukan di sini.
Stasiun metro terdekat dari museum ini adalah VDNKh, kemudian kita akan melewati sebuah taman besar dengan bangunan utama yang menjulang tinggi. Inilah monumen perlombaan Uni Soviet (dengan Amerika Serikat) ke luar angkasa. Dan Museum Cosmonautics berada tepat di bawah monumen ini.
Tiket masuk museum adalah 250 rubel atau sekitar 55 ribu rupiah. Sebelum masuk, kita diharuskan menitipkan jaket terlebih dahulu di tempat penitipan.
Museum Cosmonautics sebenarnya tidak terlalu besar, tapi sangat sangat menarik dan informatif. Museum ini berisi 85.000 artefak yang berkaitan dengan astronomi, perjalanan luar angkasa, teknologinya, dan hal menarik lainnya.
Museum ini dibuka 10 April 1981, dua dekade setelah kosmonot Rusia Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang berhasil ke ruang angkasa.
Fokus utama di museum ini adalah program luar angkasa Uni Soviet dengan tema seperti Yuri Gagarin, Sergey Korolev, Sputnik juga Soyuz. Pada hari Cosmonautics di tahun 2009, museum dibuka kembali setelah 3 tahun rekonstruksi. Banyak tambahan bagian yang didedikasikan untuk program luar angkasa di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Cina dan International Space Station (ISS).
Yang juga menarik, di sini kita mendapatkan pengetahuan mengenai anjing pertama yang sampai ke luar angkasa yaitu Belka dan Strelka. Bisa kita lihat juga replika berbagai macam roket dari berbagai negara di dunia, baju-baju yang dipakai astronot dan juga seperti apa kehidupan dalam roket.
Karena sangat bagus untuk ilmu pengetahuan, jangan heran kalau disini banyak anak-anak sekolah yang datang untuk study tour.
Museum dibuka setiap hari (kecuali hari Senin) mulai pukul 10 pagi hingga 7 malam pada hari Selasa, Rabu, Jumat, Minggu dan hingga pukul 9 malam di hari Kamis dan Sabtu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar