Senin, 10 Februari 2020

Lewat WTLE 2019, Kemenpar Genjot Kunjungan Turis Filipina (2)

Sedangkan target pengunjung pameran, 63 persen adalah para travelers, pelajar-mahasiswa sekitar 24 persen, lalu 13 persen adalah B2B.

"Industri memiliki peluang besar untuk mengeksplorasi pengunjung WTLE 2019. Proporsi terbesar pengunjung terdiri para travelers tentu menguntungkan. Sebab, informasi dan paket wisata yang ditawarkan tepat sasaran," kata Rizki.

Rizki menjelaskan beragam keramahan siap ditebar Wonderful Indonesia di WTLE 2019. Event ini akan menampilkan Kostum Karnaval. Selain itu ada juga parade seni budaya berupa Tari Bali, Tari Tifa NTT, dan Tari Gandrung Lombok.

Kemudian selain turut menghadirkan kehangatan kopi khas nusantara dari Toraja dan Bali, paviliun Indonesia juga membagikan suvenir berupa pouch, travel bag, hingga miniatur Kapal Pinisi.

Sementara itu Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan WTLE 2019 menjadi momentum terbaik untuk bisa melakukan branding dan selling sekaligus.

"Untuk itu, beragam potensi pariwisata Indonesia akan ditampilkan secara masif. Kami yakin, publik Filipina akan penasaran lalu melihat langsung dengan datang ke Indonesia," kata Ricky.

Pergerakan wisatawan Filipina sangat positif sepanjang 2018. Kunjungan wisatawannya mencapai 217.644 orang. Angka ini surplus 103,6 persen dari target 210 ribu orang wisatawan Filipina.

Selanjutnya, mengacu realisasi tahun lalu, target besar pun dipancang 2019. Kunjungan wisatawan Filipina ditargetkan 260 ribu orang. Artinya, dibutuhkan penambahan slot wisatawan Filipna hingga 23,8 persen.

"Pergerakan wisatawan Filipina akan terus tumbuh. Apalagi, kami gencar melakukan branding di area Filipina. Selain jangka pendek melalui WTLE 2019, arus besar wisatawan Filipina akan terjadi di waktu berikutnya. Sebab, paket lengkap yang ditawarkan sangat menarik," paparnya.

Berdasarkan data Euromonitor, outbound wisatawan Filipina mencapai 8,59 juta orang pada 2017. Lalu, share wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 4 persen. Filipina juga sudah memiliki destinasi favorit, seperti Bali, Jakarta, dan Batam (Kepulauan Riau).

"Akan ada banyak value yang didapatkan pariwisata Indonesia dari WTLE 2019. Impact positif terhadap ekonomi destinasi tentu akan sangat besar. Artinya ada garansi income besar yang bisa dinikmati oleh masyarakat," jelasnya.

Mengacu arus pergerakannya, wisatawan Filipina datang ke Indonesia dominan 70 persen menikmati liburan. Karakter yang dinikmatinya adalah wisata belanja dan kuliner selain wisata alam dan bahari.

Untuk slot MICE sekitar 26 persen dengan aktivitas meeting dan pertemuan. Pada setiap kunjungan, wisatawan punya length of stay rata-rata 5,97 hari. Kemampuan spending-nya USD 792,75 per kunjungan.

Di sisi lain Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan optimalisasi terhadap pasar Filipina harus dilakukan karena potensinya sangat besar. Ada banyak aspek dari WTLE 2019 yang menguntungkan pariwisata Indonesia.

"Postur pasarnya bagus, termasuk kemampuan spendingnya. Masyarakat Filipina silahkan datang ke Indonesia. Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitas di Indonesia itu luar biasa. Ada penerbangan langsung dari Filipina baik ke Jakarta dan Bali setiap hari," ujar Arief. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar