Malioboro KulineRUN digelar hari ini di Yogyakarta. Sebanyak 1.500 pelari ikut serta dalam ajang ini.
PT Hotel Indonesia Natour (HIN Persero) kembali menggelar Malioboro KulineRUN Minggu pagi ini. Acara ini adalah yang kedua kali diadakan di Yogyakarta, setelah pelaksanaan yang pertama tahun 2017 silam.
Direktur Utama PT HIN, Iswandi Said, menjelaskan Malioboro KulineRUN sengaja digelar untuk mendukung kepariwisataan di Yogyakarta. Event ini merupakan seri lanjutan di berbagai kota pilihan sejak tahun 2017.
"Event Malioboro KulineRUN 2019 merupakan bagian dari komitmen HIN dalam mendukung pengembangan industri kepariwisataan nasional dan Yogyakarta," jelas Iswandi di Yogyakarta, Minggu (7/4/2019).
Malioboro KulineRUN diikuti sekitar 1.500 pelari profesional dan warga. Ada tiga kategori yang dilombakan di event ini, yakni jarak 2.5 km, 5 km dan 10 km. Titik start dimulai di pelataran Hotel Grand Inna Malioboro pukul 06.30 WIB.
Selain Iswandi, turut hadir di acara ini Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Pol Ahmad Dofiri dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.
Iswandi mengatakan, Malioboro KulineRUN 2019 merupakan event yang mengombinasikan olahraga dan pariwisata dengan mengangkat kearifan lokal dalam bentuk sajian kuliner khas Yogyakarta.
"(Pelari) melalui (rute) jalan-jalan utama ibu kota (city run) sambil menikmati pemandangan bangunan peninggalan sejarah (heritage) yang diakhiri dengan berbagai hiburan dan sajian kuliner khas DIY," tuturnya.
Setelah seluruh peserta mencapai garis finis juga di pelataran Hotel Grand Inna Malioboro, mereka langsung mendapatkan medali. Tak hanya itu, mereka juga bisa menikmati berbagai kuliner khas Yogyakarta di booth yang tersedia.
Setidaknya ada 20 UKM yang mengisi booth kuliner. Seperti Sate Kere, Sate Klatak, Soto Kadipiro, Brongkos, Mie Lethek, Gudeg, Pecel, Mangut lele, Tengkleng Kambing, Enthok Slenget, Gathot, Tiwul, Lopis, Cenil, dan lainnya.
Berikut rute Malioboro KulineRUN 2019:
Rute 2,5 km
Grand Inna Malioboro - Jl. Malioboro - Jl. Jend. Ahmad Yani - Titik Nol - Jl.Senopati - Jl. Dr. Mayor Suryotomo - Jl. Mataram - Jl. Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro
Rute 5 km
Grand Inna Malioboro - Jl. Malioboro - Jl. Jend. Ahmad Yani - Titik Nol - Jl. Senopati - Jl. Sultan Agung - Suryopranoto - Puro Pakualaman - Jl. Masjid Pakualaman - Jl. Gajah Mada - Jl. Juminahan - Jl. Mataram - Jl. Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro
Rute 10 km
Grand Inna Malioboro - Jl. Malioboro - Jl. Jend. Ahmad Yani - Titik Nol- Jl. KH. Ahmad Dahlan - Jl. Wahid Hasyim - Pojok Beteng Barat ke kiri - Jl. MT Haryono - Jl. Suryo Pranoto - Puro Pakualaman - Jl. Masjid Pakualaman - Jl. Gajah Mada - Jl. Juminahan - Jl. Mataram - Jl. Abubakar Ali - Grand Inna Malioboro
Situ Gunung, Danau & Jembatan Gantung yang Eksis di Medsos
Akhir pekan di Sukabumi, asyiknya ke Situ Gunung. Traveler bisa menikmati keindahan danau hingga menyeberangi jembatan gantung di tengah hutan.
Penjelajahan weekend kali ini adalah berkunjung ke kawasan wisata Situ Gunung yang berada di daerah Kadudampit, Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang tentu sudah tidak asing lagi terutama di kalangan para siswa dan mahasiswa.
Situ Gunung menjadi salah satu tujuan wisata untuk berkemah dan kegiatan outdoor lainnya ketika liburan tiba. Kawasan Situ Gunung berada di bawah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Untuk bisa mencapai lokasi Situ Gunung, tentu saja bisa menggunakan berbagai moda transportasi, baik pribadi maupun umum dengan roda dua atau roda empat.
Dari jalan raya Cisaat bisa turun di perempatan Pos Polisi yang menuju Kadudampit. Kalau pagi sekali kendaraan umum yang bisa dipakai adalah hanya dengan ojek pangkalan ataupun ojek online. Namun ketika siang kendaraan umum yang bisa dipakai selain ojek pangkalan dan online bisa juga menggunakan angkot.
Tentu saja akan lebih nyaman menggunakan transportasi pribadi, namun akan lebih menantang dan menjadi sensasi sendiri jika dengan menggunakan transportasi umum di mana kita bisa bertemu dan berkomunikasi dengan orang baru dan masyarakat sekitar.
Jalan menuju kawasan Situ Gunung tentu saja semakin ke atas semakin menanjak dan udaranya semakin sejuk dan berkabut apabila kunjungan dilakukan pada pagi hari. Dari perempatan jalan raya Cisaat untuk sampai pada pintu masuk kawasan diperlukan waktu tempuh sekitar 30-45 menit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar